Menlu Sugiono Pastikan Belum Ada WNI yang Menjadi Korban Jiwa dalam Musibah Gempa Myanmar

Aprilo Ade Wismoyo, Faqih Fathurrahman

Kamis, 03 April 2025 | 23:17 WIB
Menlu Sugiono Pastikan Belum Ada WNI yang Menjadi Korban Jiwa dalam Musibah Gempa Myanmar
Menteri Luar Negeri Sugiono. [ANTARA]

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar, pasca gempa bumi dahsyat dengan kekuatan 7,7 magnitudo.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, bantuan yang dikirimkan sebagian besar merupakan logistik dan perlatan yang dibutuhkan oleh pemerintah maupun masyarakat Myanmar yang terdampak, diantaranya shelter, alat kesehatan, hingga obat-obatan.

“Kita mengirimkan sebagian besar dari bantuan tersebut dari apa yang mereka butuhkan berdasarkan hasil rapat bersama Kementerian Luar Negeri negara-negara Asean beberapa waktu lalu,” kata Sugiono, dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Sugiono mengatakan, jumlah korban dalam musibah ini terus bertambah. Sejauh ini, terdapat 2.886 korban jiwa dan 4.346 luka-luka, dan 300 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. 

Meski demikian, Sugiono mengatakan belum ada laporan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. 

“Kami berharap seluruh WNI di sana dalam kondisi baik,” ucap Sugiono.

Bantuan Tahap Ketiga

Pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan pengiriman tahap ketiga dari Pemerintah Indonesia. 

Sebelumnya telah dikirimkan bantuan personel dari INASAR untuk membantu melaksanakan penanganan darurat, pada Selasa (1/4) lalu.

baca juga

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pengiriman bantuan yang merupakan tahap ketiga ini menggunakan dua pesawat, yakni pesawat cargo dan Garuda Indonesia. 

Adapun rincian bantuan senilai 20 miliar Rupiah ini di antaranya meliputi makanan siap saji, alat kesehatan, hygiene kit, obat-obatan, selimut, velbed, kasur lipat, tenda pengungsi, toilet portable, hingga peralatan dapur umum. 

Selain logistik dan peralatan, Pemerintah Indonesia juga berkomitmen membantu dengan menerjunkan personel gabungan sebanyak 157 personel, di mana 92 orang di antaranya sudah berada di Myanmar, dan 65 orang selebihnya akan diberangkatkan hari ini termasuk tim Emergency Medical Team (EMT). 

“Personel yang akan berangkat hari ini ada 65 orang. Kemudian gabungan terdiri dari Kementerian Lembaga ada dari Kemenko PMK, Kemenkes, BNPB, Baznas, dan Basarnas,” ucapnya.

“Untuk logistik cukup besar ada 124 ton. yang sudah ada di Myanmar ada sekitar 24 ton lebih yaitu barang dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan yang saat ini ada di Myanmar, perlengkapan juga Basarnas dilengkapi dengan dua kendaraan truk dan genset yang sebagian sudah di Myanmar dan sebagian kita bawa sekarang,” imbuh Suharyanto. 

Suharyanto mengatakan, dengan adanya bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat mengurangi beban dan penderitaan masyarakat Myanmar yang terdampak. 

Menteri Luar Negeri Sugiono beserta rombongan saat mengecek kesiapan logistik bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (3/4/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)
Menteri Luar Negeri Sugiono beserta rombongan saat mengecek kesiapan logistik bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (3/4/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

Bantuan dari Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) berperan dalam menyalurkan bantuan pangan untuk meringankan kebutuhan para korban gempa yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025.

Mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia menunjukkan solidaritasnya dalam membantu negara sahabat yang terdampak bencana.

"Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan di tengah situasi bencana, Kementan mengirimkan 15 ton bahan pangan," kata Agung saat melepas bantuan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis.

Bantuan tersebut terdiri dari 5 ton susu UHT yang disuplai oleh tujuh perusahaan dari Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), termasuk Frisian Flag Indonesia, Nestlé Indonesia, Ultra Jaya, dan Cimory. Selain itu, ada 5 ton sosis siap santap dari Japfa Comfeed dan Charoen Pokphand, serta 5 ton minyak goreng dari Wilmar dan Asianagro Agungjaya. Seluruh bantuan ini disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sektor swasta.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 guncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3/2025). [X/@SiriOfficialX]
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 guncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3/2025). [X/@SiriOfficialX]

Agung menekankan bahwa bantuan ini mencerminkan kepedulian Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Myanmar. "Kami berharap bantuan ini dapat mencukupi kebutuhan pangan warga yang terdampak dan memberikan sedikit kelegaan di saat-saat sulit ini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sesuai arahan Menteri Amran, bantuan pangan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk senantiasa siap membantu negara-negara sahabat yang mengalami bencana. "Seperti yang telah disampaikan Bapak Mentan Amran kepada kami, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar kita segera bergerak dalam menyalurkan bantuan, terutama pangan yang sangat diperlukan di masa darurat," jelasnya.

Agung mengungkapkan bahwa tindakan ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab Indonesia sebagai bangsa yang besar. Bantuan ini merupakan bagian dari pengiriman bantuan kemanusiaan Indonesia yang totalnya mencapai 124 ton dengan nilai sekitar 1,2 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Sugiono, saat pelepasan bantuan, menekankan komitmen Indonesia untuk selalu siap membantu negara yang sedang membutuhkan. "Indonesia segera responsif dalam menghadapi bencana di negara sahabat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan mendukung proses pemulihan pasca-bencana," kata Sugiono.

Pengiriman bantuan ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Human Initiative, dan Rumah Zakat. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, Indonesia terus aktif dalam aksi kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biodata Navarone Foor, Pemain Keturunan Belanda-Pulau Kei Tiba-tiba Jadi WNI

Biodata Navarone Foor, Pemain Keturunan Belanda-Pulau Kei Tiba-tiba Jadi WNI

Bola | Kamis, 03 April 2025 | 17:12 WIB

Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai 3.000, Gencatan Senjata Diumumkan Demi Penyelamatan

Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai 3.000, Gencatan Senjata Diumumkan Demi Penyelamatan

News | Kamis, 03 April 2025 | 16:26 WIB

Konvoi Palang Merah China Ditembaki, Menlu Pastikan Bantuan Indonesia Tetap Sampai ke Myanmar

Konvoi Palang Merah China Ditembaki, Menlu Pastikan Bantuan Indonesia Tetap Sampai ke Myanmar

News | Kamis, 03 April 2025 | 12:27 WIB

Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?

Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?

News | Kamis, 03 April 2025 | 12:11 WIB

Tragis! Ratusan Warga Muslim Myanmar Jadi Korban Gempa saat Salat Dalam Masjid

Tragis! Ratusan Warga Muslim Myanmar Jadi Korban Gempa saat Salat Dalam Masjid

News | Rabu, 02 April 2025 | 15:47 WIB

Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok

Bantu Korban Gempa Myanmar, Menlu Bakal Kirim Bantuan Besok

News | Rabu, 02 April 2025 | 14:31 WIB

Terkini

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

×