Aksi Kamisan ke-852: Suara Keadilan Bergema di Hari Keadilan Sosial Sedunia

Chandra Iswinarno Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 22:30 WIB
Aksi Kamisan ke-852: Suara Keadilan Bergema di Hari Keadilan Sosial Sedunia
Aksi Kamisan di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (20/2/2025). [Suara.com/Kayla]

Suara.com - Aksi Kamisan ke-852 kali ini bertepatan dengan Hari Keadilan Sosial Sedunia, menjadi momentum untuk menuntut pemerintah menjamin hak asasi manusia (HAM), menghapus diskriminasi, dan mewujudkan kesejahteraan yang inklusif.

Berbagai kalangan usia ikut meramaikan Aksi Kamisan, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, hingga orang tua, menuntut keadilan bagu para korban pelanggaran HAM.

Maria Catarina Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan yang tewas dalam Tragedi Semanggi I pada 13 November 1998, turut hadir dalam aksi tersebut.

Peserta aksi berdiri selama 30 menit menghadap Istana Merdeka, membuka payung hitam dan mengangkat poster-poster sebagai simbol protes damai.

Selain menuntut keadilan bagi para korban pelanggaran HAM berat di masa lalu, massa juga turut menuntut berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menindas rakyat, salah satunya efisiensi anggaran hingga penggusuran lahan warga.

Eta, perwakilan warga Bara-Baraya, Makassar, melalui orasinya menyampaikan kekhawatiran mereka terkait rencana eksekusi lahan pada 24 Februari mendatang.

"Kami meminta solidaritas kawan-kawan semua agar membantu dan mendukung kami untuk memperjuangkan tanah kami," ujar Eta pada aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).

Selain itu, Danar, mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia, menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap kontradiktif dan merugikan rakyat.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menimbulkan masalah baru, serta berbagai masalah sosial yang disebabkan dari kebijakan-kebijakan yang dinilai tidak dievaluasi secara mendalam.

Baca Juga: Kamisan Tak Padam: 18 Tahun Perjuangan Korban HAM, Janji Ledakkan Tirani

Fritz, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, menambahkan keresahannya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

"Pendidikan yang katanya nggak akan dipotong, tapi nyatanya teman-teman di perguruan tinggi nggak bisa lagi magang, bahkan dosen beberapa juga sama, anggaran riset dipotong, tunjangan dipotong, untuk MBG," ungkapnya.

Aksi ini juga menjadi refleksi bagi peserta mengenai esensi demokrasi dan peran masyarakat dalam mengawal penegakan hukum serta hak asasi manusia di Indonesia.

Reporter : Kayla Nathaniel Bilbina

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI