Inggris Pertimbangkan Ulang Status HTS sebagai Organisasi Terlarang

Bella | Suara.com

Selasa, 10 Desember 2024 | 05:10 WIB
Inggris Pertimbangkan Ulang Status HTS sebagai Organisasi Terlarang
Seorang pejuang anti pemerintah merayakan kemenangannya di Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024). [Bakr AL KASSEM / AFP]

Suara.com - Pemerintah Inggris membuka peluang untuk meninjau kembali status kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi terlarang, menyusul peran utamanya dalam menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal ini disampaikan oleh Menteri Senior Inggris, Pat McFadden, pada Senin (9/12).

“Kami akan mempertimbangkannya. Keputusan ini akan bergantung pada bagaimana perilaku kelompok tersebut di masa mendatang,” ujar McFadden dalam wawancara dengan Sky News.

HTS, yang sebelumnya terafiliasi dengan al-Qaeda, selama ini dikategorikan sebagai kelompok teroris oleh Inggris dan negara-negara Barat lainnya, termasuk Amerika Serikat. Status ini menjadikan segala bentuk dukungan atau keterlibatan dengan HTS sebagai tindakan ilegal.

Seorang wanita mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan kemenangan di Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024). [Bakr AL KASSEM / AFP]
Seorang wanita mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan kemenangan di Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024). [Bakr AL KASSEM / AFP]

Namun, keberhasilan aliansi oposisi bersenjata yang dipimpin HTS dalam merebut Damaskus dan memaksa al-Assad melarikan diri ke Rusia membuat status mereka kini dipertimbangkan ulang.

“Keputusan ini perlu dibuat dengan cepat, mengingat perkembangan situasi yang begitu pesat di lapangan,” tambah McFadden dalam wawancara terpisah dengan BBC Radio.

Langkah HTS dan aliansi oposisi di Suriah telah membawa perubahan besar di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Inggris, bersama dengan negara-negara internasional lainnya, menyambut baik berakhirnya rezim al-Assad, yang dianggap sebagai salah satu momen perubahan paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Meski begitu, McFadden menegaskan bahwa hingga akhir pekan lalu, belum ada keputusan resmi terkait pencabutan status HTS sebagai organisasi terlarang. “Ini adalah isu yang rumit, dan kami harus melihat bagaimana HTS bergerak dalam dinamika politik baru ini,” katanya.

Keberhasilan HTS memimpin oposisi di Suriah memunculkan tantangan baru bagi negara-negara Barat. Inggris kini dihadapkan pada dilema antara mengakui peran HTS dalam transisi politik Suriah atau mempertahankan pandangannya terhadap kelompok tersebut sebagai ancaman keamanan global.

Sementara itu, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Suriah, berharap perubahan ini membawa stabilitas baru bagi kawasan yang telah lama dilanda konflik. Bagaimana Inggris dan negara-negara lain menangani isu ini akan menjadi penentu penting bagi masa depan diplomasi dan keamanan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Ekspansi Wilayah, Rebut Jabal el-Sheikh Suriah dalam 1 Jam!

Israel Ekspansi Wilayah, Rebut Jabal el-Sheikh Suriah dalam 1 Jam!

News | Senin, 09 Desember 2024 | 16:01 WIB

Akankah Suriah Ganti Bendera usai Kejatuhan Assad? Makna Warna dan Bintang di Balik Simbol Revolusi

Akankah Suriah Ganti Bendera usai Kejatuhan Assad? Makna Warna dan Bintang di Balik Simbol Revolusi

News | Senin, 09 Desember 2024 | 15:40 WIB

Jatuhnya Pemerintahan Bashar al-Assad Timbulkan Banyak Pertanyaan, Rusia Desak Lakukan Pertemuan Darurat

Jatuhnya Pemerintahan Bashar al-Assad Timbulkan Banyak Pertanyaan, Rusia Desak Lakukan Pertemuan Darurat

News | Senin, 09 Desember 2024 | 15:03 WIB

Rezim Assad Tumbang, Israel Lancarkan Serangan Udara di Suriah

Rezim Assad Tumbang, Israel Lancarkan Serangan Udara di Suriah

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:57 WIB

Ribuan Warga Suriah Rayakan Kejatuhan Rezim Assad di Eropa: Akhirnya Kami Bebas!

Ribuan Warga Suriah Rayakan Kejatuhan Rezim Assad di Eropa: Akhirnya Kami Bebas!

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:54 WIB

Warga Suriah Rayakan Kebebasan dari Rezim Assad

Warga Suriah Rayakan Kebebasan dari Rezim Assad

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:23 WIB

Jatuhnya Rezim Bashar Assad di Suriah, Iran Peringatkan Israel Soal Ini

Jatuhnya Rezim Bashar Assad di Suriah, Iran Peringatkan Israel Soal Ini

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:10 WIB

Jatuhnya Bashar al-Assad, Simbol Kelemahan Rusia di Tengah Konflik Ganda

Jatuhnya Bashar al-Assad, Simbol Kelemahan Rusia di Tengah Konflik Ganda

News | Senin, 09 Desember 2024 | 14:04 WIB

Israel Diam-diam Duduki Wilayah Perbatasan Golan saat Konflik Suriah

Israel Diam-diam Duduki Wilayah Perbatasan Golan saat Konflik Suriah

Bisnis | Senin, 09 Desember 2024 | 11:56 WIB

Pemberontak Ambil Alih Kekuasaan di Suriah

Pemberontak Ambil Alih Kekuasaan di Suriah

Foto | Senin, 09 Desember 2024 | 14:10 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB