Pernah Dibakar dan Dibacok Ayah Sendiri, Anak Perempuan Di Pasar Kebayoran Lama Jadi Atensi KPPPA

Liberty Jemadu, Lilis Varwati

Kamis, 12 Juni 2025 | 12:11 WIB
Pernah Dibakar dan Dibacok Ayah Sendiri, Anak Perempuan Di Pasar Kebayoran Lama Jadi Atensi KPPPA
MK (7), bocah perempuan yang ditemukan Polisi Pamong Praja terlantar di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada 10 Juni 2025. Ia mengaku pernah dibakar dan dibacok oleh ayahnya sendiri, yang kini sedang diburu oleh polisi.[Antara]

Suara.com - Seorang anak perempuan berinisial MK (7) yang pernah dibakar hidup-hidup dan dibacok oleh ayahnya sendiri, kini dirawat di IGD RS Polri Kramat Jati.

MK ditemukan terlantar di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan setelah tiba dari Surabaya, Jawa Timur bersama sang ayah. Adapun polisi kini tengah memburu sang ayah.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengakui kini sedang menangani kasus tersebut dan bahwa anak tersebut telah mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara ayahnya masih buron.

"Saat ini anak sedang ditangani di IGD RS Polri Kramat Jati dan ayah korban sedang dalam pencarian oleh petugas," kata Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus KPPPA Ciput Purwianti kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

Ciput menekankan perlunya dilakukan laporan sosial oleh pekerja sosial, termasuk menelusuri keberadaan keluarga dari anak yang menjadi korban itu. Selain ayahnya, ibu kandung sang anak dikabarkan telah meninggal.

"Perlu segera dilakukan, termasuk penelusuran keluarga terdekat anak yang nantinya diperlukan untuk memastikan anak dalam pengasuhan yang layak," ujarnya.

Sebelumnya, keterangan dari Petugas Kasatpol PP Kebayoran Lama Eko terungkap kalau MK pernah dibakar dan dibacok oleh ayahnya berinisial YA lantaran saat itu sedang emosi.

"Tadi kita tanya anak tersebut, ayahnya sangat kejam katanya. Dia dibakar di sawah, diobati tapi disiksa lagi," kata Eko, dikutip dari Antara.

Eko menambahkan, saat ditemukan, di tubuh anak itu terdapat luka bacok sekitar 5-6 centimeter (cm) dan mengalami luka lebam kebiruan di bagian mata.

Satpol PP setempat bersama warga langsung membawa korban ke Puskesmas. Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas medis menyebutkan tulang anak itu keluar lantaran dipelintir.

Diketahui ibu korban sudah meninggal dunia dan MK yang hidup bersama ayahnya hanya diberikan satu sendok nasi setiap harinya.

MK juga diduga disiksa oleh orang tuanya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia mengalami dehidrasi dan luka akibat benda tajam saat ditemukan pertama kali.

Mulanya, Satpol PP Kebayoran Lama sedang melakukan patroli di kawasan Pasar Kebayoran Lama pada Rabu pagi pukul 07.20 WIB. MK ditemukan seorang diri sedang tertidur di atas kardus yang ada di lorong pasar. Kepada petugas, dia mengaku disiksa oleh orang tuanya.

Disiksa Sejak dari Surabaya

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih kepada wartawan di Jakarta, Rabu kemarin mengatakan MK (7) yang ditemukan di Pasar Kebayoran Lama disiksa oleh orang tuanya sejak dari Surabaya, Jawa Timur.

Karenanya, terang Murodih, penanganan kasus ini akan diambil alih oleh Bareskrim.

"Penanganan akan diambilalih Bareskrim karena TKP penganiayaan di Surabaya," kata Murodih.

Murodih mengatakan, ayah dan anak itu berasal dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, dan sampai di Jakarta baru Selasa (10/6/2025).

Lantaran tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan di wilayah Surabaya, Jawa Timur, maka saat ini dugaan kasusnya diambilalih Bareskrim Polri.

Bareskrim Polri akan melakukan pengecekan sejumlah rekaman CCTV.

"Info dari Bareskrim sedang dicek CCTV sekitar Stasiun Pasar Turi," ujarnya.

Sementara Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan anak yang menjadi korban penyiksaan oleh orang tuanya yang ditemukan di Kebayoran Lama, Jakarta selatan.

“Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan anak tersebut mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan pendampingan secara maksimal,” kata Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Brigjen Pol. Nurul mengatakan bahwa keselamatan dan pemulihan anak menjadi prioritas utama pihaknya. Selain itu, jenderal polisi bintang satu itu juga menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragis! Balita Tewas di Tangerang Diduga Dibakar Pacar Ibunya, Polisi Kejar Satpam Bandara Soetta

Tragis! Balita Tewas di Tangerang Diduga Dibakar Pacar Ibunya, Polisi Kejar Satpam Bandara Soetta

News | Selasa, 29 April 2025 | 07:15 WIB

Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut Sedang Umroh, KPPPA Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut Sedang Umroh, KPPPA Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

News | Rabu, 16 April 2025 | 09:14 WIB

Demi Keuntungan, Pedagang Nekat Jual Ayam Gelonggongan, Kini Berakhir di Penjara

Demi Keuntungan, Pedagang Nekat Jual Ayam Gelonggongan, Kini Berakhir di Penjara

News | Jum'at, 28 Februari 2025 | 19:07 WIB

Hak Perempuan Korban Kekerasan Jadi Prioritas, Menteri PPPA Kampanye di CFD

Hak Perempuan Korban Kekerasan Jadi Prioritas, Menteri PPPA Kampanye di CFD

Video | Minggu, 08 Desember 2024 | 18:00 WIB

Soal Kasus Kriminaliasai Guru Supriyani, KPPPA Tekankan Pentingnya Asas Praduga Tak Bersalah

Soal Kasus Kriminaliasai Guru Supriyani, KPPPA Tekankan Pentingnya Asas Praduga Tak Bersalah

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 18:05 WIB

Terkini

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:18 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:11 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:53 WIB

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:49 WIB