Sunda Wiwitan Menyembah Apa? Keunikan Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tanah Sunda!

Riki Chandra

Jum'at, 29 November 2024 | 15:43 WIB
Sunda Wiwitan Menyembah Apa? Keunikan Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Tanah Sunda!
Warga Baduy Dalam berjalan kaki dari Ciboleger ke Kota Pandeglang. [Dok.Antara]

Suara.com - Sunda Wiwitan merupakan tradisi kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sunda. Sampai saat ini, tradisi itu tetap lestari di berbagai wilayah Jawa Barat dan Banten.

Kepercayaan ini dikenal dengan ajaran yang menyelaraskan manusia, alam, dan Tuhan, menjadikannya sebagai salah satu bentuk budaya yang unik dan bernilai tinggi di Indonesia.

Apa yang disembah Sunda Wiwitan?

Mengutip dari berbagai sumber, Sunda Wiwitan menyembah Sang Hyang Kersa, yang setara dengan Tuhan Yang Maha Esa dalam ideologi Pancasila. Selain itu, Sunda Wiwitan juga memuja kekuatan alam dan arwah leluhur.

Tradisi Sunda Wiwitan berakar pada sistem monoteisme kuno, dengan keyakinan pada kekuasaan tertinggi yang disebut Sang Hyang Kersa atau Gusti Sikang Sawiji-wiji (Tuhan yang Maha Tunggal).

Kepercayaan ini tersebar di banyak wilayah, seperti Kanekes di Banten, Cigugur di Kuningan, hingga Kampung Naga di Tasikmalaya. Masing-masing wilayah memiliki karakteristik tradisi yang berbeda, namun tetap berpusat pada penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Ritual Sunda Wiwitan

Sebagai bentuk rasa syukur atas berkah alam, masyarakat Sunda Wiwitan rutin menggelar ritual seperti Seren Taun di Cigugur, Kuningan, yang menjadi simbol penghormatan terhadap hasil pertanian.

Selain itu, tradisi Rayagung dan puasa di Madrais Garut juga mencerminkan pesan pelestarian alam. Di Baduy, Banten, ajaran ini begitu ketat dalam menjaga lingkungan, termasuk larangan memasuki hutan di kawasan Baduy Dalam.

Ritual ibadah dalam Sunda Wiwitan disebut Olah Rasa, dilakukan setiap pagi dan petang sebagai cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Selain itu, keyakinan mereka mencakup konsep tiga alam, yaitu Buana Nyungcung (alam tertinggi tempat Sang Hyang Kersa bersemayam), Buana Panca (alam manusia), dan Buana Larang (alam neraka).

Tradisi Sunda Wiwitan mengajarkan pentingnya hubungan harmoni antara manusia dan alam. Di setiap ritual, pesan pelestarian lingkungan selalu ditekankan, termasuk pemanfaatan air secara bijak dan menjaga kelestarian hutan.

Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat penganut kepercayaan ini, seperti yang terlihat di Baduy, yang tetap menjaga prinsip hidup sederhana tanpa merusak ekosistem.

Sejarah dan Persebaran

Kepercayaan Sunda Wiwitan telah ada sejak ratusan tahun lalu, diwariskan oleh leluhur suku Sunda. Nama seperti Pangeran Madrais disebut sebagai tokoh penting yang memperkenalkan ajaran ini.

Meski kini sebagian masyarakat Sunda Wiwitan telah berasimilasi dengan agama lain, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya yang kaya nilai.

Dengan keunikannya, tradisi Sunda Wiwitan menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang layak dilestarikan. Warisan leluhur ini tidak hanya memperkuat identitas masyarakat Sunda, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

×