Pernyataannya Sering Tuai Kontroversi, Publik Spill Pendidikan Bos BGN: Tak Ada Hubungan dengan Gizi

Dinda Rachmawati

Selasa, 03 Juni 2025 | 16:08 WIB
Pernyataannya Sering Tuai Kontroversi, Publik Spill Pendidikan Bos BGN: Tak Ada Hubungan dengan Gizi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kembali menjadi sorotan publik. Beberapa pernyataannya yang dinilai kontroversial membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai kapasitas dan latar belakang pendidikannya yang ternyata bukan dari dunia gizi, melainkan entomologi, ilmu tentang serangga.

Salah satu pernyataan yang menuai kritik tajam datang dari kunjungannya ke Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil di Bangkalan, Jawa Timur, pada 26 Mei 2025. Dalam kunjungan itu, Dadan menceritakan kebiasaannya mewajibkan dua anaknya minum susu sebanyak dua liter per hari. 

Menurutnya, asupan susu dalam jumlah besar itu membuat kedua putranya tumbuh tinggi, masing-masing mencapai 185 cm dan 181 cm. Pernyataan tersebut menuai perdebatan di media sosial. Banyak yang menilai bahwa rekomendasi tersebut tidak berdasar secara ilmiah dan cenderung menyesatkan.

Selain itu, tidak semua keluarga di Indonesia mampu menyediakan dua liter susu per anak setiap hari. Netizen menilai ucapan itu kurang sensitif terhadap realitas ekonomi masyarakat.

Tak berhenti di sana, Dadan juga mengklaim bahwa minyak jelantah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dijual dengan harga tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioavtur, bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

“Termasuk yang mengambil jelantahnya. Kan banyak tuh digunakan minyak ya (dalam program MBG). Jelantahnya bisa ditampung, kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi,” ucapnya dalam acara BGN Talks Episode 1 yang disiarkan pada 31 Mei 2025.

Pernyataan ini juga mengundang keheranan publik. Alih-alih fokus pada peningkatan kualitas dan distribusi gizi, Dadan justru membahas potensi ekonomi dari limbah program. Banyak yang mempertanyakan urgensi dan relevansi ide tersebut dalam konteks program gizi nasional.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah usulannya menjadikan serangga seperti belalang dan ulat sagu sebagai sumber protein dalam program makan bergizi gratis. 

Meski serangga memang diakui sebagai sumber protein alternatif oleh beberapa kalangan akademik, pernyataan ini kembali membuat publik bertanya-tanya, apakah Dadan sedang menjalankan program gizi atau mempromosikan minat pribadinya?

baca juga

Polemik semakin ramai setelah netizen mengungkap latar belakang pendidikan Dadan. Dalam platform X (sebelumnya Twitter), sejumlah akun menyindir fakta bahwa Dadan bukanlah ahli gizi. Ia justru dikenal sebagai seorang entomolog, ahli serangga.

Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), yang Suara.com kutip dari ANTARA, Dadan merupakan dosen di Program Studi Pascasarjana Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Ia menyelesaikan studi sarjana di bidang Proteksi Tanaman IPB pada 1990, kemudian meraih gelar master di Universitas Bonn, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan pada 1997, dan melanjutkan studi di Leibniz Universität Hannover, Jerman, lulus tahun 2000. Gelar doktor ia raih dari IPB.

Dari data Science and Technology Index (Sinta) milik Kemendikbudristek, Dadan memiliki skor 643. Tahun 2023, ia mempublikasikan empat jurnal ilmiah dan penelitiannya disitasi sebanyak 98 kali. 

Salah satu penelitiannya yang dirilis pada 2023 bertajuk “Keanekaragaman dan peran fungsional serangga Ordo Cleopatra di area reklamasi pascatambang batu bara di Berau, Kalimantan Timur”.

Namun, rekam jejak akademiknya yang kuat di bidang entomologi justru menjadi titik sorotan. “Ketika ahli serangga disuruh ngurusin gizi,” sindir akun @sociotalker. 

Netizen lain menyebut bahwa penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN adalah bagian dari keputusan politik Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2024, berbarengan dengan pelantikan beberapa pejabat lainnya yang juga menuai kritik.

Komentar pedas terus berdatangan. “Kenapa sih ya Allah, berharap posisi penting diisi sama orang kompeten aja susah banget anjir,” tulis akun @wha****. 

Ada juga yang menyindir dengan sarkasme, “Dulu dia saranin makan serangga sebagai lauk juga. Kita tunggu anak-anak itu makan kecoak.”

Terlepas dari prestasinya di dunia akademik, kontroversi yang terus bermunculan menunjukkan adanya kegamangan publik terhadap relevansi keahlian Dadan dengan tugasnya di Badan Gizi Nasional.

Dalam konteks jabatan publik yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, terutama anak-anak, publik tampaknya berharap pemangku kebijakan diisi oleh sosok yang tidak hanya punya gelar akademik, tetapi juga keahlian yang benar-benar sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PalmCo Investasikan Rp 1,9 Miliar untuk Bangun Talenta Masa Depan Industri Perkebunan

PalmCo Investasikan Rp 1,9 Miliar untuk Bangun Talenta Masa Depan Industri Perkebunan

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2025 | 13:37 WIB

Kota Metro Gelar Festival Pancasila dan PKD untuk Wujudkan Kota yang Berbudaya

Kota Metro Gelar Festival Pancasila dan PKD untuk Wujudkan Kota yang Berbudaya

News | Senin, 02 Juni 2025 | 13:16 WIB

Pendidikan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Pernyataannya Sering Tuai Kontroversi: Terbaru, Pecat HRD!

Pendidikan Wamenaker Immanuel Ebenezer, Pernyataannya Sering Tuai Kontroversi: Terbaru, Pecat HRD!

News | Minggu, 01 Juni 2025 | 18:48 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

×