Era 80-an Kembali? Kebijakan Jalan Kaki ke Sekolah Dedi Mulyadi Viral

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Kamis, 08 Mei 2025 | 18:46 WIB
Era 80-an Kembali? Kebijakan Jalan Kaki ke Sekolah Dedi Mulyadi Viral
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (ist)

Suara.com - Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal anak-anak sekolah yang diharuskan jalan kaki ketika pergi ke sekolah itu rupanya membawa perubahan besar.

Mereka kini memenuhi jalanan di setiap pagi ketika hendak memulai aktivitas di sekolah seperti harapan Dedi Mulyadi.

Meskipun masih ada yang diantar oleh orangtuanya, namun dari jarak sekitar 1 km, mereka memilih berjalan kaki dengan teman-temannya.

Seperti sebuah video yang belakangan ini viral, anak-anak sekolah terlihat berjalan bersama-sama menuju sekolah.

Dalam sebuah video yang diposting ulang akun tiktok @sandhy084 itu memperlihatkan anak-anak SMP memenuhi tepi jalan.

Mereka berjalan sembari mengobrol dengan teman-teman di sampingnya di sepanjang jalan. Meskipun menjadi kegiatan baru, mereka terlihat sangat menikmati.

Kebijakan Dedi Mulyadi ini sontak menjadi sorotan netizen. Pasalnya, suasana di jalan-jalan kini bak Kembali ke era Tahun 80 an.

Video tersebut sontak mengundang beragam komentar dari warganet.

“Cek jam pulang sekolah setelah kebijakan KDM, mengharukan anak sekolah berjalan kaki.. semangat adek-adek..,” tulis seorang netizen.

“Jawa Barat kembali ke setelan awal era 80 an. Menyala Gubernur Jawa Barat (Bapak Aing),” sahut lainnya.

“bgini lbh sedap dipandang. dr pda sprti biasanya anak SD sdh pda bwa mtor sndiri. mna pda ugal"an lgi,” tulis @rumahtanpapintu.

“80an bangun jam set 5,belajar,bantu emak bentar,berangkat sekolah Kaos Kaki kendor dikasih karet biar kenceng,” ucap @ibukepesek0.

Kebijakan Baru soal Jalan Kaki

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini menghimbau para siswa untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah.

Kebijakannya ini diharapkan dapat membentuk karakter mandiri pada anak-anak dan meningkatkan kesehatan mereka.

Seperti diketahui, anak-anak zaman sekarang fisiknya tidak sekuat orang-orang zaman dahulu.

Selain meningkatkan kesehatan, dengan berjalan kaki, semangat belajar mereka juga akan meningkat.

Dedi berharap kebijakan ini juga dapat menciptakan generasi muda yang mandiri, sehat dan peduli terhadap lingkungan.

Selain itu, berjalan kaki ke sekolah juga dapat mendidik anak-anak untuk lebih menyayangi lingkungan sekitar mereka.

Imbauan berjalan kaki dan naik sepeda ini dikhususkan bagi anak-anak yang lokasi rumahnya tidak lebih dari 2 km.

Ketika jarak rumahnya lebih dari 2 km, Dedi Mulyadi menyarankan agar diantar oleh orang tuanya, namun Ketika jarak sekolah kurang 1 km, ia disarankan turun dan berjalan kaki.

Tak hanya itu, Dedi juga mengeluarkan kebijakan soal larangan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah.

Aturan itu tertuang dalam surat Edaran (SE) nomor 43/PK.03.04/KESRA. Tujuan dikeluarkan SE ini untuk membentuk karakter peserta didik sejak usia dini hingga Pendidikan menengah di Jawa Barat.

Hal ini demi terwujudnya konsep ‘Gapura Panca Waluya’, yaitu karakter Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar), Pinter (Pintar) dan Singer (Gesit).

Namun, aturan ini dikecualikan bagi siswa yang memiliki tempat tinggal di daerah terpencil dengan minimnya transportasi umum dan jarak yang jauh ke sekolah.

Penggunaan sepeda motor menuju ke sekolah dalam kasus ini mendapat toleransi.

Dedi menjelaskan, alasan larangan penggunaan sepeda motor bagi pelajar lantaran mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sebagaimana menjadi syarat wajib berkendara.

Minta Tak Manjakan Anak

Dedi Mulyadi meminta orang tua agar tidak memanjakan anaknya.

Menurut Dedi Mulyadi, anak Jawa Barat harus bangun pagi dan jalan kaki.

Bahkan kepada para Bupati dan Wali Kota, Dedi Mulyadi dalam waktu dekat akan buat aturan sekolahnya.

"Kalau sekolahnya nyaman, aman berjalan kaki jarak satu kilometernya masih bisa berjalan kaki, maka dia harus berjalan kaki dan tidak ada kata kompromi," jelasnya.

"Ibu dan bapaknya nungguin di depan sekolah, saya tidak mau," tegas Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, pagar sekolah harus ditutup dan jaga oleh Satpam.

"Indonesia yang sekolah anaknya nungguin dari pagi sampai sore ibunya, lemah," sambung Dedi Mulyadi.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Driver Ojol di Medan Kirim 'Paket' Berisi Bayi, Kondisi Tak Bernyawa di Dalam Tas Berisi Baju

Viral! Driver Ojol di Medan Kirim 'Paket' Berisi Bayi, Kondisi Tak Bernyawa di Dalam Tas Berisi Baju

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 17:12 WIB

Kegiatan Pelajar di Barak Militer Dijadikan Konten, Dedi Mulyadi Malah Dipuji

Kegiatan Pelajar di Barak Militer Dijadikan Konten, Dedi Mulyadi Malah Dipuji

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 14:00 WIB

Ogah Tiru Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak TNI, Begini Jurus Pramono Urus Kasus Tawuran di Jakarta

Ogah Tiru Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak TNI, Begini Jurus Pramono Urus Kasus Tawuran di Jakarta

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 13:01 WIB

Terkini

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB