Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB
Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!
Aksi Suara Ibu Indonesia di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Siti Fauziah Saekhoni mengkritik keras kebijakan PPN 11 persen untuk pembalut.
  • Ia menegaskan pembalut adalah kebutuhan dasar perempuan dan kesehatan reproduksi, bukan barang mewah yang pantas dipajaki tinggi.
  • Pemerintah diminta membatalkan pajak tersebut agar tidak semakin memberatkan beban finansial masyarakat dalam mengakses hak dasar.

Suara.com - Juru Bicara Aksi Suara Ibu Indonesia, Siti Fauziah Saekhoni, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen pada produk sanitasi perempuan. Ia menilai pembalut merupakan kebutuhan dasar yang semestinya tidak dibebani pajak tinggi.

Kritik itu disampaikan Siti Fauziah, yang dikenal sebagai pemeran Bu Tejo dalam film Tilik, saat mengikuti aksi massa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026).

Perempuan yang akrab disapa Ozie itu mempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengenakan pajak terhadap produk sanitasi perempuan. Menurutnya, pembalut bukan barang mewah, melainkan kebutuhan biologis dan kesehatan reproduksi yang harus dipenuhi perempuan setiap bulan.

"Pajak pembalut naik jadi 11 persen? Itu kurang ajar banget, kurang ajar banget. Ketoke iki pancen ra duwe utek (kayaknya ini emang enggak punya otak)," kata Ozie.

Ia menilai pemerintah seharusnya bisa membedakan barang mewah dengan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, pembalut tidak semestinya diperlakukan seperti komoditas yang konsumsinya bisa ditunda.

"Kalau misalnya barang mewah dipajaki enggak apa-apa, tapi kalau pembalut itu kan kebutuhan dasar ya untuk perempuan gitu," tegasnya.

Ozie juga menyoroti beban masyarakat yang dinilai semakin berat ketika kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan pun dikenai pajak.

Ia mempertanyakan kebijakan yang justru membuat perempuan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

"Ya jangan sampai kita untuk mengakses kebutuhan dasar aja dipajaki sebegitu tingginya, kurang ajar aja gitu loh," ujarnya.

baca juga

Menurut Ozie, pengenaan pajak terhadap produk sanitasi perempuan menunjukkan persoalan dalam menentukan prioritas kebijakan. Ia menilai kebutuhan mendasar perempuan semestinya menjadi perhatian pemerintah, bukan justru dibebani pungutan.

"Maksudku ya ini bagian dari tidak bisa memakai otak itu tadi lho. Tidak ngerti prioritas," cetusnya.

Ia pun meminta pemerintah tidak mengutak-atik kebutuhan dasar perempuan hanya demi menambah penerimaan negara. Menurutnya, akses terhadap produk sanitasi seharusnya dijamin agar tidak semakin membebani masyarakat.

"Harusnya yang menjadi hak dasar tidak usah diutak-atik, eh malah dipajaki," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

Heboh PPN Pembalut 11 Persen, 14 Negara Ini Malah Gratiskan Pembalut untuk Warganya!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

×