Komentari Kritik Lewat Meme Prabowo-Jokowi, Anies: Negara Tak Berhak Membuat Rakyat Takut

Lintang Siltya Utami

Rabu, 21 Mei 2025 | 14:26 WIB
Komentari Kritik Lewat Meme Prabowo-Jokowi, Anies: Negara Tak Berhak Membuat Rakyat Takut
Anies Baswedan. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Penangkapan mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) karena mengunggah foto meme Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Joko Widodo atau Jokowi menjadi sorotan belakangan ini. Meski penangkapannya telah ditangguhkan, tetapi sebagian besar masyarakat kembali mempertanyakan terkait regulasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Hal ini membuat mahasiswi Fakultas Hukum di Universitas Padjajaran bertanya kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat datang ke kampus tersebut.

Sebagai informasi, Anies Baswedan mengisi kuliah umum Hukum Tata Negara dengan topik Menjaga Demokrasi dari Jerat Otoritarianisme: Mampukah Hukum Menjadi Benteng Terakhir yang diselenggarakan pada Senin (19/5/2025).

Dalam cuplikan video yang dibagikan oleh kanal YouTube ENO Glowing Channel, Anies Baswedan berusaha untuk memberikan jawaban berdasarkan kapasitasnya yang pernah menjadi pejabat negara.

"Ketika menyangkut soal teknis hukumnya biar yang di Fakultas Hukumnya menjawab. Saya fakultasnya Fakultas Ekonomi, jadi saya punya batas mana yang saya bisa masuki ketika menyangkut perdebatan soal pasal, saya nggak bisa masuk di situ. Tetapi pada prinsip utamanya adalah di dalam sebuah demokrasi, ruang kebebasan itu harus dijaga. Adapun ketika kritik tidak direspons, sesungguhnya itu menggambarkan bagaimana negara itu bekerja," ucap Anies Baswedan.

Anies Baswedan menilai jika pemerintah melarang rakyat untuk mengkritik dalam bentuk apapun, bahkan memberikan tekanan, maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

"Sebenarnya kalau responsnya bentuknya adalah pelarangan, bentuknya adalah tekanan, di situ menjadi salah. Tapi kalau sikapnya diam, itu sebenarnya tidak bisa disalahkan. Tapi kalau pelarangan, selama yang melakukan tidak kemudian dihentikan, negara bisa diam. Cuma kalau diam terus-menerus maka negara akan kehilangan legitimasi moral. Karena itu negara biasanya harus merespons," sambungnya.

Anies Baswedan khawatir jika penangkapan yang dialami oleh mahasiswi ITB akan membuat banyak orang merasa takut saat ingin mengkritik pemerintah.

"Jadi terkait kritik-kritik seperti ini, saya melihatnya dari praktik demokrasi, itu yang harus dijaga. Ketika ada sebuah peristiwa seperti ini, teman-teman jangan membayangkan ini soal mahasiswi ITB ya, bukan. Ini bukan itu. Ini adalah pesan untuk menggaungkan satu kata, takut," imbuhnya.

baca juga

Oleh karena itu, tindakan tersebut tanpa sadar akan mempengaruhi orang lain yang juga berencana untuk mengkritik pemerintah. Anies Baswedan menyampaikan bahwa rasa takut tidak boleh muncul dalam proses demokrasi.

"Sehingga ketika seseorang akan mulai gambar, mikir sebentar 'saya kalau gambar nanti proses hukum nggak ya'. Jadi ini bukan soal satu mahasiswa, bukan. Ini adalah proses menimbulkan rasa takut dan itu kenapa dalam proses demokrasi tidak boleh terjadi. Negara tidak berhak untuk membuat rasa takut pada rakyatnya dan kalau ada negara yang melakukan itu, maka harus dilawan," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Anies Baswedan justru mendorong para seniman dan kreator yang ingin berkreasi melalui karyanya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah untuk tidak merasa takut.

"Jadi kalau muncul para orang kreatif, bikin aja lebih banyak lagi. Nanti cek, mau pada diproses nggak. Apakah mau semuanya diproses? Jadi menurut saya kalau sudah begitu, berikan dukungan. Satu, dengan persoalan kasusnya, yang kedua ya kritik yang lain dibiarkan bermunculan. Dengan cara seperti itu maka rasa takut bisa dieliminasi," timpalnya.

Unggahan tersebut pun sontak menuai beragam tanggapan dari publik. Beberapa warganet menyinggung kembali ketika Anies Baswedan juga pernah menjadi sasaran publik sebagai bahan meme Joker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revolusi Mental Jokowi Diungkit Lagi usai Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah, Kemenbud Disalahkan

Revolusi Mental Jokowi Diungkit Lagi usai Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah, Kemenbud Disalahkan

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 13:40 WIB

Prabowo Buka Konvensi IPA 2025: Siang Ini Investasi Migas Nasional Digenjot

Prabowo Buka Konvensi IPA 2025: Siang Ini Investasi Migas Nasional Digenjot

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:04 WIB

Pernah Diadukan ke Jokowi, Pramono Ungkap Penyebab Planetarium Tak Kunjung Beroperasi Sejak 2021

Pernah Diadukan ke Jokowi, Pramono Ungkap Penyebab Planetarium Tak Kunjung Beroperasi Sejak 2021

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 10:57 WIB

Terkini

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Wacana CFD Jakarta Sabtu-Minggu, Gubernur Pramono Minta Dikaji Lagi

Video | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

×