Hilal di Makassar Tidak Terlihat, Tapi Penuhi Kriteria MABIMS

Chandra Iswinarno

Jum'at, 28 Februari 2025 | 17:54 WIB
Hilal di Makassar Tidak Terlihat, Tapi Penuhi Kriteria MABIMS
Tim melakukan pengamatan Rukyatul Hilal di area parkir Apartement Center Poin of Indonesia (CPI), Jumat (28/2/2025). [Suara.com/Lorensia]

Suara.com - Posisi hilal di kota Makassar, Sulawesi Selatan tidak terlihat. Namun, dinyatakan sudah memenuhi kriteria yang diterapkan MABIMS atau kesepakatan antara Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Hal tersebut terlihat pada Rakyatul Hilal penentuan 1 Ramadan 1446 H yang diamati dari area parkir Apartement Center Poin of Indonesia (CPI), Jumat, 28 Februari 2025.

Dari hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, matahari di kota Makassar tenggelam pada 18.21 wita, dan bulan terbenam pada 18.37 wita.

Azimut matahari berada di posisi 262°016'13" yang dihitung dari utara ke selatan, dan azimut bulan terletak di 263°38'59" dihitung dari utara ke selatan.

Sehingga, posisi hilal ada di 1°33' sebelah utara matahari dan lama hilal di atas ufuk hanya 16 menit.

"Sampai hari ini belum terpenuhi. Terhalangi," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Geofisika Kantor BMKG wilayah IV Makassar Jamroni mengatakan, walau hilal tidak terlihat, kriteria 1 Ramadan 1446 H sudah terpenuhi.

Ia mengatakan, posisi hilal sudah memenuhi syarat di atas ufuk, namun sudut elongasinya cukup rendah di bawah 6,4° sesuai ketentuan.

"Mudah-mudahan di Aceh bisa lihat, karena kalau di Makassar memang tidak bisa terlihat," sebutnya.

baca juga

Ketua Badan Hisab Provinsi Sulsel Abbas Padil menambahkan secara hisab, 1 Ramadan 1446 Hijriah sudah bisa ditetapkan Sabtu, 1 Maret 2025.

Walau demikian, ia meminta agar masyarakat tetap menunggu hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama.

"Sudah memenuhi syarat walau hilal cukup sulit terlihat karena kondisi awan di wilayah Makassar yang sangat tebal di sore hari," ujarnya.

Proses rukyat hilal oleh BMKG Makassar menggunakan dua teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.

Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya hilal direkam oleh detektor pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi bulan di ufuk Barat.

Dengan teknologi informasi ini, data tersebut langsung dikirim ke server BMKG Pusat, kemudian disimpan dan disebarluaskan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Punya Waktu 18 Menit, Hilal Berpotensi Tidak Terlihat di Makassar

Hanya Punya Waktu 18 Menit, Hilal Berpotensi Tidak Terlihat di Makassar

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 16:16 WIB

Menag Sebut Awal Puasa Ramadan Bakal Dilaksanakan Bersamaan, Ini Penjelasannya

Menag Sebut Awal Puasa Ramadan Bakal Dilaksanakan Bersamaan, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:46 WIB

Hari Ini Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 1446 H, Kemenag Pantau Hilal di 125 Titik

Hari Ini Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 1446 H, Kemenag Pantau Hilal di 125 Titik

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 09:12 WIB

Terkini

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

×