Lebanon Selatan Memanas! Israel Serang Balik Setelah Roket Ditembakkan

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Sabtu, 22 Maret 2025 | 17:42 WIB
Lebanon Selatan Memanas! Israel Serang Balik Setelah Roket Ditembakkan
Israel menyerang Lebanon Selatan usai lakukan perjanjian gencatan senjata (X/Narasi_winda)

Suara.com - Tembakan artileri dan serangan udara Israel menghantam Lebanon selatan pada hari Sabtu setelah Israel mengatakan telah mencegat roket yang ditembakkan dari seberang perbatasan, yang mengancam gencatan senjata yang tidak stabil yang mengakhiri perang selama setahun antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah.

Konflik itu menandai luapan paling mematikan dari perang Gaza, yang bergemuruh melintasi perbatasan selama berbulan-bulan sebelum meningkat menjadi serangan Israel yang membara yang menyapu bersih komandan-komandan utama Hizbullah, banyak pejuangnya, dan sebagian besar persenjataannya.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam memperingatkan tentang dimulainya kembali pertempuran setelah serangan itu.

"Semua tindakan keamanan dan militer harus diambil untuk menunjukkan bahwa Lebanon memutuskan masalah perang dan perdamaian," tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).
Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).

Militer Israel mengatakan sebelumnya telah mencegat tiga roket yang diluncurkan dari sebuah distrik Lebanon sekitar 6 km (4 mil) di utara perbatasan, peluncuran lintas batas pertama sejak gencatan senjata yang ditengahi AS pada bulan November mengakhiri pertempuran itu.

Radio Angkatan Darat Israel mengatakan militer membalas tembakan artileri. Kantor berita pemerintah Lebanon mengatakan artileri Israel menghantam dua kota di Lebanon selatan dan serangan udara menghantam tiga kota lain yang lebih dekat ke perbatasan.

Israel tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas peluncuran lintas batas tersebut. Hizbullah tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Hizbullah tidak boleh memiliki senjata di Lebanon selatan, pasukan Israel harus ditarik dari wilayah tersebut, dan pasukan Lebanon harus dikerahkan ke wilayah tersebut.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa pemerintah Lebanon bertanggung jawab untuk membongkar semua infrastruktur militer di Lebanon selatan dan menyita semua senjata yang tidak sah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemerintah Lebanon bertanggung jawab atas roket yang ditembakkan ke kota perbatasan Metula.

Ilustrasi bendera Israel (Unsplash/taylor brandon)
Ilustrasi bendera Israel (Unsplash/taylor brandon)

"Kami tidak akan mengizinkan tembakan roket dari Lebanon ke komunitas Galilea. Kami menjanjikan keamanan bagi komunitas Galilea - dan itulah yang akan terjadi. Aturan untuk Metula adalah aturan untuk Beirut," kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri pemboman dan operasi darat Israel yang gencar di Lebanon serta serangan roket harian Hizbullah ke Israel. Namun, masing-masing pihak saling menuduh karena gagal melaksanakan kesepakatan tersebut secara penuh.

Israel mengatakan Hizbullah masih memiliki infrastruktur militer di selatan, sementara Lebanon dan Hizbullah mengatakan Israel menduduki wilayah Lebanon dengan terus melakukan beberapa serangan udara dan menempatkan pasukannya di lima posisi puncak bukit dekat perbatasan.

Israel vs Hizbullah

Militer Israel melaporkan telah menyerang lima anggota Hizbullah dalam tiga insiden terpisah di Lebanon selatan sejak 15 Maret. Dalam salah satu insiden pada hari Minggu, militer Israel mengatakan telah menyerang dua anggota Hizbullah "yang bertugas sebagai operasi pengamatan dan mengarahkan kegiatan teroris". Sumber keamanan di Lebanon mengatakan lima anggota Hizbullah tewas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirasa Sudah Gawat, Jerman, Prancis, Inggris Kompak Desak Israel Lakukan Ini di Gaza

Dirasa Sudah Gawat, Jerman, Prancis, Inggris Kompak Desak Israel Lakukan Ini di Gaza

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 15:29 WIB

"Penggembalaan Mematikan", Bagaimana Pemukim Israel Merebut Tepi Barat dengan Kedok Ternak

"Penggembalaan Mematikan", Bagaimana Pemukim Israel Merebut Tepi Barat dengan Kedok Ternak

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 14:05 WIB

Israel Habisi Kepala Intelijen Hamas di Gaza Selatan: Eskalasi Perang Tak Terhindarkan?

Israel Habisi Kepala Intelijen Hamas di Gaza Selatan: Eskalasi Perang Tak Terhindarkan?

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:54 WIB

Suriah Terjebak Krisis Paling Serius di Dunia: 16,5 Juta Orang Butuh Bantuan Mendesak

Suriah Terjebak Krisis Paling Serius di Dunia: 16,5 Juta Orang Butuh Bantuan Mendesak

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:43 WIB

Warna-warni Lebaran di Berbagai Belahan Dunia, Tradisi Unik yang Patut Diketahui

Warna-warni Lebaran di Berbagai Belahan Dunia, Tradisi Unik yang Patut Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:05 WIB

Ratusan Massa Bela Palestina Demo di Kedubes AS

Ratusan Massa Bela Palestina Demo di Kedubes AS

Foto | Jum'at, 21 Maret 2025 | 23:05 WIB

Terkini

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:38 WIB

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:30 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:20 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:49 WIB

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:35 WIB