Korban Bom Gereja Makassar Peluk Keluarga Pelaku Terorisme: "Kami Memaafkan"

Muhammad Yunus

Senin, 02 Juni 2025 | 12:56 WIB
Korban Bom Gereja Makassar Peluk Keluarga Pelaku Terorisme: "Kami Memaafkan"
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Rusdi Hartono mempertemukan korban dan keluarga pelaku pengeboman tragedi Gereja Katolik Katedral Makassar pada tahun 2021 silam [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Keduanya tahu bahwa memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi ruang bahwa siapa pun bisa layak mendapat kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Valeria pun melihat ini sebagai peluang untuk mencegah tragedi yang sama terulang.

"Saya dari korban berharap mereka bisa membangun hidup baru. Karena kalau tidak ada proses penyembuhan mental, bisa terulang lagi," katanya.

Pertemuan itu bukan hanya simbol. Akan tetapi perwujudan nyata dari proses rekonsiliasi antara korban dan keluarga pelaku terorisme.

Sebuah langkah besar yang mungkin belum pernah terpikirkan di benak banyak orang. Namun di Makassar, itu terjadi.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono menegaskan, pertemuan ini adalah bagian dari upaya serius membangun ruang rekonsiliasi yang nyata. Bukan hanya seremoni.

"Mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Kesadaran ini kita tampung dalam kegiatan positif, terutama di bidang ekonomi," jelasnya.

Upaya itu difokuskan lewat pendirian Rumah Moderasi, sebuah yayasan yang dibentuk untuk memberdayakan eks napiter secara ekonomi. Mereka didorong membuka usaha seperti kuliner, produksi kerajinan, hingga pelatihan kewirausahaan.

"Kita tetap rangkul mereka, karena mereka saudara, anak bangsa. Bersama-sama kita ingin Indonesia Emas 2045 bisa diraih," tambah Rusdi.

baca juga

Kapolda menyebut bahwa rekonsiliasi ini tidak hanya mempertemukan korban dan pelaku, tapi juga membuka jalan agar kedua belah pihak dapat kembali menjalani hidup yang lebih baik.

Yang menyentuh, di akhir pertemuan itu bukan hanya pelukan yang terjadi, tapi juga rencana-rencana kecil yang dimulai. Seperti, program pemberdayaan akan terus berjalan. Korban juga akan tetap didampingi dan eks pelaku diberi kesempatan.

"Ketika kita bicara soal bangsa, bukan hanya tugas kepolisian. Ini soal kita semua. Kalau kita bisa bangun kebersamaan, masalah eks napiter akan punya jalan keluar," tegas Kapolda.

Ia menambahkan, momen ini juga sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Bagi Rusdi, langkah ini bukan hanya bentuk cinta pada tanah air, tapi pembuktian bahwa ideologi bangsa bisa menyatukan bahkan mereka yang pernah berseberangan secara tragis.

Yayasan Rumah Moderasi yang dibentuk Polisi ini diketuai oleh Suryadi, eks napiter yang kini justru menjadi garda depan pembinaan teman-temannya.

"Kalau tidak ada pendampingan dari kepolisian, mungkin kami masih gila-gila di luar," ucapnya terus terang.

Suryadi menyebut bahwa yayasan ini tak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga edukasi. Saat ini sudah ada puluhan orang yang diberdayakan.

"Sekarang kami buka usaha. Di sini ada 82 eks napiter yang kami dampingi. InsyaAllah bisa 100. Ke depan, kami ingin bangun sekolah untuk anak-anak eks napiter. Supaya mereka juga punya masa depan," sebutnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampilan Kayak Orang Arab, Perempuan di Jakbar Dituding Teroris hingga Dianiaya Pria Tak Dikenal

Penampilan Kayak Orang Arab, Perempuan di Jakbar Dituding Teroris hingga Dianiaya Pria Tak Dikenal

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 15:30 WIB

Umat Katolik Rayakan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Umat Katolik Rayakan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Foto | Kamis, 29 Mei 2025 | 19:07 WIB

Biaya Syuting di Makassar Lebih Mahal dari New York?! Produser Jodoh 3 Bujang Ungkap Fakta Mengejutkan

Biaya Syuting di Makassar Lebih Mahal dari New York?! Produser Jodoh 3 Bujang Ungkap Fakta Mengejutkan

Video | Rabu, 28 Mei 2025 | 09:52 WIB

Terkini

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:33 WIB

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:31 WIB

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

×