Kegiatan Pelajar di Barak Militer Dijadikan Konten, Dedi Mulyadi Malah Dipuji

Lintang Siltya Utami

Kamis, 08 Mei 2025 | 14:00 WIB
Kegiatan Pelajar di Barak Militer Dijadikan Konten, Dedi Mulyadi Malah Dipuji
Potret Dedi Mulyadi. (antara)

Suara.com - Program besutan Dedi Mulyadi mengenai pendidikan karakter ala militer bagi pelajar bermasalah sudah dilaksanakan sejak Kamis (1/5/2025). Program ini sendiri menyasar anak-anak yang sudah mengarah tindakan kriminal dan orang tuanya tidak punya kesanggupan untuk mendidik.

Pendidikan ala militer untuk para siswa tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi di Bandung dan Markas Resimen Artileri Medan 1 Kostrad di Purwakarta.

Hingga saat ini, program itu sendiri menuai kontroversi dari berbagai pihak. Namun, Dedi Mulyadi tampaknya memiliki pertimbangan, salah satunya adalah ketidakmampuan para orang tua untuk mendidik anaknya.

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat itu mengunggah video singkat yang memperlihatkan kegiatan para murid di barak militer. Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi memang rajin membuat konten kesehariannya dan diunggah di berbagai platform media sosial.

Melalui akun TikTok resmi miliknya @dedimulyadiofficial, ia memamerkan suasana di salah satu lokasi, yaitu Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi.

"Beginilah penampakan kehidupan siswa binaan Dodik Rindam 3 Siliwangi," tulis Dedi Mulyadi dalam keterangan pada video berdurasi enam menit tersebut.

Rekaman itu sendiri merekam sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh para siswa, mulai dari bangun tidur seperti merapikan tempat tidur sendiri, shalat berjamaah, olahraga pagi bersama, sarapan, belajar baris berbaris, hingga pembekalan psikologis.

Meski dijadikan sebagai bahan konten, namun unggahan itu membuat Dedi Mulyadi menuai banyak pujian dari warganet. Tak sedikit publik yang menilai jika program pendidikan karakter ala militer yang dicanangkan Dedi Mulyadi ini merupakan contoh yang bagus.

Bahkan beberapa warganet turut menyinggung Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sebagaimana yang diketahui, KPAI sendiri menilai jika pendidikan ala militer ini seharusnya menjadi opsi terakhir, bukan langkah utama.

Oleh karena itu, pihak KPAI mengatakan akan mengawasi langsung pelaksanaan program pendidikan karakter ala militer untuk anak-anak yang bermasalah.

Di sisi lain, warganet juga memuji cara Dedi Mulyadi menjadikan pelaksanaan program ini sebagai konten. Pasalnya, Dedi Mulyadi tidak menayangkan satu pun wajah para pelajar yang tergabung dalam program tersebut, sehingga masih melindungi privasi anak-anak.

"Yang belum paham kenapa wajah anak-anaknya ini tidak diperlihatkan karena mereka dilindungi hak privasinya dan mereka di bawah umur dan masya Allahnya Kang Dedi mengerti itu. Sekaligus ini sangat bagus jadi kita fokus dengan kegiatan tidak di muka apalagi anak-anak ini adalah anak yang sedang dalam perbaikan, baik akhlak maupun dan lain-lain," komentar @abi.******

"Memang tidak menjamin keluar dari sini akan menjadi baik, paling tidak apa yang telah dilakukan oleh Kang Dedi Mulyadi lebih mulia daripada Komnas HAM dan KPAI yang tidak melakukan apa-apa," tambah @ata****

"Adakah kekerasan dalam video ini wahai KPAI dan Komnas HAM? Overthinking amat jadi instansi," sahut @fahri_********

"Videonya full anak-anak nggak kelihatan mukanya, cuma fokus menunjukkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sana," timpal @shin**********

"Walaupun saya bukan orang Jawa Barat, kalau kegiatan ini dilakukan seluruh daerah di Indonesia pasti akan menciptakan generasi bangsa yang sangat bagus," tulis @ria*

Dalam keterangan yang berbeda, Dedi Mulyadi juga memberikan pengakuan bahwa murid-murid yang mengikuti program tersebut terlihat bahagia. Pasalnya, tak ada tekanan di dalam sana karena para pelajar mendapatkan istirahat yang cukup dan asupan gizi yang cukup.

Anggaran yang digunakan untuk membiayai program itu sendiri diambil dari dana operasional dirinya dan para kepala daerah di wilayah Jawa Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Tiru Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak TNI, Begini Jurus Pramono Urus Kasus Tawuran di Jakarta

Ogah Tiru Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak TNI, Begini Jurus Pramono Urus Kasus Tawuran di Jakarta

News | Kamis, 08 Mei 2025 | 13:01 WIB

Filosofi di Balik Totopong Dedi Mulyadi: Lebih dari Sekadar Ikat Kepala

Filosofi di Balik Totopong Dedi Mulyadi: Lebih dari Sekadar Ikat Kepala

Lifestyle | Kamis, 08 Mei 2025 | 08:52 WIB

Momen Dedi Mulyadi Buka Kedok Pengemis Jalanan: Pura-pura Cacat, Bisa Dapat Rp500 Ribu Sehari

Momen Dedi Mulyadi Buka Kedok Pengemis Jalanan: Pura-pura Cacat, Bisa Dapat Rp500 Ribu Sehari

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 13:57 WIB

Terkini

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB