CEK FAKTA: Klaim Garam Himalaya Dapat Meredakan Asam Lambung

Denada S Putri

Selasa, 25 Maret 2025 | 23:11 WIB
CEK FAKTA: Klaim Garam Himalaya Dapat Meredakan Asam Lambung
Ilustrasi garam Himalaya, mitosnya bisa meredakan asam lambung. [Ist]

Manfaat Garam Himalaya

Beberapa klaim manfaat garam Himalaya yang sering disebutkan meliputi:

  • Menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh
  • Meningkatkan hidrasi
  • Membantu detoksifikasi tubuh
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Mengurangi kram otot

Meskipun garam Himalaya memang mengandung berbagai mineral, jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan harian manusia. Oleh karena itu, manfaatnya tidak jauh berbeda dengan garam biasa.

Mitos dan Fakta

Banyak mitos soal manfaat garam himalaya. Salah satunya soal meredakan asam lambung. Berikut beberapa mitos dan fakta tersebut:

  1. Mitos: Garam Himalaya Bisa Meredakan Asam Lambung
    Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa garam Himalaya dapat mengatasi asam lambung. Justru, konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko naiknya asam lambung karena dapat menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan tekanan di dalam perut.
  2. Mitos: Garam Himalaya Lebih Sehat dari Garam Biasa
    Fakta: Kandungan mineral dalam garam Himalaya memang lebih banyak dibandingkan garam meja biasa, tetapi dalam jumlah yang sangat kecil sehingga manfaat kesehatannya tidak signifikan.
  3. Mitos: Garam Himalaya Bisa Mengurangi Tekanan Darah
    Fakta: Sama seperti garam lainnya, garam Himalaya mengandung natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Garam Himalaya memang memiliki tampilan yang menarik dan mengandung beberapa mineral tambahan, tetapi manfaat kesehatannya tidak jauh berbeda dari garam biasa.

Klaim bahwa garam Himalaya dapat meredakan asam lambung atau memiliki efek kesehatan luar biasa perlu dikritisi dan tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Oleh karena itu, konsumsi garam, baik Himalaya maupun garam biasa, tetap perlu dibatasi sesuai anjuran kesehatan untuk menghindari risiko kesehatan seperti hipertensi dan gangguan pencernaan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Bank Mandiri Mengadakan Undiah Berhadiah 2025?

CEK FAKTA: Benarkah Bank Mandiri Mengadakan Undiah Berhadiah 2025?

Bisnis | Selasa, 25 Maret 2025 | 20:48 WIB

CEK FAKTA: Pagar Laut di Banten Berubah Jadi Pagar Beton

CEK FAKTA: Pagar Laut di Banten Berubah Jadi Pagar Beton

News | Selasa, 25 Maret 2025 | 17:45 WIB

Cek Fakta: Gibran Sebut Pemerintah Tak Berdosa karena Tak Sengaja Pakai Dana Haji

Cek Fakta: Gibran Sebut Pemerintah Tak Berdosa karena Tak Sengaja Pakai Dana Haji

News | Selasa, 25 Maret 2025 | 16:56 WIB

Terkini

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×