Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Selasa, 11 Maret 2025 | 10:00 WIB
Tiongkok Tegaskan 'Penyatuan Damai' dengan Taiwan, tapi Siap Ambil Tindakan Keras!
Bendera China dan Taiwan ditampilkan di samping pesawat militer dalam ilustrasi ini yang dibuat pada 9 April 2021. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/Illustration/as)

Suara.com - Tiongkok akan mengerahkan segala upaya untuk mewujudkan "penyatuan kembali secara damai" dengan Taiwan, tetapi akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga integritas teritorial Tiongkok, kata kementerian luar negerinya pada hari Senin.

Tiongkok mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri meskipun ada keberatan dari pemerintah di Taipei. Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Minggu lalu, di sela-sela pertemuan tahunan parlemen Tiongkok, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan kepada wartawan bahwa Taiwan tidak akan pernah menjadi "negara", dan mendukung "kemerdekaan Taiwan" berarti mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.

Ilustrasi - Bendera China dan Taiwan. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/as.)
Ilustrasi - Bendera China dan Taiwan. (ANTARA/Reuters/Dado Ruvic/as.)

"Tiongkok bersedia melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan prospek penyatuan kembali secara damai dengan ketulusan yang sebesar-besarnya," kata Mao Ning, juru bicara kementerian luar negeri, ketika ditanya tentang pernyataan Wang tentang Taiwan.

"Pada saat yang sama, Tiongkok akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial serta dengan tegas menentang kemerdekaan Taiwan dan campur tangan eksternal," kata Mao.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah meningkatkan tekanan militernya terhadap pulau itu, termasuk mengadakan beberapa putaran latihan perang, agar tetap ada prospek penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China (Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China (Pexels/Karolina Grabowska)

Amerika Serikat adalah pemasok utama senjata Taiwan bahkan tanpa adanya hubungan diplomatik formal, tetapi tidak ada perjanjian pertahanan, tidak seperti dalam kasus Jepang dan Korea Selatan.

Amerika Serikat harus menghentikan penjualan senjatanya ke Taiwan dan menghentikan semua kontak militer dengan pulau itu, kata Mao kepada wartawan.

"Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan inti Tiongkok dan garis merah pertama yang tidak dapat diatasi dalam hubungan Tiongkok-AS," ia memperingatkan.

Baca Juga: Korea Utara Kecam Latihan Militer Gabungan Korea Selatan-AS, Sebut Sebagai Tindakan Provokatif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI