Pertanyakan Keuangan Negara Imbas Program Prioritas, Pengamat: MBG Harusnya Dijalankan Bertahap

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 06 Maret 2025 | 18:05 WIB
Pertanyakan Keuangan Negara Imbas Program Prioritas, Pengamat: MBG Harusnya Dijalankan Bertahap
Foto sebagai ILUSTRASI: Seorang siswa menyantap menu makan bergizi gratis di sekolah yang ada di Gunungkidul, Senin (17/2/2025). [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]

Suara.com - Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Bakhrul Fikri mengkritik langkah pemerintah yang terkesan menghalalkan segala cara guna membuat program prioritas makan bergizi gratis mencakupi untuk seluruh anak di tanah air.

Padahal menurut Bahkrul, sebagai program baru, MBG seharusnya dilakukan secara bertahap. Tidak ujug-ujug langsung menargerkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun.

"Jadi harus ada fasenya, harus bertahap," kata Bakhrul dalam konferensi pers bersama ICW dengan tajuk "Makanan (Tidak) Bergizi (Tidak) Gratis: Yang Bayar Warga, Yang Dapat Gizi Siapa?!", Kamis (6/3/2025).

Bakhrul meminta pemerintah lebih bijak dalam menerapkan program MBG. Hal pertama yang perlu dilihat ialah bahwa tidak semua anak di Indonesia kekurangan gizi sehingga penerapan MBG bisa diprioritaskan kepada daerah dengan siswa kekurangan gizi.

"Kan tidak ya, tidak seluruh anak kekurangan gizi," kata Bakhrul.

Kendati fakta di lapangan seperti demikian, tetapi Bakhrul menilai pemerintah tetap ngotot menargetkan program MBG bisa meng-cover seluruh anak dalam waktu dekat. Padahal, menurutnya keuangan negara sedang tidak baik, imbas geopolitik dan geoekonomi, hingga nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

"Jadi masalah adalah ada nggak uangnya untuk bisa memberikan makan anak-anak ini?" kata Bahkrul.

Menurutnya program MBG yang ditargerkan mencakup semua anak pada akhir tahun 2025 berpotensi menguras anggaran. Apalagi belakangan pemerintah justru menerapkan efisiensi anggaran untuk memenuhi program prioritasnya tersebut.

Celios mengkhawatirkan efisiensi anggaran tersebut berimbas tidak langsung terhadap pelayanan kepada publik.

Target MBG

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan target pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang akan mencakup seluruh anak-anak Indonesia pada akhir tahun 2025. Ia lantas merinci target secara bertahap pada tahun ini.

Prabowo bersyukur program MBG yang diluncurkan pada 6 Januari 2025, sejauh ini sudah berhasil melayani 650.000 anak di 31 provinsi.

"Program akan bergizi kita berjalanz alhamdulillah kita telah luncurkan tanggal 6 Januari yang lalu sampai sekarang berhasil melayani 650.000 anak-anak kita di 31 provinsi," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Prabowo mengatakan keberhasilan tersebut berkat kerja keras banyak pihak. Mulai dari jajaran kabinet, hingga peran kepala daerah.

Ia lantas merinci target bertahap sampai akhirnya program MBG bisa melayani seluruh anak-anak pada akhir tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diungkap Zulhas, Uang Negara Habis Rp 1-2 Triliun Perbulan untuk MBG

Diungkap Zulhas, Uang Negara Habis Rp 1-2 Triliun Perbulan untuk MBG

Video | Kamis, 06 Maret 2025 | 07:00 WIB

Siswa Bisa Bawa Pulang Menu MBG buat Berbuka Puasa, Begini Kata Pakar Kesehatan

Siswa Bisa Bawa Pulang Menu MBG buat Berbuka Puasa, Begini Kata Pakar Kesehatan

News | Selasa, 04 Maret 2025 | 07:46 WIB

Siswa Puasa Tetap Dapat MBG untuk Berbuka, Kepala BGN Jamin Menu Tak akan Basi

Siswa Puasa Tetap Dapat MBG untuk Berbuka, Kepala BGN Jamin Menu Tak akan Basi

News | Senin, 03 Maret 2025 | 17:02 WIB

Zulhas Ungkap Program MBG Habiskan Rp 1-2 Triliun Uang Negara per Bulan

Zulhas Ungkap Program MBG Habiskan Rp 1-2 Triliun Uang Negara per Bulan

News | Senin, 03 Maret 2025 | 16:28 WIB

Klarifikasi Makanan Basi hingga Daging Mentah MBG, Ketua BGN: SPPG Baru Belum Terbiasa Masak Banyak!

Klarifikasi Makanan Basi hingga Daging Mentah MBG, Ketua BGN: SPPG Baru Belum Terbiasa Masak Banyak!

News | Senin, 03 Maret 2025 | 16:18 WIB

Dari Makanan Mentah Hingga Kasus Dugaan Keracunan MBG Bermunculan: Bukti Buruknya Tata Kelola dan Pengawasan!

Dari Makanan Mentah Hingga Kasus Dugaan Keracunan MBG Bermunculan: Bukti Buruknya Tata Kelola dan Pengawasan!

Liks | Senin, 03 Maret 2025 | 15:09 WIB

Cek Fakta: Viral Siswa SD di Papua Meninggal Dunia, Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Cek Fakta: Viral Siswa SD di Papua Meninggal Dunia, Usai Santap Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 03 Maret 2025 | 08:02 WIB

Terkini

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:29 WIB

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:25 WIB

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:24 WIB