Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?

Aprilo Ade Wismoyo

Jum'at, 04 April 2025 | 18:35 WIB
Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?
Ilustrasi keadaan di Suriah. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Menyusul serangkaian serangan udara Israel yang intensif di Damaskus dan bandara di Homs dan Hama, serta serangan darat ke kota Nawa dekat Daraa, pejabat Israel pada hari Kamis meningkatkan retorika mereka, mengeluarkan ancaman baru kepada pimpinan Suriah dan memperingatkan tindakan militer lebih lanjut—kali ini dengan mengutip kekhawatiran atas aktivitas militer Turki di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyuarakan kekhawatiran khusus atas meningkatnya peran Turki di Suriah, Lebanon, dan sekitarnya. Berbicara pada konferensi pers di Paris, ia berkata: "Mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk mengubah Suriah menjadi protektorat Turki. Itu jelas niat mereka."

Israel Katz, Menteri Perahanan Israel
Israel Katz, Menteri Perahanan Israel

Menteri Pertahanan Israel Katz menggemakan sentimen ini, dengan menyatakan bahwa Israel "tidak akan membiarkan Damaskus menjadi ancaman keamanan" bagi Israel.

Meningkatnya Kekhawatiran Atas Jejak Militer Turki di Suriah

Pejabat militer di Tel Aviv mengonfirmasi bahwa Israel melihat meningkatnya kehadiran militer Turki di Suriah sebagai masalah serius. Ketakutan mereka bersumber dari dua isu utama: pertama, upaya Ankara yang dilaporkan untuk membangun kembali tentara Suriah sesuai dengan model militernya yang dimodernisasi; dan kedua, tujuan nyatanya untuk membangun pijakan militer jangka panjang di wilayah Suriah.

Sumber pertahanan Israel menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Turki beroperasi berdasarkan doktrin perang darat tradisional, yang menampilkan divisi lapis baja berskala besar dan unit infanteri yang diperlengkapi dengan baik—mirip dengan gaya militer Rusia. Hal ini berbeda dengan militer Israel, yang sangat bergantung pada superioritas udara dan telah lama kurang berinvestasi dalam pasukan darat.

Mengingat perbedaan ini, setiap pengerahan pasukan Turki yang signifikan di Suriah dapat menimbulkan tantangan langsung terhadap operasi Israel dan meningkatkan risiko konfrontasi.

Sementara serangan udara Israel baru-baru ini menargetkan sebagian besar lokasi militer Suriah yang sudah lama tidak beroperasi—banyak di antaranya telah diserang berulang kali selama bertahun-tahun—serangan tersebut menandakan pergeseran strategis yang lebih luas.

Setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, militer Israel telah beralih dari posisi defensif berupa pencegahan dan penahanan. Sebagai gantinya, militer telah menganut doktrin yang lebih agresif yang dibangun di sekitar tindakan pencegahan.

baca juga

Pergeseran ini semakin ditegaskan oleh pengangkatan kepala staf baru dari Korps Lapis Baja—yang pertama dalam tiga dekade—yang menandakan penekanan baru pada operasi darat dan inisiatif ofensif.

Bukan Sekadar Pesan untuk Turki

Bendera Turki berkibar di Istanbul (Shutterstock).
Bendera Turki berkibar di Istanbul (Shutterstock).

Terlepas dari pesan seputar kehadiran Turki, para analis mengatakan gelombang aksi militer Israel baru-baru ini juga melayani tujuan geopolitik yang lebih luas.

Setelah gagal membujuk Washington untuk menekan Ankara agar mengurangi keterlibatannya di Suriah, Israel sekarang tampaknya bertekad untuk menegaskan garis merahnya sendiri secara militer. Serangan udara terhadap Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah di Damaskus—sebuah fasilitas yang telah dihancurkan beberapa kali sejak 2018—secara luas dipandang sebagai simbolis.

Pejabat Israel mengatakan target serangan itu adalah Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa, yang terus disebut intelijen Israel dengan nama samaran sebelumnya, Abu Mohammad al-Jolani. Dengan melancarkan serangan selama hari raya Idul Fitri, Israel bermaksud mengirim pesan yang jelas: tidak akan ada kembalinya keadaan normal di Suriah tanpa memperhitungkan kepentingan Israel.

Di antara kepentingan tersebut adalah normalisasi. Bulan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kembali keinginannya untuk melihat Suriah dan Lebanon bergabung dengan Perjanjian Abraham dan menjalin hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan Orang di Sekolah Gaza: Hamas Jadikan Warga Sipil Tameng?

Serangan Udara Israel Tewaskan Puluhan Orang di Sekolah Gaza: Hamas Jadikan Warga Sipil Tameng?

News | Jum'at, 04 April 2025 | 17:08 WIB

Israel Tewaskan Komandan Hamas dalam Serangan Drone di Lebanon

Israel Tewaskan Komandan Hamas dalam Serangan Drone di Lebanon

News | Jum'at, 04 April 2025 | 17:03 WIB

Gaza Terancam Terbelah: Netanyahu Umumkan Rencana Koridor Militer Kontroversial

Gaza Terancam Terbelah: Netanyahu Umumkan Rencana Koridor Militer Kontroversial

News | Kamis, 03 April 2025 | 18:16 WIB

Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak

Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak

News | Kamis, 03 April 2025 | 18:02 WIB

Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata

Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata

News | Kamis, 03 April 2025 | 16:10 WIB

Doa dan Air Mata di Lebanon Selatan: Idul Fitri di Tengah Gempuran Israel

Doa dan Air Mata di Lebanon Selatan: Idul Fitri di Tengah Gempuran Israel

Video | Rabu, 02 April 2025 | 22:32 WIB

Terkini

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:22 WIB

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:13 WIB

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB