Pengamat: Transjabodetabek Buka Akses Masyarakat Kelas Bawah Liburan ke PIK 2

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 11 Juni 2025 | 12:44 WIB
Pengamat: Transjabodetabek Buka Akses Masyarakat Kelas Bawah Liburan ke PIK 2
Uji coba rute baru Transjabodetabek. (ist)

Suara.com - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kehadiran layanan Transjabodetabek rute Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 membawa dampak positif bagi kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah. 

Menurutnya, angkutan umum tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses untuk menikmati kawasan PIK 2.

Sebab, kebanyakan pengunjung PIK 2 menggunakan kendaraan pribadi dan harus menempuh jarak yang jauh.

“Ya, saya kemarin menggunakan ke-PIK2 nyoba. Ya kesan saya begini, kalau ke-PIK2 itu lebih pada orang-orang dari Jakarta atau di mana pun. Kesannya PIK2 itu bukan untuk orang mewah saja gitu loh," ujar Djoko kepada Suara.com, Rabu (11/6/2025).

Transjabodetabek Premium di halte Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (8/9).
ILUSTRASI--Transjabodetabek Premium di halte Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (8/9).

"Jadi kalangan bawah juga bisa menikmati ke sana tanpa harus bawa kendaraan pribadi,” katanya menambahkan.

Djoko menyebut bahwa kawasan PIK 2 kini bukan lagi destinasi eksklusif. Karena tersedianya angkutan umum, masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi bisa mengakses kawasan tersebut dengan lebih mudah, termasuk pekerja dan keluarga yang ingin menikmati fasilitas pantai di sana.

“Nah di PIK2 itu mereka punya Ancol kedua lah walaupun sedikit, ya ada pantai di situ. Nah itu yang bisa saya lihat kemarin, ada orang yang kelas menengah ke bawah lah. Dia lihat pantai, bawa anaknya, berhenti di situ. Itu yang saya lihat,” ucapnya.

Meski begitu, Djoko menegaskan bahwa angkutan umum seperti Transjabodetabek bukan solusi langsung untuk mengatasi kemacetan di wilayah tersebut. 

Menurutnya, kelas pengguna layanan ini umumnya adalah pekerja yang tidak tinggal di kawasan PIK 2 dan sangat bergantung pada moda transportasi publik.

baca juga

“Tapi kalau mengatasi kemacetan saya kira beda ya kelasnya. Tapi untuk orang-orang yang bekerja di sana, (angkutan umum) dibutuhkan. Kalau kelas menengah ke bawah kan dia juga butuh transportasi umum, pekerja-pekerja yang bukan tempat tinggal di situ kan," tuturnya.

"Nah tentunya kelas ini menggunakan angkutan umum tadi jadi sangat diperlukan,” tambahnya Djoko.

Rute Baru Transjabodetabek Dinilai Relevan

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan rute baru Transjabodetabek T31 Pantai Indah Kapuk (PIK) 2-Blok M pada Kamis (22/5/2025).

Rute yang menghubungkan Banten dengan Jakarta ini diyakini bakal diminati para pelanggan Transjakarta

Rute baru Transjabodetabek yang telah dibuka oleh Pramono turut ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. Program ini dianggap sebagai bentuk menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga lewat koneksi angkutan umum.

Hal itu dinilai Wibi penting untuk menunjang aktivitas antarwilayah.

"Jadi begini, soal rute Transjabodetabek PIK 2–Blok M, kita di DPRD melihat ini sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas lintas wilayah," ujar Wibi kepada Suara.com, Minggu (1/6/2025).

Ilustrasi bus transjabodetabek. (ist)
Ilustrasi But Transjabodetabek. (ist)

Selain itu, ia menganggap PIK 2 bukan hanya sekadar kawasan perumahan elit yang dihuni oleh kalangan menengah ke atas. Wilayah ini dikatakannya juga dikembangkan sebagai pusat wisata dan komersil.

"Apalagi PIK 2 itu sekarang udah jadi pusat pertumbuhan baru, bukan cuma kawasan perumahan elite tapi juga komersial dan wisata. Jadi, masuknya Transjabodetabek ke sana ya cukup relevan," ucapnya.

Di satu sisi, ia mengakui memang kebanyakan warga PIK adalah pengguna kendaraan pribadi. Oleh karena itu, ia mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi rutin atas operasional Transjabodetabek PIK 2-Blok M.

"Memang tantangannya adalah karakter pengguna PIK yang mayoritas pakai kendaraan pribadi. Jadi kalau tujuannya mengurangi kemacetan atau mendorong orang kaya pindah ke transportasi publik, ya harus ada evaluasi serius soal okupansi penumpang dan efektivitasnya," jelasnya.

"Kita akan dorong Dinas Perhubungan untuk secara rutin evaluasi: seberapa banyak yang naik, apakah rutenya efisien, dan bagaimana koneksi antarmoda setelah sampai Blok M," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pede PDB Indonesia Bisa Merajai Dunia, Prabowo Ungkit Penjajahan Belanda, Mengapa?

Pede PDB Indonesia Bisa Merajai Dunia, Prabowo Ungkit Penjajahan Belanda, Mengapa?

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 12:02 WIB

Legislator PDIP Wanti-wanti Rezim Prabowo: Penutupan UIP di Raja Ampat Jangan Cuma Manuver Sesaat

Legislator PDIP Wanti-wanti Rezim Prabowo: Penutupan UIP di Raja Ampat Jangan Cuma Manuver Sesaat

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 21:05 WIB

Imbas Prabowo dan Megawati Makin Lengket: Gibran Terancam jadi Wapres Seremonial?

Imbas Prabowo dan Megawati Makin Lengket: Gibran Terancam jadi Wapres Seremonial?

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 18:46 WIB

Istana Tanggapi Isu Reshuffle di Kabinet Prabowo: Nanti Dikira Bohong, Memang Belum Ada

Istana Tanggapi Isu Reshuffle di Kabinet Prabowo: Nanti Dikira Bohong, Memang Belum Ada

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:45 WIB

Terkini

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:44 WIB

Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai

Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn

BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:42 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:39 WIB

Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI

Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:34 WIB

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:33 WIB

Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten

Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:31 WIB

Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf

Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:30 WIB

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:27 WIB

Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau

Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau

Riau | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:25 WIB

×