Pakar Forensik Bongkar 'Ketidak-identikan' Ijazah Jokowi: Benarkah Ada Perbedaan Cetak?

Dinda Rachmawati

Sabtu, 07 Juni 2025 | 12:38 WIB
Pakar Forensik Bongkar 'Ketidak-identikan' Ijazah Jokowi: Benarkah Ada Perbedaan Cetak?
Rismon Sianipar Bongkar "Ketidak-identikan" Ijazah Jokowi dengan Metode Canggih! (X)

Suara.com - Polemik mengenai keaslian ijazah mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, terus mengemuka di media sosial. Kali ini karena unggahan dari pakar digital forensik, Dr. Rismon Sianipar. 

Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, Rismon mempublikasikan hasil analisis visual terhadap ijazah Jokowi yang dibandingkan dengan ijazah milik seorang alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Frono Jiwo.

Dalam unggahan tersebut, Dr. Rismon menyoroti perbedaan visual antara dua dokumen ijazah dengan nomor 1120 dan 1115. Ijazah dengan nomor 1120 merupakan milik Joko Widodo yang sebelumnya diunggah oleh seorang pengguna bernama Dian Sandi Utama. 

Sementara itu, ijazah nomor 1115 diklaim milik Frono Jiwo, seorang mahasiswa dari jurusan dan periode yang sama.

Menurut Dr. Rismon, terdapat empat ketidaksesuaian yang signifikan, terutama pada posisi huruf-huruf seperti A, I, E, dan Z terhadap logo resmi UGM yang terletak di bagian tengah atas dokumen ijazah.

"EMPAT KETIDAK-IDENTIKAN IJAZAH NO: 1120 (JOKO WIDODO yang diupload DIAN SANDI UTAMA) dan IJAZAH NO: 1115 (FRONO JIWO). Terlihat posisi huruf A, I, E, dan Z relatif terhadap LOGO UGM!," tulis dia seperti Suara.com kutip pada Sabtu (7/6/2025).

Ia menyebut bahwa penempatan huruf-huruf tersebut tampak berbeda secara relatif terhadap elemen grafis logo UGM pada masing-masing dokumen. Untuk memperkuat klaimnya, Rismon menyertakan perbandingan visual dan grafik analisis spektrum warna pada bagian-bagian tertentu dari kedua ijazah tersebut.

Tidak hanya itu, Rismon menambahkan bahwa pihaknya juga akan membandingkan temuan ini dengan salinan fotokopi ijazah yang sebelumnya sempat ditampilkan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri sebagai bagian dari hasil penyelidikan.

"NANTI kita bandingkan lagi dengan ijazah fotokopi yang ditampilkan DIRTIPIDUM BARESKRIM," tambah dia.

baca juga

Unggahan Rismon lainnya kemudian menyoroti salah satu aspek teknis yang lebih dalam, yaitu persentase huruf 'A' yang tertimpa logo Universitas Gadjah Mada pada masing-masing ijazah. 

Berdasarkan gambar yang ditampilkan, diketahui bahwa huruf A pada ijazah Jokowi menunjukkan persentase tertimpa logo sebesar 21,01%, sedangkan pada ijazah Frono Jiwo hanya 13,54%. 

Teknik digital forensik yang digunakan, yaitu morphology bitwise dalam ruang warna HSV, adalah salah satu metode yang dikenal di bidang pengolahan citra digital. Metode ini memungkinkan analisis pixel demi pixel pada warna dan bentuk untuk menilai tumpang tindih antar elemen visual dalam sebuah gambar. 

Tujuan akhirnya adalah untuk mengukur sejauh mana huruf dalam ijazah menyentuh atau melewati batas-batas logo, yang dalam dokumen resmi biasanya dicetak secara simetris dan seragam.

"Persentase huruf A ditimpa dengan logo menggunakan teknik MORPHOLOGY BITWISE pada ruang warna HSV atas ijazah JOKOWI dan FRONO JIWO," ucapnya.

Hasil analisis ini dimaknai oleh Rismon sebagai indikasi adanya perbedaan cetak dan komposisi tata letak pada kedua dokumen ijazah. Ia menggunakan pendekatan kuantitatif dalam membandingkan proporsi tumpang tindih sebagai bahan evaluasi tambahan terhadap orisinalitas dokumen.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menyatakan secara resmi bahwa penyelidikan terhadap dugaan ijazah palsu milik Joko Widodo telah dihentikan. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium forensik terhadap ijazah Jokowi menunjukkan kesesuaian. 

Tim penyelidik melakukan analisis dengan membandingkan dokumen tersebut dengan tiga ijazah milik rekan-rekan Jokowi yang juga lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada periode yang sama.

Menurut Djuhandhani, hasil uji forensik tersebut memperkuat keyakinan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam dokumen yang dipermasalahkan. Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan telah dilakukan dengan metode ilmiah dan melibatkan pemeriksaan terhadap elemen-elemen visual dan fisik pada dokumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

Seret Nama Jokowi, Rocky Gerung soal Pemakzulan Gibran: Bukan Proses Berbahaya

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 17:00 WIB

Debat Panas soal Ijazah, Roy Suryo Ledek Relawan Jokowi Nyontek: Baca Undang-undang Aja Gak Bisa

Debat Panas soal Ijazah, Roy Suryo Ledek Relawan Jokowi Nyontek: Baca Undang-undang Aja Gak Bisa

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 16:17 WIB

Tegaskan Tak Takut Teliti Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Bagikan Ilustrasi Pakai Baju Penjara

Tegaskan Tak Takut Teliti Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Bagikan Ilustrasi Pakai Baju Penjara

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 15:01 WIB

Terkini

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Pemda yang Sukses Kawal Program MBG

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 17:03 WIB

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:00 WIB

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Manchester United Diambang Degradasi, Siapa Pelatih yang Mau Gantikan Carrick?

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:55 WIB

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

AC Milan Hajar Inter 3-1, Derby Jadi Titik Balik Rossoneri dan Tamparan bagi Chivu

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:49 WIB

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Mitos Self-Reward Liburan: Healing Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:45 WIB

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Pemain Ini Dianggap Biang Kerok Kekalahan Memalukan Manchester United dari Chelsea

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 16:42 WIB

×