Kontroversi Susu di Program Makan Gratis DKI: Cukupkah Dua Kali Seminggu?

Andi Ahmad S | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 06 Januari 2025 | 22:57 WIB
Kontroversi Susu di Program Makan Gratis DKI: Cukupkah Dua Kali Seminggu?
Para siswa menyantap Makanan Bergizi gratis di SDN 15 Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut penyaluran susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilakukan. Meskipun, para pelajar tak akan menerimanya setiap hari.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Teguh Setyabudi mengatakan pemberian susu dalam paket MBG akan dilakukan dua kali dalam sepekan. Jika tak ada susu, maka akan ada menu penggantinya.

"Tadi memang sudah disampaikan bahwasanya yang akan disampaikan kurang lebih seminggu adalah dua kali susu itu, dan tidak harus susu nanti ada sebagain lainnya," ujar Teguh di SMPN 61, Jakarta Barat, Senin (6/1/2025).

Pada hari pertama program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu, menu yang disajikan yakni nasi, tumis kacang, ayam, tahu dan buah jeruk. Ia mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan variasi menu untuk kedepannya.

"Seperti yang tadi disampaikan oleh dari Kantor Sekretariat Presiden, bahwasanya variasi menu ini akan selalu berganti dan nanti kita juga harapkan dari sisi pengawasan, kualitasnya juga akan tetap terjaga," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyebut menu yang diterima di setiap sekolah sudah disesuaikan. Apabila ada siswa yang tak suka nasi atau punya alergi satu jenis lauk, maka akan disiapkan alternatifnya.

"Katakanlah misalnya nasi, tidak semua pakai nasi di Papua mungkin sagu, dan wilayah Jakarta kalau tidak ada yang suka dengan nasi atau tidak terbiasa, bisa digantikan kentang, kemudian juga dengan protein, artinya ada variasinya," pungkas Teguh.

Sebelumnya, salah seorang siswa di SMPN 61 Jakarta Barat berinisial R mengeluhkan soal paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada Senin (6/1/2025). Pasalnya, para siswa kali ini tak mendapatkan susu seperti yang dijanjikan pemerintah.

Dalam paket makanan yang diberikan kepada para siswa di SMPN 61, terdapat menu berupa ayam teriyaki potongan 16, tumis sayur kacang panjang, tahu goreng tepung dua potong, dan jeruk.

"Kok tumben ya nggak dapat susu?" ujar R saat ditemui Suara.com, Senin (6/1/2026).

R mengatakan, sekolahnya sudah sejak beberapa bulan lalu menjalani uji coba program MBG. Ia mengakui, memang dalam beberapa kesempatan terdapat susu dalam paket makanan yang diterima.

"Pernah (MBG) dapat susu," kata R.

R mengatakan, biasanya ketika ia mendapatkan susu, menu yang diterima lebih sedikit. Ia mencontohkan pada pelaksanaan hari pertama ini ia dapat dua potong tahu meski tak menerima susu.

"Kalau dapet susu mah kadang-kadang kurang ya. Lauknya lebih dikit. Ini dapet tahu. Kalo gak dapet susu ditambahin tahu," tuturnya.

Meski demikian, R menyambut baik program MBG ini. Dengan makan siang gratis, maka ia bisa menghemat uang jajan dari orang tuanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa di Jakarta Akui Menu MBG Bikin Kenyang, Tapi Bukan Karena Rasa Makanannya

Siswa di Jakarta Akui Menu MBG Bikin Kenyang, Tapi Bukan Karena Rasa Makanannya

News | Senin, 06 Januari 2025 | 21:11 WIB

Sumber Dana Makan Bergizi Gratis di Kendari Pakai Uang Pribadi Prabowo, Diambil dari Sisa Uji Coba

Sumber Dana Makan Bergizi Gratis di Kendari Pakai Uang Pribadi Prabowo, Diambil dari Sisa Uji Coba

News | Senin, 06 Januari 2025 | 20:16 WIB

Hari Pertama Program MBG: Siswa Laki-laki Kurang, Murid Perempuan Kekenyangan

Hari Pertama Program MBG: Siswa Laki-laki Kurang, Murid Perempuan Kekenyangan

News | Senin, 06 Januari 2025 | 19:32 WIB

Terkini

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB