Putin-Xi Perkuat Aliansi Strategis Pasca Pelantikan Trump: Sinyal Tantangan Baru bagi AS?

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Selasa, 21 Januari 2025 | 18:28 WIB
Putin-Xi Perkuat Aliansi Strategis Pasca Pelantikan Trump: Sinyal Tantangan Baru bagi AS?
Presiden Rusia Vladimir Putin sedang melakukan konferensi pers (Twitter.com/President of Rusia)

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan panggilan video dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Selasa di mana ia mengusulkan untuk lebih mengembangkan kemitraan strategis mereka beberapa jam setelah Donald Trump dilantik sebagai presiden AS ke-47.

Putin melambaikan tangan kepada Xi dan menyapa Ketua Xi sebagai "sahabat karibnya", dengan mengatakan bahwa ia ingin menguraikan "rencana baru untuk pengembangan kemitraan komprehensif Rusia-Tiongkok dan kerja sama strategis."

Kremlin merilis video pertemuan mereka.

"Saya setuju dengan Anda bahwa kerja sama antara Moskow dan Beijing didasarkan pada kesamaan kepentingan nasional yang luas dan konvergensi pandangan tentang seperti apa seharusnya hubungan antara negara-negara besar," kata Putin kepada Xi.

"Kami membangun hubungan kami atas dasar persahabatan, rasa saling percaya dan dukungan, kesetaraan dan saling menguntungkan. Hubungan ini mandiri, tidak bergantung pada faktor politik dalam negeri dan situasi global saat ini."

Rusia, yang melancarkan perang melawan pasukan Ukraina yang dipasok NATO, dan Tiongkok, yang berada di bawah tekanan dari upaya AS yang terpadu untuk melawan kekuatan militer dan ekonominya yang terus tumbuh, semakin menemukan tujuan geopolitik yang sama.

Putin dan Xi, yang telah menolak penghinaan yang dirasakan akibat runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan dominasi kolonial Eropa selama berabad-abad atas Tiongkok, telah berusaha menggambarkan Barat sebagai negara yang dekaden dan mengalami kemunduran.

Amerika Serikat menganggap Tiongkok sebagai pesaing terbesarnya dan Rusia sebagai ancaman negara-bangsa terbesarnya. Mantan Presiden AS Joe Biden mengatakan demokrasi dunia menghadapi tantangan dari "negara-negara otoriter" seperti Tiongkok dan Rusia.

Baca Juga: Drama TikTok Berlanjut: Trump Beri Waktu 75 Hari, Nasib di AS Masih Tak Pasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI