Israel Ancam Serang Lebanon Lebih Dalam Jika Gencatan Senjata dengan Hizbullah Gagal

Bella

Rabu, 04 Desember 2024 | 04:00 WIB
Israel Ancam Serang Lebanon Lebih Dalam Jika Gencatan Senjata dengan Hizbullah Gagal
Arsip - Kebakaran terjadi di sebuah bangunan yang rusak di lokasi serangan udara Israel di lingkungan Chiah, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Jumat (4/10/2024). [Ibrahim AMRO / AFP]

Suara.com - Israel mengeluarkan ancaman keras pada Selasa (3/12) untuk melanjutkan perang di Lebanon jika gencatan senjata dengan Hizbullah gagal. Kali ini, Israel menegaskan serangan akan menjangkau lebih dalam dan menargetkan negara Lebanon secara langsung, bukan hanya Hizbullah. Ancaman ini muncul setelah hari paling mematikan sejak gencatan senjata disepakati pekan lalu.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Lebanon akan bertanggung jawab jika gagal melucuti senjata militan yang melanggar kesepakatan.

"Jika kami kembali berperang, kami akan bertindak tegas, lebih dalam, dan yang terpenting: tidak ada lagi pengecualian untuk negara Lebanon," tegas Katz saat berkunjung ke perbatasan utara Israel.

Pernyataan ini menandai peringatan paling kuat sejak gencatan senjata selama 14 bulan dengan Hizbullah diumumkan.

“Jika sebelumnya kami memisahkan Lebanon dari Hizbullah... sekarang tidak akan lagi seperti itu," katanya lagi.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November lalu, ketegangan tetap tinggi. Pasukan Israel terus melancarkan serangan di Lebanon selatan dengan dalih menindak pejuang Hizbullah yang mengabaikan perjanjian untuk mundur di luar Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Pada Senin, Hizbullah menyerang pos militer Israel, sementara pihak berwenang Lebanon melaporkan setidaknya 12 korban tewas akibat serangan udara Israel.

Serangan Hizbullah disebut Katz sebagai "ujian pertama," yang kemudian dibalas dengan serangan kuat dari Israel. Ia mendesak pemerintah Lebanon untuk memberikan wewenang kepada tentara nasional agar menegakkan perjanjian dengan menyingkirkan Hizbullah dari wilayah selatan.

“Jika mereka tidak melakukannya dan perjanjian ini runtuh, maka situasinya akan sangat jelas,” tambahnya.

baca juga

Sementara itu, Lebanon meminta bantuan dari komunitas internasional untuk menekan Israel agar mematuhi gencatan senjata. Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, dan Ketua Parlemen Nabih Berri mendesak Washington dan Paris untuk ikut campur. Mikati mengatakan bahwa komunikasi diplomatik telah meningkat untuk menghentikan pelanggaran Israel, termasuk rencana perekrutan baru oleh tentara Lebanon untuk memperkuat kehadiran mereka di wilayah selatan.

AS dan Prancis berperan penting dalam mengawasi gencatan senjata ini. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matt Miller, menyatakan bahwa gencatan senjata "masih berlaku" meskipun ada beberapa pelanggaran yang telah diprediksi sebelumnya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mendesak kedua belah pihak untuk mematuhi kesepakatan tersebut.

Sebuah misi yang dipimpin oleh AS telah dibentuk untuk memantau dan menegakkan gencatan senjata, namun belum mulai beroperasi. Lebanon mendesak misi tersebut untuk segera memastikan penghentian pelanggaran oleh Israel. Menurut sumber diplomatik, pertemuan pertama komite pemantau akan berlangsung dalam waktu dekat di Beirut, di tengah peningkatan serangan yang terus berlanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prancis, Inggris dan Jerman ke Israel: Patuhi Kewajiban Internasional Segera!

Prancis, Inggris dan Jerman ke Israel: Patuhi Kewajiban Internasional Segera!

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:46 WIB

Hamas dan Fatah Sepakat Bentuk Komite Bersama untuk Mengelola Gaza Pasca-Perang

Hamas dan Fatah Sepakat Bentuk Komite Bersama untuk Mengelola Gaza Pasca-Perang

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:27 WIB

Gaza Mencekam: Rumah Sakit Kewalahan, Drone Israel Bombardir Sekolah Pengungsian

Gaza Mencekam: Rumah Sakit Kewalahan, Drone Israel Bombardir Sekolah Pengungsian

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:21 WIB

Dukung Suriah Lawan Teroris, Iran Sebut Zionis-Amerika Punya Skema Soal Ini

Dukung Suriah Lawan Teroris, Iran Sebut Zionis-Amerika Punya Skema Soal Ini

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:07 WIB

PBNU Beri Catatan Soal Gerakan Boikot Produk Israel: Harus Cerdas

PBNU Beri Catatan Soal Gerakan Boikot Produk Israel: Harus Cerdas

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:18 WIB

Dari Air Bersih Hingga Rumah Sakit:  PBB Berpacu Pulihkan Lebanon Pasca Konflik

Dari Air Bersih Hingga Rumah Sakit: PBB Berpacu Pulihkan Lebanon Pasca Konflik

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 15:13 WIB

Mahasiswa Yahudi Berkalung Bintang Daud Diserang di Kelab Malam Irlandia, Dubes Israel Mengutuk Keras

Mahasiswa Yahudi Berkalung Bintang Daud Diserang di Kelab Malam Irlandia, Dubes Israel Mengutuk Keras

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 13:48 WIB

Netanyahu Terbuka soal Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Bakal Jadi Pemukiman Yahudi?

Netanyahu Terbuka soal Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Bakal Jadi Pemukiman Yahudi?

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 12:29 WIB

Tentara Israel Diserang di Thailand, Diduga Wujud Kemarahan Internasional atas Genosida Gaza

Tentara Israel Diserang di Thailand, Diduga Wujud Kemarahan Internasional atas Genosida Gaza

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 11:52 WIB

Adzan Dianggap Ganggu Penduduk Yahudi, Menteri Israel Perintahkan Polisi Sita Pengeras Suara Masjid

Adzan Dianggap Ganggu Penduduk Yahudi, Menteri Israel Perintahkan Polisi Sita Pengeras Suara Masjid

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 10:56 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×