Departemen Pendidikan AS Siap untuk Memberhentikan Hampir Setengah dari Stafnya: Itu Mandat Presiden

Bella

Rabu, 12 Maret 2025 | 09:45 WIB
Departemen Pendidikan AS Siap untuk Memberhentikan Hampir Setengah dari Stafnya: Itu Mandat Presiden
Menteri Pendidikan AS, Linda McMahon (Instagram@ lindamcmahonofficial)

Suara.com - Departemen Pendidikan Amerika Serikat mengumumkan pada hari Selasa (11/03) bahwa hampir setengah dari stafnya akan diberhentikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintahan Presiden Donald Trump untuk merampingkan birokrasi pemerintah federal, dengan kemungkinan pembubaran total departemen tersebut dalam waktu dekat.

Pemecatan massal ini terjadi sebagai respons terhadap tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi seluruh lembaga pemerintah untuk menyerahkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar paling lambat hari Kamis. Keputusan ini, menurut siaran pers Departemen Pendidikan, merupakan bagian dari "misi terakhir" dalam memenuhi janji Trump untuk membubarkan departemen yang selama ini mengawasi pinjaman kuliah sebesar $1,6 triliun (sekitar Rp25.614,4 kuadriliun), menegakkan hukum hak sipil di sekolah, serta menyediakan dana federal bagi distrik pendidikan yang membutuhkan.

Ketika ditanya dalam wawancara di Fox News apakah PHK ini merupakan langkah menuju pembubaran penuh departemen, Menteri Pendidikan Linda McMahon menjawab tegas, "Ya, itu adalah mandat presiden."

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram@realdonaldtrump)

Langkah ini adalah bagian dari kebijakan penghematan besar-besaran yang dipimpin oleh miliarder Elon Musk melalui Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang bertugas mengurangi ukuran pemerintahan secara drastis. Sejak dimulainya inisiatif ini, lebih dari 100.000 pegawai pemerintah telah kehilangan pekerjaan di berbagai lembaga federal, dengan banyak program dan kontrak dihentikan. Meskipun demikian, langkah-langkah ini menghadapi perlawanan dalam bentuk puluhan tuntutan hukum yang menantang legalitas kebijakan tersebut.

Upaya penghematan ini juga menciptakan ketegangan antara Gedung Putih dan beberapa anggota parlemen Republik yang menghadapi protes dari konstituen mereka di berbagai balai kota. Meskipun Musk menjadi arsitek utama kebijakan ini, Trump baru-baru ini menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai kepegawaian berada di tangan kepala departemen, bukan CEO Tesla tersebut.

Keputusan untuk memangkas hampir setengah dari staf Departemen Pendidikan menuai kritik tajam dari serikat pekerja yang mewakili lebih dari 2.800 pegawai departemen tersebut. Sheria Smith, Presiden Federasi Pegawai Pemerintah Amerika Lokal 252, mengecam tindakan ini sebagai pemotongan yang kejam yang menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap pegawai yang telah lama mengabdi.

"Yang jelas dari pemecatan massal, kekacauan, dan ketidakprofesionalan yang tak terkendali selama beberapa minggu terakhir adalah bahwa rezim ini tidak menghormati ribuan pekerja yang telah mendedikasikan karier mereka untuk melayani sesama warga Amerika," kata Smith dalam pernyataannya.

Sementara itu, ada laporan bahwa administrasi berencana untuk memindahkan program Aplikasi Gratis untuk Bantuan Mahasiswa Federal (FAFSA), yang merupakan salah satu fungsi utama Departemen Pendidikan, ke Departemen Keuangan.

