PBB Kecam Keras Perluasan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Aprilo Ade Wismoyo

Jum'at, 20 Desember 2024 | 02:10 WIB
PBB Kecam Keras Perluasan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
Tentara Israel di Tepi Barat. (Foto: Anadolu, via Antara)

Suara.com - Para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (18/12) mengeluarkan peringatan mengenai permukiman ilegal Israel dan tindakan kekerasan yang terjadi di Tepi Barat serta Yerusalem Timur yang diduduki.

Beberapa negara anggota juga mendesak pihak yang terlibat untuk menghentikan permusuhan di Jalur Gaza.

Khaled Khiari, asisten sekretaris jenderal PBB untuk Timur Tengah dan Asia Pasifik, menyampaikan kepada Dewan Keamanan bahwa Israel terus memperluas pembangunan permukiman dekat Tepi Barat yang didudukinya, termasuk Yerusalem Timur.

"Di Gaza, gencatan senjata sudah lama tertunda," kata Khiari.

Ia menegaskan bahwa hukuman kolektif yang dialami oleh rakyat Palestina tidak dapat dibenarkan.

"Pengeboman yang terus menerus di Gaza oleh pasukan Israel, meningkatnya jumlah korban sipil, dan penghancuran menyeluruh lingkungan Palestina serta memburuknya situasi kemanusiaan adalah hal yang sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

Khiari menyatakan keprihatinannya terhadap perpanjangan ilegal yang terus berlangsung oleh pemukim Israel, dengan menekankan bahwa tindakan tersebut memicu ketegangan dan menghalangi peluang untuk "pembentukan negara Palestina yang merdeka, demokratis, dan berdaulat."

"Saya tegaskan bahwa seluruh permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, tidak memiliki dasar hukum dan melanggar hukum internasional serta resolusi PBB," pungkasnya.

Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, menyoroti kenaikan kasus malnutrisi akut pada anak-anak di Gaza dan menekankan bahwa Gaza kini menjadi tempat dengan tingkat amputasi tertinggi di dunia per kapita untuk anak-anak.

baca juga

"Inggris mendesak Israel untuk menghentikan perluasan permukiman di tanah Palestina yang ilegal menurut hukum internasional, serta meminta pertanggungjawaban para pemukim yang melakukan kekerasan," kata Kariuki.

Ia juga menyerukan Israel untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam melindungi warga sipil dan mematuhi kewajiban internasional.

"Ketidakstabilan yang terus menerus dan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim di Tepi Barat tidak seharusnya ditoleransi oleh Israel, dan budaya impunitas seharusnya diakhiri," tambahnya.

Ia menolak upaya pemindahan paksa warga Gaza dari atau di dalam Gaza.

"Tidak boleh ada pengurangan wilayah Jalur Gaza. Perluasan infrastruktur militer Israel dan penghancuran bangunan sipil serta lahan pertanian di seluruh Jalur Gaza tidak dapat diterima," tegasnya.

Duta Besar Swiss untuk PBB, Pascale Baeriswyl, mengecam situasi kelaparan yang dihadapi warga Gaza, yang menurutnya penggunaan keadaan tersebut sebagai metode perang adalah kejahatan perang sesuai dengan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.

Ia menuntut semua pihak untuk segera mewujudkan gencatan senjata, serta mengkritik pernyataan pejabat Israel mengenai rencana ekspansi permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia, menyoroti penggunaan veto berulang oleh Amerika Serikat terhadap resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan, yang menurutnya hanya memastikan bahwa operasi militer Israel di Gaza dapat dilanjutkan, sehingga mengancam nyawa para sandera.

Ia mengecam tindakan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai "ilegal" serta melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang relevan.

"Kami sangat prihatin dengan pernyataan pejabat Israel mengenai perubahan demografis Gaza secara paksa untuk menjadikan kembali Jalur Gaza sebagai jajahan," katanya.

Wakil Dubes China, Geng Shuang, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memanfaatkan semua opsi yang tersedia dan melakukan tindakan diperlukan untuk mengakhiri konflik di Gaza, serta mendesak negara-negara untuk tidak lagi menghalangi tindakan Dewan, merujuk pada AS.

Geng menuntut Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Gaza, memenuhi kewajibannya sesuai hukum kemanusiaan internasional, serta mencabut blokade Gaza dan membatasi akses kemanusiaan.

Dubes AS, Linda Thomas-Greenfield, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tindakan Israel di Tepi Barat melemahkan kemampuan Otoritas Palestina untuk memenuhi kebutuhan rakyat Palestina, serta secara umum meredam prospek solusi dua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Sepertiga Bantuan PBB Masuk Gaza, Israel Didesak Buka Akses

Hanya Sepertiga Bantuan PBB Masuk Gaza, Israel Didesak Buka Akses

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 10:16 WIB

Indonesia-Mesir Satu Suara: Hentikan Perang di Palestina

Indonesia-Mesir Satu Suara: Hentikan Perang di Palestina

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 09:28 WIB

Netanyahu Tolak Tarik Mundur Pasukan dari Golan, Picu Ketegangan Baru

Netanyahu Tolak Tarik Mundur Pasukan dari Golan, Picu Ketegangan Baru

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 08:24 WIB

Amerika Serikat Yakin Kesepakatan Gaza Bisa Dicapai, Tapi Tantangan Masih Ada, Apa Itu?

Amerika Serikat Yakin Kesepakatan Gaza Bisa Dicapai, Tapi Tantangan Masih Ada, Apa Itu?

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 21:51 WIB

Israel Serang Brutal Rumah Sakit di Gaza, ICU Hangus Terbakar

Israel Serang Brutal Rumah Sakit di Gaza, ICU Hangus Terbakar

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 21:41 WIB

AS Optimis: Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Sandera Kian Dekat?

AS Optimis: Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Sandera Kian Dekat?

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 02:35 WIB

Terkini

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

×