Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Demi Wujudkan Kesejahteraan Petani

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Rabu, 19 Maret 2025 | 07:55 WIB
Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim Demi Wujudkan Kesejahteraan Petani
Kerja sama Tani Merdeka dengan Bulog Jatim. (Dok: Bulog)

Suara.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia bersama Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur resmi menjalin kerjasama strategis yang bertujuan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Timur.

Dalam acara yang diadakan di Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (17/3/2025) kemarin, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menyerap hasil panen gabah dari petani, sehingga dapat memperlancar distribusi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Selain itu, kerjasama tersebut juga untuk mengawal dan mendukung Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) para petani menjadi Rp6.500 per kilogram melalui Perum Bulog.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk membantu pemerintah, khususnya Bulog, dalam menyerap hasil panen gabah dari petani. Hal tersebut merupakan komitmen organisasinya sesuai dengan arahan Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia Sudaryono untuk terus bergerak mewujudkan kesejahteraan petani di Indonesia.

"Ini merupakan komitmen kita untuk bersama berjuang mewujudkan kesejahteraan petani, sesuai dengan arahan ketua dewan pembina kami di Tani Merdeka Indonesia Mas Sudaryono yang kini merupakan Wakil Menteri Pertanian dan juga Ketua Dewas Bulog," Kata Don Muzakir dalam keterangannya, Selasa (18/3/2025).

Menurut Don, Tani Merdeka Indonesia telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak di berbagai daerah di Jawa Timur untuk menjembatani antara petani dengan Bulog.

“Dengan adanya kerjasama ini, kami berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik, salah satunya melalui penyerapan gabah yang optimal. Kami ingin memastikan bahwa hasil panen petani bisa terserap dengan baik oleh Bulog, agar stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga,” ujar Don Muzakir.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinungroho, memberikan apresiasi tinggi kepada Tani Merdeka Indonesia yang telah bersedia berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan di Jawa Timur.

Menurut Langgeng, kerjasama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas penyerapan gabah di tingkat lokal serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.

“Melalui kerjasama strategis ini, kita berharap dapat meningkatkan efisiensi penyerapan gabah dari petani dan mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Jawa Timur, khususnya dalam memastikan pasokan beras yang cukup untuk masyarakat,” jelas Langgeng.

Bulog sendiri berperan dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, dan memastikan pasokan pangan bagi masyarakat tetap aman. Dengan adanya kolaborasi dengan Tani Merdeka Indonesia, Bulog semakin optimis dalam mencapai target swasembada pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Chusni Mubarok. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan dukungannya terhadap kerjasama antara Bulog dan Tani Merdeka Indonesia.

Chusni menegaskan bahwa kerjasama ini sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jawa Timur.

“Pencapaian swasembada pangan di Jawa Timur menjadi prioritas utama, dan kerjasama ini merupakan langkah positif untuk memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang adil dan hasil panennya dapat terserap dengan baik. Kami dari DPRD Jatim akan terus mendukung upaya-upaya seperti ini agar target swasembada pangan bisa tercapai dengan optimal,” kata Chusni.

Sebagai Wakil Ketua Komisi B, yang membidangi masalah ekonomi dan pertanian, Chusni berharap kerjasama ini dapat memperkuat sektor pertanian di Jawa Timur, terutama dalam hal distribusi dan pengelolaan hasil pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan ke Kalimantan Selatan, Mentan Amran: Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional!

Kunjungan ke Kalimantan Selatan, Mentan Amran: Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional!

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:28 WIB

Tiga BUMN Merubah Bisnis dari Konstruksi ke Pangan

Tiga BUMN Merubah Bisnis dari Konstruksi ke Pangan

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 09:10 WIB

Lonjakan Harga Pangan di Ramadan 2025: Siapa yang Paling Dirugikan?

Lonjakan Harga Pangan di Ramadan 2025: Siapa yang Paling Dirugikan?

Your Say | Selasa, 18 Maret 2025 | 06:54 WIB

Waka Komisi IV DPR Sentil Menteri Prabowo Tak Kompak Respon Temuan Beras Berkutu: Koordinasi Mahal!

Waka Komisi IV DPR Sentil Menteri Prabowo Tak Kompak Respon Temuan Beras Berkutu: Koordinasi Mahal!

News | Senin, 17 Maret 2025 | 17:05 WIB

Beras Impor di Gudang Bulog Banyak Kutu, Masih Layak Konsumsi?

Beras Impor di Gudang Bulog Banyak Kutu, Masih Layak Konsumsi?

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 13:53 WIB

Akui Banyak Kutu, Bulog: Beras Komoditas Pangan Rawan Hama

Akui Banyak Kutu, Bulog: Beras Komoditas Pangan Rawan Hama

Bisnis | Senin, 17 Maret 2025 | 12:43 WIB

Terkini

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB

Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah

Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:30 WIB

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:24 WIB

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB

Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu

Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:45 WIB

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:22 WIB

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:04 WIB

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:58 WIB

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:57 WIB