Tuding Korupsi Merajalela di Era Jokowi, Faizal Assegaf Sebut Bersatunya Rakyat dan TNI Jadi Solusi Darurat

Bangun Santoso

Rabu, 12 Maret 2025 | 19:54 WIB
Tuding Korupsi Merajalela di Era Jokowi, Faizal Assegaf Sebut Bersatunya Rakyat dan TNI Jadi Solusi Darurat
Perwakilan Spektrum Oposisi Terpimpin (SPOT), Faizal Assegaf saat ditemui di Gedung ICMI Center, Jakarta, Senin (4/3/2024). (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Kritikus politik Faizal Assegaf menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang menurutnya tengah berada dalam situasi darurat akibat akumulasi kemarahan rakyat terhadap berbagai persoalan, termasuk maraknya korupsi.

Faizal Assegaf menilai bahwa korupsi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kekuatan sipil yang tidak dikelola dengan baik.

"Kalau keragaman isu akumulasi kemarahan rakyat ini kan banyak diperbincangkan di berbagai media sosial. Kita memasuki satu ruang demokrasi hegemoni sipil yang tidak dikelola secara baik," ujar Faizal yang dikutip dari Youtube Abraham Samad Speak Up, Selasa (11/3/2025).

Faizal menyoroti bagaimana figur Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal sebagai pemimpin dengan citra merakyat tetap tidak mampu membendung praktik korupsi.

"Misal Jokowi itu dianggap figur sipil yang terbagus, merakyat, hasilnya korupsi di mana-mana," katanya.

Faizal menilai bahwa situasi ini tidak lagi bisa ditangani hanya dengan pendekatan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan atau Kepolisian.

Ia menyebut bahwa diperlukan langkah lebih besar yang melibatkan sinergi antara rakyat dan TNI untuk menegakkan hukum.

"Darurat ini tidak bisa lagi diatasi dengan pendekatan ujung tombak, misalnya Kejaksaan, polisi sudah nggak bisa. Harus ada, mungkin ya, peleburan yang kuat antara rakyat dengan tentara untuk penegakan hukum," jelasnya.

Ia bahkan menyebut potensi penangkapan Jokowi jika kemarahan rakyat mencapai puncaknya.

"Rakyat sudah teriak tangkap Jokowi. Bisa aja ini bisa terjadi kesamaan pandangan, keresahan TNI yang melihat situasi sudah darurat, rakyat juga sudah marah, bersatu. Dihabisi aja, hukum jalan, oligarki disikat, Jokowi tiba-tiba tengah malam ditangkap, seperti itu," ucap Faizal.

Faizal juga menyinggung tentang ratusan kolonel TNI yang mendapatkan kursus dari berbagai kampus untuk ditempatkan di BUMN dan BUMD.

Ia menilai langkah tersebut berpotensi sebagai bagian dari strategi pertahanan pemerintahan Prabowo Subianto menghadapi dinamika politik saat ini.

"Saya membaca karena pendelegasian kewenangan kan mereka mau ditempatkan di BUMN, BUMD. Sejauh ini pendelegasian kewenangan kepada sipil dianggap berkhianat. Mungkin Prabowo bilang ya kita coba tentara dulu," jelas Faizal.

Menanggapi pertanyaan tentang hubungan Prabowo dengan Jokowi, Faizal menilai bahwa keduanya masih memiliki persinggungan politik, meskipun Prabowo tampak menjaga jarak.

"Memang Prabowo juga harus diawasi, harus terus ditekan secara moral. Jadi jangan tanya apakah mereka berpisah atau tidak berpisah, kita yang menentukan itu. Kita harus tekan terus, usir itu menteri-menteri berutus-berutus dari lingkaran kekuasaan. Adili Jokowi, tangkap oligarki sehingga akan terjadi baik buruk itu terlihat," tegas Faizal.

Ia menilai bahwa Prabowo secara tidak langsung memberi ruang bagi kemarahan rakyat terhadap Jokowi, yang menurutnya berpotensi menjadi instrumen politik kedepannya.

"Sampai sejauh ini tidak ada langkah-langkah keputusan satu produk yang melindungi produk hukum kebijakan melindungi Jokowi," pungkasnya. (Kayla Nathaniel Bilbina)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Naga Jadi 'Kucing Jinak' di Tangan Prabowo? Analis Ungkap Gestur Tak Terduga Para Konglomerat di Istana

9 Naga Jadi 'Kucing Jinak' di Tangan Prabowo? Analis Ungkap Gestur Tak Terduga Para Konglomerat di Istana

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 19:48 WIB

Bakal Salat Idul Fitri di Jakarta, Gibran Dahulukan Sungkem ke Prabowo Ketimbang ke Jokowi di Solo

Bakal Salat Idul Fitri di Jakarta, Gibran Dahulukan Sungkem ke Prabowo Ketimbang ke Jokowi di Solo

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 18:52 WIB

Faizal Assegaf Serukan Gerakan Mahasiswa Konsisten dengan Isu 'Adili Jokowi', Ini Alasannya

Faizal Assegaf Serukan Gerakan Mahasiswa Konsisten dengan Isu 'Adili Jokowi', Ini Alasannya

News | Rabu, 12 Maret 2025 | 18:02 WIB

Iklan Esemka Tahun 2012 Viral Lagi, Netizen: Satu Negara Kena Prank

Iklan Esemka Tahun 2012 Viral Lagi, Netizen: Satu Negara Kena Prank

Otomotif | Rabu, 12 Maret 2025 | 17:34 WIB

Ayah Wapres Filipina Resmi Ditangkap Polisi, Publik Sentil Fufufafa: Bapaknya Kapan?

Ayah Wapres Filipina Resmi Ditangkap Polisi, Publik Sentil Fufufafa: Bapaknya Kapan?

Tekno | Rabu, 12 Maret 2025 | 16:12 WIB

Reaksi Anies Usai Hasto Sebut Jokowi Lakukan Upaya Kriminalisasi: Kaget, Nggak Pernah Terbayang

Reaksi Anies Usai Hasto Sebut Jokowi Lakukan Upaya Kriminalisasi: Kaget, Nggak Pernah Terbayang

Tekno | Rabu, 12 Maret 2025 | 09:58 WIB

Tak Pernah Selesai Bikin Geger, Firdaus Oiwobo Kini Ngaku Keluarga Jokowi

Tak Pernah Selesai Bikin Geger, Firdaus Oiwobo Kini Ngaku Keluarga Jokowi

Entertainment | Rabu, 12 Maret 2025 | 08:45 WIB

Terkini

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB