Survei KPPPA: Wanita Karier di Perkotaan Lebih Banyak Alami KDRT, Dampak Patriarki?

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Senin, 07 Oktober 2024 | 23:45 WIB
Survei KPPPA: Wanita Karier di Perkotaan Lebih Banyak Alami KDRT, Dampak Patriarki?
Ilustrasi KDRT. (Pixabay/@Tumisu)

Suara.com - Perempuan di perkotaan dengan pendidikan SMA ke atas serta memiliki pekerjaan rupanya lebih banyak alami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dibandingkan yang tinggal di pedesaan dan pendidikan SMP ke bawah. 

Temuan itu berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). 

Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA Ratna Susianawati menyebutkan, hasil Survei menunjukkan terdapat 1 dari 5 perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami KDRT dalam setahun terakhir. KDRT itu cenderung lebih banyak dialami oleh perempuan yang tinggal di perkotaan. 

"Terdapat 21,4 persen perempuan usia 15-64 tahun di Indonesia yang tinggal di perkotaan memiliki pengalaman KDRT dalam setahun terakhir. Angka prevalensi tersebut lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang mencapai 19,2 persen," kata Ratna dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Ilustrasi KDRT (Pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi KDRT (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Menurut Ratna, kasus kekerasan kepada perempuan di perkotaan memang mudah terungkap karena akses dan layanan internet yang lebih canggih. Selain itu, perempuan dengan tingkat pendidikan lebih tinggi dan pekerja cenderung memiliki daya pikir lebih terbuka dan kritis terhadap tindak kekerasan yang dia alami.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti juga menyampaikan bahwa budaya patriarki turut juga jadi salah satu faktor penyebab kekerasan.

Dia menganalisa kalau perempuan dengan pendidikan lebih tinggi biasnya memiliki cara berpikir lebih maju, sayangnya hal tersebut tidak didukung oleh pasangannya. 

"Pendidikan lebih tinggi membuat perempuan berpikir lebih maju. Sementara budaya patriarki kita masih kental, sehingga akibatnya yang SMP cenderung lebih menurut," kata Woro.

Perempuan pekerja juga lebih banyak jadi korban KDRT akibat tidak ada kompromi di dalam keluarga, terutama pasangannya. 

baca juga

"Semakin tinggi pendidikan mereka makin terbuka. Ingin bekerja di luar, ingin berkarya di luar, ingin bisa aktualisasikan diri di luar, sementara budaya patriarki masih lekat. Itu lah yang menyebabkan relasi kuasa jadi tidak seimbang," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! 9 Dari 100 Anak Alami Kekerasan Fisik: Ditampar, Ditendang Hingga Dipukul

Miris! 9 Dari 100 Anak Alami Kekerasan Fisik: Ditampar, Ditendang Hingga Dipukul

News | Senin, 07 Oktober 2024 | 12:46 WIB

Dampak Fatal Normalisasi KDRT Bisa Berujung Sebabkan Femisida Terhadap Perempuan

Dampak Fatal Normalisasi KDRT Bisa Berujung Sebabkan Femisida Terhadap Perempuan

News | Jum'at, 20 September 2024 | 21:33 WIB

Kekeliruan Konstruksi Sosial Di Masyarakat Disebut Turut Sebabkan Korban KDRT Pilih Bungkam

Kekeliruan Konstruksi Sosial Di Masyarakat Disebut Turut Sebabkan Korban KDRT Pilih Bungkam

News | Jum'at, 20 September 2024 | 20:09 WIB

Kejang-kejang hingga Sekujur Tubuh Luka, Motif Ibu Tiri di Cilincing Aniaya 2 Anak Sambung Gegara Susu Tumpah

Kejang-kejang hingga Sekujur Tubuh Luka, Motif Ibu Tiri di Cilincing Aniaya 2 Anak Sambung Gegara Susu Tumpah

News | Rabu, 18 September 2024 | 15:55 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

×