Sorot Ide 'Lucu' Prabowo, ICW: Penjara di Pulau Terpencil Malah Bikin Napi Korupsi Semakin Sulit Diawasi

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 14 Maret 2025 | 16:23 WIB
Sorot Ide 'Lucu' Prabowo, ICW: Penjara di Pulau Terpencil Malah Bikin Napi Korupsi Semakin Sulit Diawasi
Presiden RI Prabowo Subianto berencana buat penjara di pulau terpencil untuk koruptor. (ANTARA/Livia Kristianti)

Suara.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Tibiko Zabar, pesimis penjara terpencil khusus koruptor yang dimau Presiden Prabowo Subianto bisa membuat efek jera. Sebaliknya, penjara terpencil tersebut malah membuat narapidana korupsi semakin sulit untuk dipantau.

Ketidakyakinan Tibiko beralasan. Sebab selama ini praktik korupsi juga terjadi sampai di dalam lapas.

"Adanya penjara khusus di pulau terpencil justru potensial membuat napi korupsi semakin tidak terpantau dan sulit diawasi. Sebab hari ini, dugaan korupsi juga terjadi dalam lapas korupsi," kata Tibiko kepada Suara.com, Jumat (14/3/2025).

Koordinator Divisi Kampanye ICW itu menyoroti rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pernjara di pulau terpencil. Ia melihat ide kepala negara tersebur terkesan lucu.

"Wacana membangun penjara di pulau terpencil ini lucu dan terkesan jadi ide yang cemerlang membuat geger. Padahal, dalam faktanya persoalan penjara koruptor hari ini saja masih jadi masalah besar. Sudah jadi rahasia umum, penjara bagi pelaku korupsi mendapatkan fasilitas yg mewah," kata Tibiko.

Ketimbang membangun penjara di pulau terpencil, Tibiko menyarankan Prabowo untuk membuat jera koruptor dengan cara lain. Salah satunya melalui upaya memiskinkam koruptor.

"Pak Prabowo harus ingat dan pelajari kembali bahwa jika ingin membuat jera koruptor ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan memiskinkan koruptor, merampas aset hasil kejahatan korupsi. Makanya, RUU Perampasan Aset jadi penting segera dibahas dan disahkan," kata Tibiko.

Sebelumnya, Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto menilai penajara di pulau terpencil tidak bisa membuat efek jera terhadap koruptor. Menurutnya pemerintah seharusnya lebih fokus untuk memiskiskan para koruptor terlebih dahulu.

Hal ini disampaikan Agus menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun penjara di pulau terpencil untuk narapidana korupsi. Agus menyampaikan seharusnya pemerintah lebih mengutamakan memiskinkan koruptor lewat pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset.

Ilustrasi Koruptor. [Antara]
Ilustrasi Koruptor. [Antara]

"Pendekatan pemberantasan korupsi sekarang ini lebih fokus pada pemiskinan koruptor, salah satunya dengan perampasan aset," kata Agus kepada Suara.com, Jumat (14/3/2025).

Bila fokus utama untuk memiskinkam koruptor sudah dilakukan lewat perampasan aset, setelahnya pemerintah bisa memikirkan untuk memberi efek jera dalam bentuk lainnya, termasuk penjara di pulau terpencil.

"Kalau hal ini sudah dilakukan baru ditambah efek jeranya dengan pemenjaraan, mau di pulau terpencil atau penjara maksimum," kata Agus.

Bikin Penjara Khusus

Presiden Prabowo Subianto berencana membuat penjara di pulau terpencil dengan lautan yang dipenuhi hiu untuk menampung para koruptor berhasil ditangkap.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat acara peluncuran mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN langsung ke rekening guru di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Berencana Cari Pulau Untuk Penjara Koruptor : Biar Bertemu Hiu

Prabowo Berencana Cari Pulau Untuk Penjara Koruptor : Biar Bertemu Hiu

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 15:38 WIB

Sebelum Kirim ke Penjara Terpencil yang Ada Hiu, ICW Sarankan Prabowo Miskinkan Koruptor Dulu

Sebelum Kirim ke Penjara Terpencil yang Ada Hiu, ICW Sarankan Prabowo Miskinkan Koruptor Dulu

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 14:24 WIB

Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN, Fedi Nuril Sindir Pedas: Pengalaman Filmnya Nggak Jelas!

Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN, Fedi Nuril Sindir Pedas: Pengalaman Filmnya Nggak Jelas!

Video | Jum'at, 14 Maret 2025 | 15:40 WIB

Sinyal Bahaya di Balik Defisit APBN Awal Tahun 2025, Benarkah Bisa Berujung Impeachment?

Sinyal Bahaya di Balik Defisit APBN Awal Tahun 2025, Benarkah Bisa Berujung Impeachment?

Liks | Jum'at, 14 Maret 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB