Aksi Kamisan: Lagu Bayar Bayar Bayar Bergema di Depan Polisi, Soroti Pembungkaman Musisi

Chandra Iswinarno Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 23:00 WIB
Aksi Kamisan: Lagu Bayar Bayar Bayar Bergema di Depan Polisi, Soroti Pembungkaman Musisi
Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/2025). [Suara.com/Kayla]

Suara.com - Aksi Kamisan ke-852 di depan Istana Merdeka kali ini turut menyuarakan pembungkaman terhadap musisi, khususnya band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani.

Massa aksi memprotes tekanan terhadap musisi yang mengkritik institusi melalui karyanya, setelah dua personel Sukatani mengunggah video permintaan maaf dan menarik lagu mereka dari platform musik digital.

Lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' yang menyoroti 'praktik kotor' polisi dalam berbagai urusan masyarakat itu sebelumnya dirilis oleh Sukatani.

Namun, pada Kamis (20/2/2025), dua personel band, Muhammad Syifa Al Lutfi (Alectroguy) dan Novi Citra (Twister Angel), mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram resmi mereka, @sukatani.band.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar', yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial," ujar Syifa dalam video tersebut.

Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap musisi.

Dalam Aksi Kamisan kali ini, Mulyono, seorang pegiat seni, menegaskan bahwa karya seni tidak boleh dibungkam.

"Kita akan terus membuat musik, puisi, lukisan, dan seni lainnya, karena berarti mereka takut dengan karya kita. Apa mereka takut dengan melodi yang kita nyanyikan? Rangkaian kata-kata yang menggambarkan realita di sini? Teruslah berkarya," seru Mulyono di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).

Tak hanya melalui orasi, massa Aksi Kamisan juga memutar lagu 'Bayar Bayar Bayar' sebagai bentuk protes.

Baca Juga: Aksi Kamisan ke-852: Suara Keadilan Bergema di Hari Keadilan Sosial Sedunia

Lagu itu dinyanyikan dengan lantang oleh peserta aksi, bahkan langsung di depan barisan polisi yang berjaga.

Momen tersebut menegaskan bahwa seni tetap menjadi medium perlawanan.

Para peserta aksi menegaskan bahwa tekanan terhadap musisi yang mengkritik pemerintah maupun institusi negara tak akan menghentikan suara mereka.

Reporter: Kayla Nathaniel Bilbina

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI