Revolusi Mental Jokowi Diungkit Lagi usai Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah, Kemenbud Disalahkan

Agung Sandy Lesmana | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 13:40 WIB
Revolusi Mental Jokowi Diungkit Lagi usai Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah, Kemenbud Disalahkan
ILUSTRASI--Revolusi Mental Jokowi Diungkit Lagi usai Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah, Kemenbud Disalahkan. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Suara.com - Kementerian Kebudayaan disarankan lebih fokus mengurus persoalan budaya dan mental di masyarakat untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Peran kementerian itu dinilai belum menyentuh akar persoalan mentalitas bangsa yang lemah, seperti yang dikritik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini.

Menurut konsultan karier sekaligus pengamat pendidikan Ina Liem, selama ini Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) yang kekinian dipimpin oleh Fadli Zon cenderung hanya menangani urusan seni seperti museum, konser, dan pertunjukan, namun belum menyuarakan secara tegas arah karakter bangsa ke depan.

Bahkan wacana revolusi mental yang telah digagas sejak era Presiden RI ke-7 Joko Widodo juga dinilai masih gagal diwujudkan pemerintah. 

"(Revolusi mental) menurut saya memang belum berhasil, tapi harusnya bukan terus (digalakkan tapi) semakin senyap. Dan ini yang pertama harus menyuarakan itu ranahnya Kementerian Kebudayaan (Kemenbud)," beber Ina Liem kepada Suara.com saat dihubungi pada Rabu (21/5/2025). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Instagram/@kemenkeuri)
ILUSTRASI---Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut jika sumber daya manusia di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain.  (Instagram/@kemenkeuri)

"Tapi Kementerian Kebudayaannya baru ngurusin yang seni-seni, museum, musik, konser. Justru kan mentalitas bangsa kita mau seperti apa? Mau revolusi mental itu ya dari dia dulu," sambung Ina Liem.

Selain itu, Ina Liem juga menyoroti data yang pernah dirilis KPK soal karakter masyarakat Indonesia, yang seharusnya ditanggapi secara serius dan dijadikan pijakan untuk perubahan oleh Kementerian Kebudayaan dalam rencana program pendidikan karakter.

"Harusnya dari Kementerian Kebudayaan dulu mengajak. Dan itu diimplementasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mana lebih fokus pendidikan karakter. Kemudian masalah yang lebih teknikalnya di Diktisaintek," ucapnya.

Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). [ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/foc]
ILUSTRASI Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi. [ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/foc]

Lebih lanjut, Ina Liem juga menyayangkan bahwa hingga kini, nilai-nilai dasar yang membentuk karakter bangsa belum juga berubah.

Ina Liem juga menyoroti soal kritik terhadap mentalitas bangsa Indonesia sudah dilontarkan oleh sastrawan sekaligus jurnalis Mochtar Lubis pada 1970. Menurutnya, selama 50 tahun kritik soal mentalitas bangsa Indonesia itu tak juga ditanggapi secara serius oleh pemerintah. 

"Ini yang kok tidak ada gerakan selama 50 tahun. Kalau di dunia pendidikan menurut saya kan itu sudah parah sekali, 50 tahun kok tidak ada perubahan," kritiknya.

Sri Mulyani Sebut SDM Indonesia Lemah

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebutkan kalau sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih belum banyak terlihat di kancah global, khususnya di dunia kerja internasional.

Pernyataan Sri Mulyani menunjukkan daya saing SDM Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain.

Sri Mulyani juga mencontohkan posisi penting di Islamic Development Bank (IDB) yang belum berhasil diisi oleh perwakilan dari Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telak! Emak-emak Sindir Ojol yang Ngotot Narik: Kami Demo Pakai Hati Nurani, Bukan Budak Aplikator!

Telak! Emak-emak Sindir Ojol yang Ngotot Narik: Kami Demo Pakai Hati Nurani, Bukan Budak Aplikator!

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 17:25 WIB

Budi Arie Diduga Kecipratan Fee Judol, Jokowi Ogah Ladeni Wartawan

Budi Arie Diduga Kecipratan Fee Judol, Jokowi Ogah Ladeni Wartawan

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:00 WIB

Ngaku Tak Masalah jadi Terlapor Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Saya Kasihan, tapi Ini Sudah Keterlaluan

Ngaku Tak Masalah jadi Terlapor Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Saya Kasihan, tapi Ini Sudah Keterlaluan

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 12:46 WIB

Diperiksa Bareskrim, Jokowi Ngaku Dicecar 22 Pertanyaan: Mulai Ijazah SD, SMP hingga Universitas

Diperiksa Bareskrim, Jokowi Ngaku Dicecar 22 Pertanyaan: Mulai Ijazah SD, SMP hingga Universitas

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 12:18 WIB

Ogah Ikut Demo Besar-besaran Ojol di Jakarta 20 Mei, KBDJ: Kami Tetap Narik Cari Rezeki!

Ogah Ikut Demo Besar-besaran Ojol di Jakarta 20 Mei, KBDJ: Kami Tetap Narik Cari Rezeki!

News | Minggu, 18 Mei 2025 | 20:04 WIB

Terkini

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:46 WIB

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:42 WIB

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:36 WIB

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:33 WIB

Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

Periksa Saksi Kasus Pemerasan TKA, KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:32 WIB

Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh

Prabowo: Hoaks dan Manipulasi AI Bisa Ganggu Stabilitas Negara, 100 Orang Saja Bisa Bikin Gaduh

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM: Masih Perawatan Ketat, Jalani Operasi Berulang

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:22 WIB

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:55 WIB

Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi

Eks Pimpinan KPK: RUU Perampasan Aset Jangan Sasar 'Pedagang Pecel Lele', Fokus ke Pejabat Korupsi

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas

Soroti RUU Perampasan Aset, Eks Pimpinan KPK: Harus Ada Pidana Asal, Jangan Main Rampas

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:45 WIB