Kekejaman Baru Israel: Perang Psikologis dengan Suara Tangisan Bayi di Gaza

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Kamis, 05 Desember 2024 | 18:52 WIB
Kekejaman Baru Israel: Perang Psikologis dengan Suara Tangisan Bayi di Gaza
Hari Ini FIFA Bakal Kartu Merah Israel? Jibril: Jika Tidak Sekarang, Kapan Lagi [Tangkap layar X]

Suara.com - Sudah hampir empat belas bulan sejak Israel memulai serangan militernya di Gaza, hampir meratakan jalur sempit seluas 360 km persegi itu, memaksa orang-orang mengungsi ke apa yang disebut "zona aman" dan bahkan menargetkan kamp-kamp yang menawarkan perlindungan bagi orang-orang yang terluka dan babak belur.

Pada Rabu malam, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengebom "zona aman" lain di al-Mawasi, Gaza, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai puluhan lainnya.

Selain Gaza, Israel juga telah menyerang ibu kota Lebanon, Beirut, dan sebagian wilayah Suriah selama beberapa bulan terakhir. Selain menggunakan senjata berteknologi paling canggih, IDF juga telah memasukkan taktik perang psikologis. Metode-metode ini melibatkan campuran disinformasi, propaganda, dan operasi psikologis (PsyOps) yang dirancang untuk membentuk opini publik dan menargetkan wilayah yang padat penduduk.

Pasukan Israel di Gaza telah menggunakan drone quadcopter yang dilengkapi dengan sistem suara. Metode yang meresahkan ini melibatkan drone yang menyiarkan suara-suara yang mengganggu, seperti tangisan bayi dan teriakan wanita.

Warga setempat, yang berbagi pengalaman dengan Euro-Med Monitor, mengatakan bahwa mereka sering mendengar suara-suara yang menunjukkan kesusahan di tengah malam, seperti suara tangisan wanita dan tangisan bayi. Ketika warga keluar untuk melihat apa yang terjadi atau menawarkan bantuan, mereka diserang oleh pesawat nirawak quadcopter Israel.

Suara-suara ini tidak nyata, melainkan rekaman audio yang disiarkan oleh pesawat nirawak untuk memancing orang-orang ke tempat terbuka. Strategi ini bertujuan untuk mengekspos mereka terhadap kemungkinan serangan dari penembak jitu dan pasukan militer lainnya.

Warga juga mengatakan bahwa taktik psikologis ini mencakup simulasi tembakan, bentrokan palsu, ledakan, dan pergerakan kendaraan militer. Dalam beberapa kasus, pesawat nirawak bahkan memutar lagu dalam bahasa Ibrani dan Arab. Tindakan ini dimaksudkan untuk meneror dan membingungkan warga sipil.

Menurut Maha Hussaini dari Euro-Med Human Rights Monitor, taktik ini telah menyebabkan banyak orang terluka atau bahkan terbunuh. Kementerian Kesehatan di Gaza telah melaporkan ribuan korban sipil di tengah pemboman Israel yang tiada henti. Quadcopter juga telah menyiarkan pesan yang mengancam mereka yang melawan, beban psikologis lain yang dihadapi oleh warga.

Jet tempur Israel semakin sering menimbulkan ledakan sonik selama setahun terakhir. Penerbangan di ketinggian rendah ini menimbulkan suara keras dan meledak yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan di antara penduduk sipil. Ledakan keras tersebut menggetarkan jendela dan mengganggu kehidupan sehari-hari, serta menjadi alat untuk mengintimidasi dan meresahkan penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Israel usai Dituding Lakukan Genosida di Gaza oleh Amnesty International

Respons Israel usai Dituding Lakukan Genosida di Gaza oleh Amnesty International

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 18:08 WIB

AS Lindungi Israel dari ICC: Sanksi Menanti Usai Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

AS Lindungi Israel dari ICC: Sanksi Menanti Usai Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 17:12 WIB

Amnesty International Sebut Israel Lakukan Genosida di Gaza, Pemerintah Israel Membantah

Amnesty International Sebut Israel Lakukan Genosida di Gaza, Pemerintah Israel Membantah

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 17:05 WIB

Serangan Israel Picu Eksodus Balik Pengungsi Lebanon dari Suriah

Serangan Israel Picu Eksodus Balik Pengungsi Lebanon dari Suriah

Video | Kamis, 05 Desember 2024 | 16:00 WIB

MSF Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit Palestina: Staf Ditangkap, Pasien Diteror

MSF Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit Palestina: Staf Ditangkap, Pasien Diteror

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 14:03 WIB

Kemah Pengungsi di Gaza Dibombardir, 20 Tewas Termasuk Keluarga-Keluarga yang Mengungsi

Kemah Pengungsi di Gaza Dibombardir, 20 Tewas Termasuk Keluarga-Keluarga yang Mengungsi

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 13:52 WIB

Terkini

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa

Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:18 WIB

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:10 WIB

Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi

Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:10 WIB

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat

Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:55 WIB

Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub

Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:46 WIB

LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral

LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:46 WIB

Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok

Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:35 WIB

Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang

Tuding MPR Hanya Ingin Selamatkan Citra, FSGI: Anak Bakal Jadi Korban Jika Final LCC Kalbar Diulang

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:28 WIB