Ungkap Nilai Rupiah Kasus Pemerasan AKBP Bintoro Cs, IPW: Kasus Pemerasan Mendarah Daging

Chandra Iswinarno

Jum'at, 07 Februari 2025 | 08:32 WIB
Ungkap Nilai Rupiah Kasus Pemerasan AKBP Bintoro Cs, IPW: Kasus Pemerasan Mendarah Daging
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. [Tangkapan layar YouTube]

Suara.com - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso angkat bicara terkait kasus pemerasan oleh oknum polisi kepada tersangka pelaku pembunuhan yaitu Arif Nugroho dan Bayu Hartoyo.

Pemerasan tersebut diduga dilakukan agar kasus pembunuhan oleh tersangka bisa dihentikan dengan terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Sementara dalam kasus ini, terungkap dua nama oknum perwira menengah Polri yaitu AKBP Bintoro dan AKBP Gogo. Selain dua nama itu, ada beberapa rekannya yang lain. Sugeng mengaku heran sekaligus geram kepada oknum polisi yang selalu terlibat dalam kasus pemerasan.

"Saya sampai gregetan ya, apakah ini DNA daripada oknum polisi penyidik, DNA kan sifat yang melekat, ya memeras itu karena kan berturut-turut," jelas Sugeng yang dilansir Suara.com dalam video di kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP.

Selain kasus pemerasan ini, Sugeng juga menyebut kasus pemerasan oleh oknum polisi kepada Warga Negara (WN) Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP) serta kasus pemerasan yang baru-baru ini terjadi di Semarang, Jawa tengah.

"Belum lama kasusnya DWP, kasus ini (pemerasan pembunuhan) muncul, eh kejadian lagi di Semarang, ada dua polisi, tingkatnya iptu memeras dua sejoli sedang pacaran, diperas Rp2,5 juta akhirnya dapat Rp 1,5 juta," ungkap Sugeng.

Dari informasi yang diterima, Sugeng mengungkapkan dugaan nominal rupiah yang diterima oleh AKBP Bintoro Cs dalam kasus pemerasan ini.

"Saya dapat informasi, rupanya yang diterima oleh AKBP Bin ini cuman Rp140 juta, dua kali diterima, satu Rp100 (juta), kedua Rp40 juta," ungkapnya.

"Terus informasi AKBP Go diduga Rp550 juta, kemudian ada Rp100 juta lagi, itu AKP Z apa AKP M nih ya," sambungnya.

baca juga

Terakhir, Sugeng merasa heran dengan nominal tersebut yang dianggap tidak menyentuh angka rupiah dari yang diberikan oleh tersangka.

"Tetapi si pihak tersangka mengeluarkan uang Rp17,1 (miliar), clear itu, setidaknya lebih daripada 5, lebih daripada 14. Jadi kuncinya di mana, yang lain ke mana nih," katanya.

Reporter: Moh Reynaldi Risahondua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua IPW Bongkar Motif Permainan Pengacara di Kasus Dugaan Pemerasan AKBP Bintoro Cs

Ketua IPW Bongkar Motif Permainan Pengacara di Kasus Dugaan Pemerasan AKBP Bintoro Cs

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 23:18 WIB

Nasib AKBP Bintoro Cs Diputuskan Pekan Ini, Sidang Etik Dugaan Pemerasan Anak Bos Prodia Dimulai

Nasib AKBP Bintoro Cs Diputuskan Pekan Ini, Sidang Etik Dugaan Pemerasan Anak Bos Prodia Dimulai

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 03:01 WIB

Kasus Dugaan Pemerasan Bos Prodia, AKBP Bintoro Segera Jalani Sidang Etik

Kasus Dugaan Pemerasan Bos Prodia, AKBP Bintoro Segera Jalani Sidang Etik

News | Rabu, 29 Januari 2025 | 20:26 WIB

Terkini

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

DPR dan Mendikdasmen Sepakat PPPK Guru Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes!

News | Senin, 21 September 2026 | 17:49 WIB

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM Masih Terjadi, Picu Kemacetan di Pekanbaru

Riau | Senin, 21 September 2026 | 17:48 WIB

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 17:42 WIB

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

Dirut PT Migas Kota Bekasi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi KSO Pertamina EP Rp2 Triliun

News | Senin, 21 September 2026 | 17:36 WIB

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

News | Senin, 21 September 2026 | 17:30 WIB

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

News | Senin, 21 September 2026 | 17:22 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

×