Daratan di Jakarta Terus Turun, Warga Diminta Beralih Tidak Lagi Pakai Air Tanah

Chandra Iswinarno

Sabtu, 21 Desember 2024 | 11:41 WIB
Daratan di Jakarta Terus Turun, Warga Diminta Beralih Tidak Lagi Pakai Air Tanah
Warga memompa air tanah di kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu (6/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Penggunaan air tanah yang selama ini menjadi sumber utama Warga DKI Jakarta dinilai harus ditekan dengan mengalihkannya ke air produksi perusahaan air minum atau PAM.

Sebab, apabila eksploitasi air tanah terus dilakukan bakal berdampak pada penururan permukaan tanah di Jakarta.

"Jika infrastrukturnya sudah memadai, masyarakat perlu mulai beralih dari penggunaan air tanah ke PAM Jaya," kata  Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah seperti dilansir Antara.

Ia mengemukakan bahwa penurunan tanah di Jakarta terus terjadi. Salah satu faktor penyebabnya, yakni penggunaan air tanah yang masif terjadi.

Sebagai gambaran, berdasarkan hasil survei badan Geologi di tahun 2018, penurunan tanah di Jakarta terjadi dengan kecepatan yang bervariasi. Pada sisi utara Jakarta, seperti Ancol, permukaan tanah turun sekira 7 centimeter per tahun.

Isu penurunan tanah di Jakarta sebenarnya sudah menjadi perbincangan sejak tahun 1990-an. Hal tersebut lantaran, Jakarta yang berada di kawasan pesisir memiliki jenis tanah sedimen aluvial yang rentan terhadap penurunan tanah.

Selain itu, pertumbuhan urban yang pesat di kota ini, ditandai dengan ekspansi bisnis, industri, perdagangan, transportasi, dan real estate, telah menarik gelombang besar penduduk. mengakibatkan pertumbuhan populasi yang masif dan peningkatan kebutuhan yang signifikan akan air bersih.

Jakarta sendiri menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur air bersih, sebaba hanya 65 persen wilayah yang tertutup infrastruktur pipa air hingga saat ini.

Praktik eksploitasi air tanah yang terjadi selama tiga dekade telah menjadi pemicu utama penurunan tanah yang semakin memburuk di Jakarta.

baca juga

Berdasarkan artikel Mengatasi Penurunan Tanah dan Krisis Air Jakarta dalam Economi Brief yang diterbitkan LPEM FEB UI disebutkan bahwa pengambilan air tanah tercatat meningkat dari 21.849.031 meter kubik per tahun pada tahun 2000 menjadi 22.629.468 meter kubik per tahun pada tahun 2008.

Kemudian pada tahun 2020, angka turun menjadi 6.014.240 meter kubik per tahun karena pemberlakuan pajak pengambilan air tanah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2009.

Lantaran itu, Trubus meminta PAM Jaya terus mengedukasi dan memberikan layanan air bersih kepada masyarakat supaya tidak memperburuk kondisi tanah di Jakarta.

Apalagi langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan eksploitasi air tanah yang berdampak buruk pada penurunan tanah.

"Masyarakat harus terus diimbau untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah dan beralih menggunakan layanan air dari PAM," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Rob Kerap Kepung Wilayah Pesisir Jakarta, Pengamat Minta Warga Beralih Gunakan Air Perpipaan

Banjir Rob Kerap Kepung Wilayah Pesisir Jakarta, Pengamat Minta Warga Beralih Gunakan Air Perpipaan

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 15:38 WIB

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:22 WIB

Heboh Wacana Tarif Air, Pengambilan Air Tanah Dilarang? Publik: Bentar Lagi Nafas Kena Tarif

Heboh Wacana Tarif Air, Pengambilan Air Tanah Dilarang? Publik: Bentar Lagi Nafas Kena Tarif

News | Sabtu, 01 Juni 2024 | 19:57 WIB

Terkini

Menperin Bantah Industri RI dalam Masa Kegelapan

Menperin Bantah Industri RI dalam Masa Kegelapan

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:10 WIB

HP Prabowo Disadap Listyo, Murni Inisiatif atau Untuk Jokowi?

HP Prabowo Disadap Listyo, Murni Inisiatif atau Untuk Jokowi?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:09 WIB

Mantan Lawan Prabowo di Pilpres 2024 Buka Suara Skandal Penyadapan Presiden: Hormat Kapolri

Mantan Lawan Prabowo di Pilpres 2024 Buka Suara Skandal Penyadapan Presiden: Hormat Kapolri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:08 WIB

Hilirisasi SDA Tak Cukup, Pemerintah Bidik Industri hingga Produk Jadi

Hilirisasi SDA Tak Cukup, Pemerintah Bidik Industri hingga Produk Jadi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:07 WIB

4 Shio yang Diprediksi Mendapat Kabar Baik pada 7 November 2026

4 Shio yang Diprediksi Mendapat Kabar Baik pada 7 November 2026

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 19:05 WIB

Gedung Trans TV Digerebek Massa Demo, Tuntut Boikot Ruben Onsu

Gedung Trans TV Digerebek Massa Demo, Tuntut Boikot Ruben Onsu

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 19:05 WIB

Petaka Penggantian Gas di Solaria Blok M Square, Tiga Orang Luka Bakar

Petaka Penggantian Gas di Solaria Blok M Square, Tiga Orang Luka Bakar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:58 WIB

Wajah Jokowi di Ijazah UGM Dipersoalkan Dokter Tifa Cs, Bisakah Struktur Muka Berubah Seiring Usia?

Wajah Jokowi di Ijazah UGM Dipersoalkan Dokter Tifa Cs, Bisakah Struktur Muka Berubah Seiring Usia?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:58 WIB

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

×