Bermula dari Galeri Nasional Digembok, Ini 7 Fakta Kontroversi Pameran Yos Suprapto Batal Digelar

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 26 Desember 2024 | 14:51 WIB
Bermula dari Galeri Nasional Digembok, Ini 7 Fakta Kontroversi Pameran Yos Suprapto Batal Digelar
Petugas membungkus lukisan karya seniman Yos Suprapto usai diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Rencana pameran lukisan tunggal Yos Suprapto yang bertajuk “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” jadi sorotan publik selama berhari-hari usai batal digelar di Galeri Nasional, Jakarta.

Seniman senior asal Yogyakarta itu semula akan membuka pamerannya pada Kamis (19/12) lalu. Namun, pameran itu mendadak dibatalkan tepat pada malam pembukaan pameran.

Berbagai respon publik pun bermunculan dengan menganggap ada muatan politis dari kejadian tersebut, akibat adanya beberapa lukisan Yos yang menunjukan kemiripan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

Berikut sejumlah fakta yang Suara.com rangkum pada Kamis (26/12/2024), mengenai pembredelan acara pameran Yos Suprapto.

1. Galeri Nasional Sempat Digembok

Galeri Nasional yang menjadi lokasi pameran justru masih digembok dan lampu mati ketika beberapa menit sebelum pembukaan dimulai. Padahal saat itu, terdapat sejumlah pengunjung yang telah hadir. Rupanya, ada permintaan dari kurator pameran untuk menurunkan lima dari 30 lukisan Yos yang berkaitan dengan salah satu tokoh Indonesia.

Yos mengungkapkan, sebelumnya dua lukisannya, berjudul Konoha I dan Konoha II, diminta untuk ditutup dengan kain hitam. Mulanya dia ikhlas menerima permintaan itu. Namun, selang beberapa jam, ada lagi permintaan menjadi penutupan tiga karya tambahan. Pada saat itu Yos menolak.

Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

2. Ketidaksepakatan dengan Kurator

Yos Suprapto mengungkapkan bahwa pembatalan ini dipicu oleh permintaan kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, untuk menurunkan lima dari 30 lukisan yang akan dipamerkan. Permintaan tersebut tidak disetujui oleh Yos karena menganggap kalau kelima lukisan itu bagian dari keseluruhan cerita dari pamerannya.

baca juga

Tidak ada kesepakan di antara keduanya hingga Yos pun memutuskan tidak akan menggelar pameran bila ke-30 lukisannya tidak lengkap.

3. Kurator mengundurkan diri

Sementara itu, dari sisi kurator Suwarno menyampaikan kalau dia tidak menyetujui dua lukisan Yos yang dinilai tidak sesuai tema dan dinilai terlalu vulgar, sehingga kehilangan metafora sebagai lukisan. Perbedaan pendapat itu telah terjadi selama proses kurasi yang dimulai pada Oktober 2024 hingga jelang pembukaan pameran.

Lantaran tidak mencapai kesepakatan, Suwarno pun menyatakan niat mengundurkan diri sebagai kurator pameran Yos Suprapto pada 16 Desember 2024. Keputusan itu semakin mempersulit pelaksanaan pameran sesuai rencana.

4. Penarikan Karya oleh Seniman

Akibat tidak ada kesepatan ditambah kurator mengundurkan diri, Yos Suprapto memutuskan untuk menarik seluruh karya seninya dari Galeri Nasional. Ia menurunkan puluhan lukisannya dan membawa pulang ke Yogyakarta.

5. Pernyataan Galeri Nasional

Sementara itu dari pihak Galeri Nasional Indonesia menyatakan kalau pameran Yos terpaksa ditunda karena adanya kendala teknis yang tidak dapat dihindari. Namun, tidak dijelaskan secara rinci mengenai kendala teknis yang terjadi.

Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salah satu lukisan karya Seniman Yos Suprapto sebelum diturunkan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

6. Tanggapan Menteri Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membantah telah terjadi pembredelan terhadap karya Yos Suprapto. Dia menyatakan dukungan atas kebebasan berekspresi. Menurutnya, pameran itu batal karena ada beberapa lukisan yang dianggap tidak sesuai tema kuratorial.

Beberapa karya Yos juga disebut memuat unsur politik, bahkan ada yang dinilai vulgar. Fadli menyebut, ada lukisan yang menggambarkan obyek telanjang dan bersetubuh. Sehingga tidak pantas ditampilkan dalam pameran.

7. Reaksi Publik dan Komunitas Seni

Pembatalan mendadak itu langsung memicu reaksi dari komunitas seni dan publik, yang mempertanyakan transparansi dan kebebasan berekspresi dalam dunia seni rupa Indonesia. Beberapa pihak menilai bahwa pemerintah seharusnya melindungi seniman, bukan malah melakukan pemberedelan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelajah Rumah Budaya Fadli Zon, Luas Banget 4.700 Meter Isinya Apa Saja?

Jelajah Rumah Budaya Fadli Zon, Luas Banget 4.700 Meter Isinya Apa Saja?

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2024 | 14:13 WIB

Buka Kafe di Solo, Kiky Saputri Kaget Didatangi Jokowi Sekeluarga: Gak Bisa Ngomong, Baik Banget

Buka Kafe di Solo, Kiky Saputri Kaget Didatangi Jokowi Sekeluarga: Gak Bisa Ngomong, Baik Banget

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2024 | 14:25 WIB

Perang Jokowi Vs Megawati Memanas, Rocky Gerung: Hasto Tumbal Balas Dendam

Perang Jokowi Vs Megawati Memanas, Rocky Gerung: Hasto Tumbal Balas Dendam

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 13:01 WIB

Prabowo Disebut Tak Mungkin Ada di Belakang Penetapan Tersangka Hasto, Rocky Gerung: Terlalu Berisiko

Prabowo Disebut Tak Mungkin Ada di Belakang Penetapan Tersangka Hasto, Rocky Gerung: Terlalu Berisiko

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 11:25 WIB

Terkini

Riset MMA: Personalisasi Pemasaran Berbasis AI Bisa Tingkatkan Kinerja 160 Persen

Riset MMA: Personalisasi Pemasaran Berbasis AI Bisa Tingkatkan Kinerja 160 Persen

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:57 WIB

Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor

Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor

Bogor | Jum'at, 06 November 2026 | 15:55 WIB

Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja

Visa Presents Livin MARKT, Hadirkan Ratusan Creative Local Brand dengan Kemudahan Belanja

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 15:55 WIB

Batal Lawan Yordania, Timnas Indonesia Cari Rival Baru, Hong Kong Masih Cuek Bebek

Batal Lawan Yordania, Timnas Indonesia Cari Rival Baru, Hong Kong Masih Cuek Bebek

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:53 WIB

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Pegadaian Raih Dua Penghargaan Berkat Inovasi Digital dan Strategi Pemasaran Investasi Emas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:52 WIB

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Tuntaskan Masalah Klasik Pesisir, BPGMN Bidik Program Jambanisasi Warga Pantura

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:51 WIB

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

Pasca Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, Ini Langkah 'Bersih-bersih' yang Ditempuh Istana

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:45 WIB

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Jelang El Clasico Lawan Persija Jakarta, Persebaya Surabaya Diterpa Kabar Buruk

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 15:43 WIB

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

×