Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pandangan JK soal Preman: Bukan Sekadar Kriminal

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Jum'at, 30 Mei 2025 | 12:51 WIB
Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pandangan JK soal Preman: Bukan Sekadar Kriminal
ILUSTRASI--Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pandangan JK soal Preman: Bukan Sekadar Kriminal.[Suara.com/Tim Media JK]

Suara.com - Fenomena premanisme kerap kali mendapat stigma buruk di tengah masyarakat karena sering diasosiasikan dengan tindak kekerasan, pemalakan, dan tindakan kriminal yang meresahkan. 

Namun, menurut Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, pandangan tentang premanisme sepatutnya tidak dilihat secara hitam-putih. Terlebih ketika dikaitkan dengan faktor-faktor struktural seperti kondisi ekonomi dan peran institusi negara.

Ikrar mengingat kembali pandangan mantan wakil presiden, Jusuf Kalla, yang memberikan perspektif manusiawi terhadap keberadaan preman di masyarakat. Ikrar menyebutkan kalau menurut Jusuf Kalla bahwa preman tidak selamanya buruk. 

"Di masa lalu, beliau (Jusuf Kalla) itu menyatakan bahwa preman tidak selamanya buruk. Preman itu di dalam bahasa Inggris berarti freeman, orang bebas, tidak tergantung pada pemerintah," kata Ikrar, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Jumat (29/5/2025).

Namun, Ikrar tidak menutup mata bahwa dalam praktiknya, kelompok-kelompok preman juga kerap kali dimanfaatkan oleh institusi-institusi formal negara. 

Tangkap Layar [Youtube Ikrar Nusa Bhakti]
Profesor LIPI, Ikrar Nusa Bhakti.  (Tangkapan layar/Youtube Ikrar Nusa Bhakti]

Premanisme, katanya, digunakan secara tidak langsung oleh aktor-aktor di dalam pemerintahan, kepolisian, maupun militer untuk melakukan pekerjaan "kotor" yang tidak bisa mereka lakukan secara terang-terangan oleh institusi negara.

Berdasarkan analisis dari Jusuf Kalla mengenai akar persoalan premanisme sebenarnya kondisi ekonomi yang memburuk. Dalam kacamata Kalla, premanisme bukan sekadar fenomena sosial, melainkan gejala ekonomi yang gagal memenuhi prinsip keadilan dan kesejahteraan.

"Kalau ditanya mengapa premanisme ini misalnya semakin membesar atau banyak, jawaban beliau (Jusuf Kalla) pasti satu, yang akan ada di pikiran ataupun di otak beliau ini karena situasi ekonomi yang semakin buruk," imbuh Ikrar. 

Ikrar juga menjelaskan, ketika lapangan kerja semakin sempit, daya beli menurun, dan biaya hidup terus meningkat, maka sebagian masyarakat, khususnya yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki akses modal, terdorong mencari penghasilan di sektor informal, termasuk aktivitas premanisme, sebagai cara bertahan hidup.

baca juga

"Kalau misalnya yang namanya ekonomi Indonesia itu pergerakannya benar-benar menimbulkan azas adil dan makmur, ya tentunya yang namanya semua warga negara Indonesia akan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Inilah yang juga dikatakan oleh Pak Yusuf Kalla," ujar Ikrar.

Berantas Premanisme Berkedok Ormas

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah melalui kepolisian akan menindak tegas segala aksi premanisme, termasuk yang berkedok organisasi masyarakat (ormas).

Sebab, Istana menilai sikap premanisme seperti demikian memang mengganggu iklim investasi dan ketertiban di masyarakat.

Hal itu disampaikan Prasetyo menanggapi langkah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pendudukan lahan milik negara secara sepihak oleh ormas GRIB Jaya.

Melansir Antara, laporan tersebut disampaikan melalui surat bernomor e.T/PL.04.00/001/KB/V/2025 yang memuat permohonan bantuan pengamanan terhadap aset tanah milik BMKG seluas 127.780 meter persegi di Kelurahan Pondok Betung, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curiga Prabowo 'Dibisiki' Mau Akui Israel, Felix Siauw: Jangan sampai Malu-maluin Indonesia!

Curiga Prabowo 'Dibisiki' Mau Akui Israel, Felix Siauw: Jangan sampai Malu-maluin Indonesia!

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 11:54 WIB

Ungkit Utang RI soal Kemerdekaan Palestina, HNW Wanti-wanti Prabowo Tak jadi Korban Israel

Ungkit Utang RI soal Kemerdekaan Palestina, HNW Wanti-wanti Prabowo Tak jadi Korban Israel

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 10:59 WIB

Curigai Bareskrim, Rismon Sebut Skripsi Jokowi Pakai Font Times New Roman: Tak Sesuai Zamannya!

Curigai Bareskrim, Rismon Sebut Skripsi Jokowi Pakai Font Times New Roman: Tak Sesuai Zamannya!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 16:44 WIB

Dicap Tak Punya Kapasitas Sebut Ijazah Jokowi Palsu, Solmet Sindir Roy Suryo: Dia Bukan Siapa-siapa!

Dicap Tak Punya Kapasitas Sebut Ijazah Jokowi Palsu, Solmet Sindir Roy Suryo: Dia Bukan Siapa-siapa!

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×