Pakai Software Canggih, Rismon Sianipar Yakin Ijazah Jokowi Palsu saat Temukan Keanehan Ini

Lintang Siltya Utami

Selasa, 06 Mei 2025 | 13:29 WIB
Pakai Software Canggih, Rismon Sianipar Yakin Ijazah Jokowi Palsu saat Temukan Keanehan Ini
Foto ijazah Joko Widodo (Jokowi). (Twitter)

Suara.com - Ahli digital forensik Rismon Sianipar merasa semakin yakin jika ijazah yang dimiliki oleh Joko Widodo atau Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu.

Sebelumnya, Rismon Sianipar bersama dokter Tifa dan Roy Suryo sudah aktif menyoroti dugaan ijazah palsu milik Jokowi. Bahkan, ketiganya sempat datang ke UGM secara langsung untuk memeriksa skripsi yang ditulis mantan Presiden Republik Indonesia tersebut.

Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Refly Harun, Rismon Sianipar memamerkan software yang ia gunakan dalam menganalisis ijazah Jokowi.

Podcast berjudul "Ngakak! Kubu JKW Sendiri yang Bocorkan Kasus Ijazah?! Bukti makin Terang!" itu juga memuat pertanyaan Rismon Sianipar kepada pengacara yang ditunjuk Jokowi saat ini untuk menangani kasus dugaan ijazah palsu, Yakup Hasibuan.

Rismon Sianipar mengutip kembali ucapan Yakup Hasibuan yang menyebut bahwa ijazah Jokowi belum disebarkan kepada orang lain. Menurut Rismon, hal itu bertentangan karena Dian Sandi Utama mengaku memiliki fotokopi asli dari ijazah tersebut.

"Nah, kembali ke statementnya pengacara Pak Jokowi mengatakan bahwa Jokowi belum pernah menyebarkan ijazahnya kepada orang lain. Nah, pertanyaannya ada itu versi digital ijazah Jokowi ditampilkan di proyektor dalam bentuk slide ketika teman alumninya itu kumpul dan menunjukkan ijazahnya," kata Rismon Sianipar.

Pernyataan itu merujuk pada aksi tahun 2022 yang dilakukan oleh sejumlah rekan seangkatan Jokowi yang ramai-ramai menunjukkan ijazah mereka.

Sebagaimana diketahui, UGM pun merilis artikel tentang pertemuan tersebut, di mana Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (KAGAMAHUT) angkatan 1980 menggelar konferensi pers untuk mengonfirmasi status Jokowi sebagai salah satu alumnus pada 21 Oktober 2022.

Dalam video tersebut, Rismon Sianipar juga menunjukkan kemampuan software yang dibuatnya sendiri dalam mendeteksi gerakan.

baca juga

"Saya menggunakan penjejakan objek atau motion analysis atau motion detection pakai metodenya K-Nearest Neighbor, jadi setiap objek bergerak dalam video itu bisa dideteksi," jelasnya.

K-Nearest Neighbor sendiri merupakan algoritma yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya persamaan antara data baru dan data lama. Algoritma tersebut akan memasukkan data baru dalam kategori yang paling mirip dengan kategori yang telah ada sebelumnya.

Dalam kasus ini, Rismon Sianipar mengecek jejak stempel merah yang dibubuhkan pada foto di ijazah Jokowi.

"Di sini terlihat seperti ada kacamata karena dia jauh jaraknya tetapi setelah kita periksa dengan filter, semakin meyakinkan. Ada sejumlah filter yang saya gunakan," ujar Rismon.

Ia membandingkan potret ijazah yang sebelumnya pernah ditampilkan oleh UGM dalam sebuah slide dengan foto ijazah Jokowi yang dibagikan oleh Dian Sandi Utama melalui akun X miliknya.

"Setelah ditampilkan di sini, kita bandingkan dengan yang ada di PSI. Kita analisis level erornya, baru kita lihat ada potensial editnya. Kita periksa di sini area lintasan dari stempel, kita periksa karena R-nya ada nggak? Kalau ada, itu akan menuju 255, nah di sini kita lihat poinnya. Sebarannya untuk kanal R ini kan kebanyakan nol, maksimum 10 atau 11, jadi cenderung hitam. Tidak dilalui stempel," sambungnya lagi.

Menurut analisis alat tersebut, Rismon Sianipar yakin jika ijazah milik Jokowi adalah palsu karena stempel yang dibubuhkan tidak melewati permukaan foto.

Di sisi lain, Rismon Sianipar kembali menyinggung ucapan Yakup Hasibuan yang mengklaim bahwa Jokowi belum pernah menyebarkan ijazah kuliahnya. Padahal, Dian Sandi Utama sendiri pernah mengunggahnya secara digital.

"Tetapi, kita bisa melihat ternyata statement dari Pak Yakup Hasibuan mengatakan belum pernah disebar di mana-mana, itu ada di UGM? Nah ini versi digital dan ini untuk membantah keterangan Pak Yakup Hasibuan katanya belum ada disebarkan ke orang lain," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu Presiden FIFA di Vatikan, Jokowi Curhat Kondisi Sepak Bola Indonesia

Bertemu Presiden FIFA di Vatikan, Jokowi Curhat Kondisi Sepak Bola Indonesia

Bola | Senin, 05 Mei 2025 | 18:34 WIB

Prabowo Heran Ijazah Jokowi Dipersoalkan: Nanti Ijazah Saya Ditanya-tanya

Prabowo Heran Ijazah Jokowi Dipersoalkan: Nanti Ijazah Saya Ditanya-tanya

News | Senin, 05 Mei 2025 | 17:02 WIB

Prabowo: Saya Dibilang Presiden Boneka, Dikendalikan Jokowi, Tidak Benar!

Prabowo: Saya Dibilang Presiden Boneka, Dikendalikan Jokowi, Tidak Benar!

News | Senin, 05 Mei 2025 | 16:50 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×