Madu + Kunyit: Rahasia Dokter Sembuhkan GERD dan Tukak Lambung Secara Alami

Muhammad Yunus

Minggu, 25 Mei 2025 | 20:49 WIB
Madu + Kunyit: Rahasia Dokter Sembuhkan GERD dan Tukak Lambung Secara Alami
Ilustrasi teh jahe. Lebih dari sekadar ramuan tradisional, jamu adalah warisan budaya yang sarat dengan filosofi kesehatan [Suara.com/Shutterstock/akepong srichaichana]

Selain tanaman obat, dr. Inggrid juga menyoroti madu sebagai bahan alami yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan.

Ia menyebut madu memiliki beberapa sifat penting, antara lain:

-Antioksidan

-Anti-inflamasi

-Viskositas tinggi

Sifat-sifat tersebut berperan dalam melindungi mukosa lambung dan saluran cerna, menjadikan madu sebagai solusi alami yang sangat efektif bagi penderita:

-Gastritis

-GERD

-Tukak lambung

baca juga

Ia bahkan menyarankan kombinasi madu dan kunyit sebagai solusi alami berbasis bukti ilmiah.

Kandungan kurkuminoid dalam kunyit terbukti membantu mengatasi peradangan serta mendukung regenerasi jaringan pada saluran cerna.

“Kalau dikombinasikan, madu dan kunyit ini menjadi ramuan yang sangat kuat untuk menyembuhkan gangguan pencernaan secara alami dan aman,” ujar dr. Inggrid.

Jamu Modern: Berbasis Ilmiah dan Punya Potensi Global

dr. Inggrid menekankan bahwa jamu bukan sekadar warisan tradisional, tetapi kini juga telah menjadi produk berbasis ilmiah yang diakui secara global.

Menurutnya, jamu yang diolah secara modern dan memiliki izin edar dapat memberikan manfaat luas dan bisa dipertanggungjawabkan secara klinis.

"Jamu termasuk herbal yang diteliti di banyak negara. Jadi evidence-nya itu pembuktiannya sudah kuat banget," jelasnya.

Dengan semakin banyak penelitian dan jurnal ilmiah yang membuktikan khasiat jamu, masyarakat kini semakin yakin menggunakan produk herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

BPOM: Jamu Harus Menjadi Produk Bernilai Tinggi

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Mohamad Kashuri, menambahkan bahwa jamu harus diangkat dari sekadar objek penelitian menjadi produk bermanfaat, aman, dan berdaya saing tinggi.

Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh para pengembang obat tradisional dalam menjadikan jamu sebagai representasi kearifan lokal yang teruji secara ilmiah.

“Jamu tidak sekadar ramuan, tetapi juga cerminan budaya yang diwariskan turun-temurun. Kini semakin banyak seminar dan jurnal ilmiah yang membahas jamu sebagai potensi besar dalam dunia obat tradisional,” ujar Kashuri.

BPOM, lanjutnya, terus mendukung pengembangan jamu melalui regulasi yang jelas dan fasilitas riset.

Tujuannya adalah agar jamu bisa menembus pasar nasional dan internasional sebagai produk herbal berkualitas tinggi yang berbasis evidence.

Jamu Sebagai Gaya Hidup Sehat Masa Kini

Seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat dan kembali ke alam, jamu kini tidak lagi dipandang sebelah mata.

Banyak masyarakat mulai menjadikan jamu sebagai bagian dari rutinitas harian untuk menjaga keseimbangan tubuh, khususnya dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Dengan berbagai manfaat yang telah terbukti secara empiris dan ilmiah, jamu diyakini akan semakin mendapat tempat di tengah masyarakat modern yang mendambakan solusi alami dan aman untuk berbagai keluhan kesehatan.

Jamu bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga solusi kesehatan berbasis ilmiah.

Dengan manfaat besar terhadap sistem pencernaan, jamu seperti kunyit asam, sinom, dan pahitan, hingga madu alami telah terbukti membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Didukung oleh pernyataan ahli seperti dr. Inggrid Tania dan lembaga otoritatif seperti BPOM, jamu kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi produk unggulan nasional dengan daya saing global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamu Pahitan Jadi Alternatif Sehat, Redam Efek Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Idul Adha

Jamu Pahitan Jadi Alternatif Sehat, Redam Efek Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Idul Adha

Health | Sabtu, 24 Mei 2025 | 16:59 WIB

Jamu Naik Kelas: Inovasi Minuman Tradisional yang Kini Disukai Gen Z

Jamu Naik Kelas: Inovasi Minuman Tradisional yang Kini Disukai Gen Z

Health | Selasa, 20 Mei 2025 | 21:50 WIB

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×