KPAI Soroti Angka Putus Sekolah di Hardiknas 2025: 4 Juta Anak di Indonesia Tidak Bersekolah

Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:50 WIB
KPAI Soroti Angka Putus Sekolah di Hardiknas 2025: 4 Juta Anak di Indonesia Tidak Bersekolah
Ilustrasi siswa putus sekolah. (foto dok. ist)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan janji konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seiring momentum Hari Pendidikan Nasional.

Di balik berbagai perayaan dan seremonial, kenyataannya masih banyak jutaan anak Indonesia belum bisa menikmati hak dasarnya atas pendidikan serta akses gizi yang baik.

Komisioner KPAI Kluster Pendidikan, Waktu Luang, Budaya dan Agama, Aris Adi Leksono, mengingatkan bahwa masalah akses gizi bagi anak tidak bisa dilepaskan dari realitas ketimpangan sosial yang masih kuat di Indonesia.

Salah satu sorotan utamanya ialah masih ada 4 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah.

"Negara kita juga masih menghadapi angka putus sekolah yang mencapai 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah, yang sebagian dari data tersebut adalah anak anak disabilitas, anak berkebutuhan khusus serta anak gangguan kejiwaan dan perilaku karena berbagai sebab," kata Aris dalam keterangannya, Jumat (2/4/2025).

Data KPAI, ada tujuh daerah dengan angka putus sekolah tertinggi, di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Rata-rata ada tiga penyebab anak tidak sekilah, karena belum pernah bersekolah, keluar dari sekolah dan memilih tidak melanjutkan.

KPAI juga menyoroti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa pertumbuhan anak tertinggi bukan berada di keluarga tingkat atas dan menengah, tetapi berada di keluarga rentan miskin dan miskin.

"Dengan rata rata pendidikan 9 tahun yang di terima keluarga rentan miskin dan miskin. Kemudian sering berada dalam situasi pekerjaan yang tidak layak, tempat tinggal yang tidak layak dan sanitasi yang buruk," lanjut Aris.

Tingginya angka kelahiran itu, menurut Bappenas, menyebabkan munculnya angka kemiskinan ekstrim.

Baca Juga: Agar Hardiknas Berkesan: 7 Ide Merayakannya di Sekolah yang Edukatif dan Fun

Dia menekankan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam kondisi gizi buruk akan kesulitan belajar, baik di dalam kelas maupun dalam kehidupan. Pada akhirnya, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa perhatian terhadap aspek lain yang mendasar.

"Sehingga perlu keberpihakan terhadap akses gizi seimbang, termasuk susu," imbuh Aris.

Terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberi pesan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera jangan sampai mengalami putus sekolah. Kemendasmen kata dia, berupaya untuk terus membantu penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah.

Ia menyampaikan pesan tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 2 Mei.

“Jangan pernah merasa tidak ada biaya untuk belajar, jangan pernah merasa bahwa karena kekurangan biaya anak-anak harus berhenti sekolah. Insya Allah pemerintah akan berusaha membantu,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam sambutannya pada kegiatan Peninjauan untuk Mendukung Program Revitalisasi 10 Ribu Sekolah dan Perayaan Hardiknas 2025 di SDN 02-03 Leuwibatu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Jumat.

Ia menyebutkan salah satu bantuan dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat prasejahtera ialah bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI