Laut Indonesia di Ujung Tanduk, KKP Gandeng Kekuatan Besar untuk Konservasi

Andi Ahmad S

Rabu, 14 Mei 2025 | 14:44 WIB
Laut Indonesia di Ujung Tanduk, KKP Gandeng Kekuatan Besar untuk Konservasi
Direktur Konservasi Ekosistem, Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Dr. Firdaus Agung[Kiri] [Suarabogor]

Suara.com - Demi menyelamatkan laut Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan mulai serius melakukan konservasi laut nasional.

Langkah itu bisa dilihat saat KKP menggandeng Konsorsium MPA-OECM yang terdiri dari WWF Indonesia, Coral Triangle Center (CTC), RARE Indonesia, Konservasi Indonesia, Pesisir Lestari (Pelestari) dan Rekam Nusantara, serta didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Kekuatan besar yang dikomandoi Kementerian Kelautan dan Perikanan tentu dalam upaya mendukung target konservasi laut nasional sebesar 30% pada tahun 2045.

Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia telah menetapkan komitmen untuk memperluas kawasan konservasi laut hingga mencakup 30 persen.

Total 30 persen itu dari jumlah luas wilayah perairan nasional atau sekitar 97,5 juta hektare, melalui target "30 by 45".

Untuk mencapai hal ini, KKP bersama para mitra dari LSM, akademisi, dan pakar konservasi laut telah menyusun Dokumen Visi Kawasan Konservasi dan OECM 2045.

Hal ini sebagai panduan strategis perlindungan keanekaragaman hayati, perikanan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Komite Nasional Kolaborasi yang dibentuk itu akan berfungsi sebagai wadah koordinasi antar pemangku kepentingan.

Tugas utamanya adalah meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi formal, seperti Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) dan Taman Wisata Alam Laut (TWAL), serta mendorong perlindungan kawasan berbasis masyarakat melalui skema OECM (Other Effective Area-Based Conservation Measures).
Komite ini juga akan mendukung penyusunan kebijakan, peningkatan kapasitas, serta akses terhadap sumber daya global bagi pemerintah pusat dan daerah.

baca juga

Direktur Konservasi Ekosistem, Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Dr. Firdaus Agung menyatakan bahwa komite ini akan menyusun rencana kerja nasional dan daerah.

Tentu tujuannya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyebarluaskan informasi konservasi, serta menyediakan data dan dukungan teknis untuk kegiatan pemantauan dan evaluasi.

"Dengan terbentuknya komite ini, diharapkan tata kelola konservasi laut menjadi lebih inklusif, partisipatif, dan berkeadilan, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama," katanya, ditemui di acara Sosialisasi Visi MPA dan OECM 2045 yang berlangsung di Hotel Santika, Bogor, Rabu 14 Mei 2025.

Ditempat yang sama, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF Indonesia, Imam Musthofa Zainuddin menjelaskan bahwa simposium ini bertujuan memperkuat kolaborasi multipihak melalui diseminasi informasi dan pembelajaran yang strategis.

"Konsorsium MPA dan OECM selama ini telah aktif mendukung konservasi laut. Rangkaian simposium ini penting untuk membuka data, berbagi pembelajaran, dan membangun diskusi guna mendukung tata kelola kawasan yang lebih baik. Harapannya, inisiatif ini juga berkontribusi pada pelestarian karbon biru dan penghidupan berkelanjutan masyarakat pesisir," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RARE Indonesia, Hari Kushardanto menyoroti masih terbatasnya pemahaman mengenai pendekatan OECM di Indonesia.

"Selama ini, pencapaian target konservasi masih bertumpu pada kawasan formal. Namun OECM berpotensi menyumbang hingga 10 juta hektare. Banyak wilayah bernilai konservasi tinggi belum masuk dalam skema formal, namun berpotensi diakui sebagai OECM. Panduan yang sedang disusun diharapkan dapat memperkuat pengakuan terhadap model konservasi berbasis komunitas, termasuk wilayah adat," ucapnya.

Senada dengan itu, Direktur Pesisir Lestari (Pelestari) Dina D. Kosasih, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan konservasi.

"Keberhasilan jangka panjang perlindungan kawasan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, termasuk lembaga adat, kelompok perempuan, dan komunitas lokal. Pendekatan yang menghargai nilai sosial dan budaya akan menciptakan rasa kepemilikan dan keberlanjutan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanyut di Perairan Kepulauan Seribu, Tiga Nelayan Berhasil Diselamatkan Perwira Pertamina

Hanyut di Perairan Kepulauan Seribu, Tiga Nelayan Berhasil Diselamatkan Perwira Pertamina

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 16:29 WIB

Luna Maya Nostalgia Resepsi BCL Saat Lempar Bunga: Gue yang Dapat di Kawinan Lo

Luna Maya Nostalgia Resepsi BCL Saat Lempar Bunga: Gue yang Dapat di Kawinan Lo

Entertainment | Sabtu, 10 Mei 2025 | 18:55 WIB

KKP Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Filipina di Perairan Papua, Kerugian Negara Capai Rp50 M

KKP Tangkap 2 Kapal Pencuri Ikan Filipina di Perairan Papua, Kerugian Negara Capai Rp50 M

News | Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:29 WIB

Harga Sandal Jepit BCL di After Party Pernikahan Luna Maya, Merek Berbicara!

Harga Sandal Jepit BCL di After Party Pernikahan Luna Maya, Merek Berbicara!

Entertainment | Jum'at, 09 Mei 2025 | 15:06 WIB

Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps

Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:19 WIB

Terkini

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Daftar Lengkap Pemenang ITA 2026, Arya Saloka dan Asha Assuncao Borong Piala

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 14:12 WIB

×