CEK FAKTA: Apakah Lumpur Lapindo Benar-Benar Berhenti?

Denada S Putri

Selasa, 08 April 2025 | 23:18 WIB
CEK FAKTA: Apakah Lumpur Lapindo Benar-Benar Berhenti?
Lumpur Lapindo. [Ist]

Unggahan berisi klaim “lumpur lapindo berhenti menyembur” merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

CEK FAKTA: Apakah Lumpur Lapindo Benar-Benar Berhenti?
CEK FAKTA: Apakah Lumpur Lapindo Benar-Benar Berhenti?

Lumpur Lapindo: Bencana Industri Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Lumpur Lapindo atau biasa dikenal sebagai Semburan Lumpur Sidoarjo (Lusi) adalah salah satu bencana lingkungan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Bencana ini bermula pada 29 Mei 2006, ketika semburan lumpur panas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Asal Usul dan Dugaan Penyebab

Semburan ini terjadi tidak jauh dari lokasi pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas, sebuah perusahaan energi yang saat itu melakukan eksplorasi gas bumi di sumur Banjar Panji-1.

Dugaan awal menyebutkan bahwa kegiatan pengeboran menyebabkan tekanan bawah tanah yang tidak terkendali, sehingga memicu semburan lumpur panas dari kedalaman sekitar 3.000 meter.

Namun, terdapat dua versi besar mengenai penyebab bencana ini:

Kesalahan pengeboran oleh Lapindo Brantas, tanpa casing pelindung saat melintasi zona bertekanan tinggi.
Gempa bumi Yogyakarta pada 27 Mei 2006 yang diduga turut memicu pergerakan tekanan bawah tanah.

baca juga

Meskipun versi pertama lebih banyak dipegang oleh para ahli, perdebatan penyebab ini masih berlangsung hingga kini.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Semburan lumpur tidak berhenti hingga kini dan telah menenggelamkan lebih dari 16 desa di tiga kecamatan: Porong, Tanggulangin, dan Jabon. Ribuan rumah, sekolah, tempat ibadah, sawah, dan jalan raya—termasuk sebagian Jalan Tol Surabaya-Gempol—terkubur di bawah lumpur.

Dampaknya meliputi:

  • Sekitar 60.000 jiwa harus mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
  • Infrastruktur hancur, aktivitas ekonomi lumpuh.
  • Ancaman kesehatan akibat gas beracun seperti H2S (hidrogen sulfida) dan polusi udara.

Penanganan dan Kontroversi

Pemerintah pusat kala itu membentuk Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) untuk menangani dampak bencana.

PT Lapindo Brantas diminta bertanggung jawab atas ganti rugi dan penanganan teknis, namun pelaksanaannya menuai banyak kontroversi. Sebagian warga mengeluhkan pembayaran ganti rugi yang tidak sesuai atau terlambat.

Hingga kini, tanggul-tanggul darurat terus dibangun untuk menahan luapan lumpur. Lumpur pun masih aktif keluar dari pusat semburan, meski dengan intensitas yang lebih kecil dibanding awal kejadian.

Fenomena Alam dan Objek Studi

Fenomena Lumpur Lapindo menjadi objek studi penting bagi ahli geologi dunia karena keunikan dan skala bencananya.

Bahkan, para ilmuwan menyebut ini sebagai "gunung lumpur terbesar di dunia".

Beberapa peneliti memprediksi semburan ini bisa berlangsung hingga puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Budi Arie Bakal Kembalikan Dana Haji yang Dipakai IKN Rp 700 Triliun, Benarkah?

CEK FAKTA: Budi Arie Bakal Kembalikan Dana Haji yang Dipakai IKN Rp 700 Triliun, Benarkah?

News | Selasa, 08 April 2025 | 14:24 WIB

CEK FAKTA: Video Ricuh DPR untuk RUU Perampasan Aset Ternyata Hoaks

CEK FAKTA: Video Ricuh DPR untuk RUU Perampasan Aset Ternyata Hoaks

News | Minggu, 06 April 2025 | 21:16 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Pecat 55 Pejabat Kepala Daerah?

CEK FAKTA: Benarkah Prabowo Pecat 55 Pejabat Kepala Daerah?

News | Minggu, 06 April 2025 | 20:36 WIB

Terkini

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 16:47 WIB

×