Tragedi Tahun Baru 2025: Serangan Israel di Gaza Hancurkan Kamp Pengungsi Bureij

Andi Ahmad S

Rabu, 01 Januari 2025 | 20:08 WIB
Tragedi Tahun Baru 2025: Serangan Israel di Gaza Hancurkan Kamp Pengungsi Bureij
Api dan asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) / AFP]

Suara.com - Israel kembali melancarkan serangan di jalur Gaza Palestina pada tahun baru 2025 yang menyebabkan Kamp Pengungsi Bureij hancur, Rabu (1/1/2025).

Tercatat ada sembilan warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada hari pertama 2025, menurut otoritas kesehatan.

Sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, yang menewaskan seorang wanita dan seorang anak, dan melukai beberapa orang lainnya.

Israel juga meluncurkan roket ke arah timur dan utara kamp Bureij dan Nuseirat, tetapi belum ada informasi tentang korban.

Sementara itu, tujuh orang kehilangan nyawa dan beberapa lainnya terluka, termasuk anak-anak, dalam serangan udara Israel di sebuah rumah di utara Kota Jabalia.

Para saksi mengatakan pasukan Israel terus mengebom rumah dan tempat tinggal di Beit Lahia dan Jabalia di Gaza utara.

Di Gaza selatan, beberapa orang terluka dalam serangan udara Israel ke sebuah rumah di kawasan al-Fukhari, Khan Younis.

Pasukan Israel terus melancarkan perang genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 45.500 warga Palestina, meski Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera.

Pada November, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

baca juga

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di wilayah kantong Palestina itu.

Enam Nyawa Mungil Padam Akibat Kedinginan

Korban jiwa di konflik Gaza, Palestina terus bertambah setiap harinya akibat aksi kejam Tentara Israel sejak 2023 hingga 2024 kemarin.

Terbaru kali ini, korban yang meninggal dunia di Gaza adalah bocah mungil (Bayi) belum memiliki dosa, namun harus merasakan konflik mematikan antara Palestina vs Israel.

Ada sebanyak enam bayi meninggal karena kedinginan di tenda pengungsi Gaza selama seminggu terakhir menurut pernyataan dari Kantor Media Gaza.

Ali al-Batran, seorang bayi yang mengungsi akibat serangan Israel dan tinggal di tenda, meninggal pada Senin karena kedinginan dan kurangnya pemanas di tempat pengungsian, kata pernyataan itu.

Saudara kembarnya, Jumaa al-Batran, yang berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif neonatal di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Gaza tengah, juga meninggal karena kedinginan pada Minggu.

Kematian baru ini menambah jumlah total bayi yang tewas karena membeku di Gaza menjadi enam anak dalam seminggu terakhir, menurut otoritas kesehatan setempat.

Gaza, rumah bagi sekitar 2,3 juta orang, telah berada di bawah serangan brutal Israel sejak 7 Oktober 2023.

PBB mengatakan sembilan dari setiap 10 orang di Gaza telah mengungsi karena serangan tersebut.

Banyak warga Palestina yang mengungsi tinggal di tenda-tenda darurat, menghadapi kondisi yang semakin buruk seiring menurunnya suhu.

Keluarga kekurangan kebutuhan dasar seperti pakaian, perlengkapan tidur, dan selimut, yang menyebabkan banyak bayi rentan terhadap kedinginan.

Israel telah menewaskan lebih dari 45.500 orang di Gaza sejak serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023, dan menghancurkan daerah kantong itu menjadi puing-puing.

Tel Aviv telah memberlakukan blokade yang menyesakkan terhadap Gaza, yang menyebabkan 2,3 juta penduduk wilayah itu berada di ambang kelaparan.

Pada November, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut. [Antara/Anadolu].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekor! Sampah Tahun Baru 2025 di Jakarta Tembus 132 Ton

Rekor! Sampah Tahun Baru 2025 di Jakarta Tembus 132 Ton

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 19:36 WIB

Lima Orang Tewas di Jerman Akibat Kembang Api Tahun Baru

Lima Orang Tewas di Jerman Akibat Kembang Api Tahun Baru

News | Rabu, 01 Januari 2025 | 18:30 WIB

Rayakan Tahun Baru di Singapura Bareng Raffi Ahmad, Caption Postingan Sus Rini Diprotes

Rayakan Tahun Baru di Singapura Bareng Raffi Ahmad, Caption Postingan Sus Rini Diprotes

Entertainment | Rabu, 01 Januari 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×