Panen Perdana Tambak Udang Ramah Iklim di Donggala: Produksi Naik, Lingkungan Terjaga

Bimo Aria Fundrika

Senin, 16 Juni 2025 | 14:48 WIB
Panen Perdana Tambak Udang Ramah Iklim di Donggala: Produksi Naik, Lingkungan Terjaga
Tambak Udang Jala. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Sebuah langkah penting dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan lahir dari Desa Lalombi, Donggala, Sulawesi Tengah. Tambak udang vaname berbasis alam yang dikembangkan di sana mencatat panen perdana dengan hasil mencapai 52 ton per hektare.

Bukan hanya kuantitasnya yang menggembirakan, tapi juga pendekatannya, karena tambak ini menjadi model pertama di Asia yang berhasil menggabungkan produktivitas tinggi dengan konservasi pesisir yang nyata.

“Pendekatan ini mengintegrasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), praktik budi daya yang efisien, dan pemulihan mangrove sebagai biofilter alami. Hasilnya adalah keseimbangan antara peningkatan produksi dan pelestarian ekosistem pesisir,” kata Fisheries and Aquaculture Program Manager Konservasi Indonesia, Burhanuddin, seperti dikutip dari ANTARA, Senin, (16/6/2025). 

Seorang pekerja memeriksa tambak budidaya udang berkelanjutan atau Climate Smart Shrimp Farming (CSSF) yang dikembangkan di Desa Lalombi, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (20/2/2025). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Seorang pekerja memeriksa tambak budidaya udang berkelanjutan atau Climate Smart Shrimp Farming (CSSF) yang dikembangkan di Desa Lalombi, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (20/2/2025). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Panen dilakukan secara bertahap selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Juni 2025, pada lahan seluas 2,5 hektare. Tambak ini dikelola dengan pendekatan Climate Smart Shrimp Farming (CSSF), sebuah inovasi yang merespons tantangan perubahan iklim, degradasi pesisir, dan kebutuhan ketahanan pangan sekaligus.

Model CSSF menggabungkan teknologi budidaya, pengelolaan limbah, serta restorasi mangrove. Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi multipihak yang melibatkan Konservasi Indonesia, startup akuakultur JALA, Universitas Tadulako, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Seluruh kegiatan budidaya berlangsung di kawasan seluas 10 hektare, yang mencakup tambak produksi dan area restorasi mangrove 3,5 hektare. Kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 3.700 ton karbon dioksida setara (COe) per tahun—kontribusi konkret terhadap target iklim nasional.

CEO JALA, Aryo Wiryawan, menegaskan bahwa kesuksesan panen perdana tak lepas dari peran teknologi. “Udangnya berukuran optimal, hingga 24 ekor per kilogram, dan telah memenuhi standar ekspor,” ungkapnya. Ia juga menyoroti sistem pemantauan kualitas air dan pelacakan produksi secara real-time sebagai salah satu kunci keberhasilan.

Menurut Aryo, model ini sangat layak dikembangkan di wilayah pesisir lain di Indonesia. “Inilah masa depan budidaya yang menjawab krisis iklim, menjaga lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Dari sisi ekologis, sistem ini juga menunjukkan hasil positif. Mariska Astrid, peneliti Riset Karbon Biru BRIN, menyebut bahwa CSSF terbukti memulihkan kualitas perairan.

“Air buangan yang awalnya berbuih akibat limbah tambak menjadi jernih sebelum mengalir ke laut,” jelasnya. Sampel air memperlihatkan kemampuan mangrove sebagai penyaring alami yang efektif.

Keberhasilan ini tidak hanya bicara soal lingkungan atau produksi. Ada sisi sosial yang juga dibangun. Koperasi lokal seperti Tambak Sari Lestari dan Yayasan Bonebula dilibatkan secara aktif dalam proses budidaya. Artinya, keberlanjutan sosial menjadi fondasi utama.

Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat bukan sekadar pelaksana, tetapi menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi biru. Pendampingan dan pemberdayaan menjadi elemen yang menyatu dalam sistem, bukan pelengkap.

“Keberhasilan panen perdana di Lalombi sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara teknologi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat menghadirkan sistem budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi pesisir secara berkelanjutan,” ujar Mariska.

Inisiatif ini memberi harapan. Bahwa dengan niat, ilmu pengetahuan, dan gotong royong, tambak yang ramah iklim bukan sekadar konsep, tapi nyata dan berdaya. Lalombi telah membuktikannya. Tinggal bagaimana kita belajar dan menirunya di tempat lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Energi dan Kenaikan Harga Listrik Picu Penolakan Pajak Karbon di Swedia

Krisis Energi dan Kenaikan Harga Listrik Picu Penolakan Pajak Karbon di Swedia

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 11:06 WIB

Rudiantara Ungkap Kasus Fraud eFishery dan Investree Buat Pendanaan Startup RI Anjlok

Rudiantara Ungkap Kasus Fraud eFishery dan Investree Buat Pendanaan Startup RI Anjlok

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 16:39 WIB

Riset: Sepertiga Hutan di Dunia Hilang Sejak 2001, Masih Bisakah Dipulihkan?

Riset: Sepertiga Hutan di Dunia Hilang Sejak 2001, Masih Bisakah Dipulihkan?

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 12:26 WIB

Terkini

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:47 WIB

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:31 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:22 WIB

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:00 WIB

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB