Warganet Geram Lihat Warga di Jakbar Rela Antre untuk Tandatangani Petisi Dukung UU TNI Demi Sembako

Aprilo Ade Wismoyo, Faqih Fathurrahman

Senin, 31 Maret 2025 | 06:53 WIB
Warganet Geram Lihat Warga di Jakbar Rela Antre untuk Tandatangani Petisi Dukung UU TNI Demi Sembako
Warga di Jakbar Tandatangani petisi dukung UU TNI dan dapat Sembako (tangkapan layar)

Suara.com - Sejumlah warga terlihat mengantre sembako yang dibagikan dari sebuah truk berwarna kuning, di kawasan Jakarta Barat. Dalam pembagian itu, warna diminta menandatangani spanduk yang bertuliskan ‘Kami warga Jakarta Barat mendukung UU TNI’.

Video ini viral usai diunggah di akun sosial media. Salah satu akun Instagram yang membagikan video ini yakni @utoh_***.

Dalam video yang diunggahnya terlihat antrean warga mengular di belakang truk yang mengangkut paket sembako yang dikemas dalam plastik merah.

Warga yang sudah di pososi depan antrean kemudian diberikan spidol, dan menandatangani spanduk yang berisi soal setujunya warga terhadap UU TNI. Seolah-olah warga membuat petisi persetujuan.

Setelah menandatangani spaduk dengan dasar warna putih ini, warga mendapat satu paket sembako meski tidak diketahui isinya.

“Begitu mudah dibodohi kalau masalah makan,” tulis akun @utoh_***.

Sementara itu, warganet ikut berkomentar soal kejadian ini. Mereka geram melihat warga yang belum tentu mengerti akar persoalan dan bahaya laten dwifungsi militer justru malah diminta menandatangani petisi seolah setuju dengan UU TNI yang baru saja disahkan.

“Giliran yang demo dibilang mahasewa, lah ini? Lagian b*gok banget cuma dikasi sembako segitu doang,” tulis akun @hus****.

Massa Mahasiswa dari berbagai universitas saat menggelar aksi menolak RUU TNI di Kawasan DPR, Jakarta, Kamis (20/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa Mahasiswa dari berbagai universitas saat menggelar aksi menolak RUU TNI di Kawasan DPR, Jakarta, Kamis (20/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sementara itu, warganet justru berempati kepada masyarakat yang mungkin tidak mengetahui sesuatu yang mendalam, harus dibodohi. Ia menilai sebagian masyarakat terpaksa mau menandatangani spanduk tersebut agar mendapat sembako akibat kemiskinan, bukan kebodohan.

baca juga

“Beberapa mungkin terpaksa karena kemiskinan buka kebodohan. Yang jahat pemerintah, sudah gak bisa meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Eh malah memanfaatkan kemiskinan masyarakatnya untuk kepentingan politik RUU TNI ini. Itu sejahat-jahatnya pemimpin,” beber akun @faj***.

Ada juga warganet yang berkomentar, jika Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti tidak akan pernah tercapai lantaran mental masyarakat yang seperti ini. Secara tidak langsung, saat ini mental masyarakat Indonesia sedang dijajah oleh pemerintah sendiri.

“Sumpah, Indonesia gak akan pernah maju bro, mau sampe 2045 yang katanya Indonesia emas itu cuma hayalan aja, emang negaranya bisa maju, tapi dijajah sama londo ireng dan 9 naga,” tandasnya.

Aksi Tolak UU TNI Disorort media internasional

Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang baru saja disahkan telah memicu protes besar-besaran di Indonesia dan menarik perhatian media internasional. Berikut adalah daftar media internasional yang wartakan aksi batalkan UU TNI dan tolak RUU Polri.

Pengesahan revisi Undang-Undang (UU) TNI pada 20 Maret 2025 oleh DPR RI memicu gelombang kritik dan kekhawatiran dari berbagai elemen masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi TNI, yang pernah menjadi ciri khas pemerintahan Orde Baru.

Berbagai laporan menyoroti dampak kebijakan ini serta respons keras dari aparat terhadap aksi protes yang terjadi di berbagai daerah, hingga diliput oleh media internasional.

Selain liputan mengenai aksi protes, beberapa media internasional juga menyoroti tindakan represif terhadap jurnalis yang meliput aksi demonstrasi. Berikut daftarnya.

Beberapa media lain seperti Mo* Magazine dan RT (Russia Today) juga melaporkan aksi protes menolak UU TNI dan RUU Polri. Red Media menyoroti tindakan keras polisi dalam membubarkan demonstrasi, termasuk penggunaan meriam air dan dugaan kehadiran agen intelijen bersenjata di lokasi protes.

Liputan media internasional terhadap revisi UU TNI dan aksi protes di Indonesia menunjukkan bahwa isu ini telah menjadi perhatian global.

Itulah daftar media internasional yang turut memberitakan aksi batalkan UU TNI dan tolak RUU Polri baru-baru ini, Berbagai laporan mengungkapkan kekhawatiran terhadap potensi meningkatnya kekuatan militer dalam urusan sipil, yang dikhawatirkan dapat mengancam demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

Selain itu, tindakan represif terhadap jurnalis dan media semakin memperkuat kekhawatiran akan kebebasan pers di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blokade Total Gaza: Ibu-Ibu Terpaksa Masak dengan Kardus Demi Hidangkan Kue Idul Fitri

Blokade Total Gaza: Ibu-Ibu Terpaksa Masak dengan Kardus Demi Hidangkan Kue Idul Fitri

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 16:27 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?

CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:47 WIB

Represi Aparat dan Hilangnya Ruang Demokrasi: Akankah Sejarah Berulang?

Represi Aparat dan Hilangnya Ruang Demokrasi: Akankah Sejarah Berulang?

Your Say | Sabtu, 29 Maret 2025 | 11:47 WIB

Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?

Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 20:37 WIB

Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?

Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 19:52 WIB

Giliran Emak-emak Turun ke Jalan Tolak UU TNI

Giliran Emak-emak Turun ke Jalan Tolak UU TNI

Foto | Jum'at, 28 Maret 2025 | 19:33 WIB

Terkini

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

×