Sejumlah badan pemerintah lainnya juga telah menawarkan paket pensiun dini dan pembayaran pesangon kepada pegawai yang bersedia mundur secara sukarela. Beberapa lembaga yang telah menawarkan pembayaran hingga $25.000 (skitar Rp407.250.000) sebelum pajak kepada karyawannya termasuk Kantor Manajemen Personalia, Administrasi Jaminan Sosial, serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).

baca juga

Menurut para ahli tata kelola publik, program pembelian ini lebih disukai oleh pemerintah karena bersifat sukarela, sehingga lebih sulit untuk ditentang secara hukum dibandingkan PHK paksa.

“Jika strategi Anda adalah mengeluarkan sebanyak mungkin orang secara sukarela, hal itu akan mengurangi risiko perintah pengadilan dan penentangan terhadap Anda dalam jangka panjang,” kata Don Moynihan, profesor kebijakan publik di Universitas Michigan.

Meskipun tenggat waktu sudah semakin dekat, belum ada satu pun lembaga yang secara resmi menyerahkan rencana PHK mereka kepada Kantor Manajemen Personalia (OPM), yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia pemerintah federal. Beberapa lembaga yang telah mengumumkan perkiraan jumlah PHK antara lain:

Departemen Urusan Veteran: akan memangkas lebih dari 80.000 pekerja.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA): berencana untuk memangkas 1.029 staf.

Sementara itu, OPM sendiri telah menawarkan pembayaran pensiun dini kepada sekitar 650 karyawannya dengan batas waktu pengajuan hingga 12 Maret. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) juga mengumumkan bahwa karyawannya harus mengajukan permohonan pensiun dini paling lambat 14 Maret, dengan tanggal pensiun efektif pada 19 April.

Serikat pekerja menilai bahwa langkah ini bukan sekadar efisiensi, tetapi lebih sebagai upaya sistematis untuk merusak kapasitas lembaga dalam menjalankan misinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Beli Tesla: Balas Dendam ke Pengunjuk Rasa atau Dukungan ke Elon Musk?

Trump Beli Tesla: Balas Dendam ke Pengunjuk Rasa atau Dukungan ke Elon Musk?

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 08:00 WIB

Zelensky Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Minta AS Bujuk Rusia!

Zelensky Setuju Gencatan Senjata 30 Hari, Tapi Minta AS Bujuk Rusia!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 06:22 WIB

Zelenskyy Minta Maaf ke Trump: Gara-Gara Insiden di Ruang Oval, Kesepakatan Penting Batal!

Zelenskyy Minta Maaf ke Trump: Gara-Gara Insiden di Ruang Oval, Kesepakatan Penting Batal!

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 03:35 WIB

Disebut Sindir Donald Trump, Bong Joon-ho Jawab Teori Villain di Mickey 17

Disebut Sindir Donald Trump, Bong Joon-ho Jawab Teori Villain di Mickey 17

Your Say | Selasa, 11 Maret 2025 | 13:57 WIB

"Satu Tembakan Saja Bisa Memicu Perang": Korut Beri Peringatan Keras ke Korsel soal Rudal

"Satu Tembakan Saja Bisa Memicu Perang": Korut Beri Peringatan Keras ke Korsel soal Rudal

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 07:14 WIB

Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!

Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 10:00 WIB

Kartu Hijau Dicabut: Aktivis Palestina Universitas Columbia Hadapi Deportasi Setelah Protes Gaza

Kartu Hijau Dicabut: Aktivis Palestina Universitas Columbia Hadapi Deportasi Setelah Protes Gaza

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 09:00 WIB

Terungkap Isi Pertemuan Rahasia Utusan Trump dengan Hamas Soal Pembebasan Sandera

Terungkap Isi Pertemuan Rahasia Utusan Trump dengan Hamas Soal Pembebasan Sandera

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 06:16 WIB

"Deportasi Mandiri": Aplikasi Baru Trump Paksa Imigran Ilegal Pilih Pulang Atau Diburu!

"Deportasi Mandiri": Aplikasi Baru Trump Paksa Imigran Ilegal Pilih Pulang Atau Diburu!

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 06:05 WIB

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

News | Senin, 10 Maret 2025 | 21:55 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×