Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rudiantara Ungkap Kasus Fraud eFishery dan Investree Buat Pendanaan Startup RI Anjlok

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 13 Juni 2025 | 16:39 WIB
Rudiantara Ungkap Kasus Fraud eFishery dan Investree Buat Pendanaan Startup RI Anjlok
Gedung eFishery. (Ist/foto dok. SPMTN)

Suara.com - Iklim investasi startup di Indonesia tengah menghadapi badai serius. Ketua Steering Committee Indonesia Fintech Society (IFSoc), Rudiantara, secara gamblang mengungkapkan bahwa serangkaian kasus fraud yang menimpa startup Tanah Air telah menyebabkan kekeringan pendanaan yang mengkhawatirkan.

Data yang dipegang Rudiantara menunjukkan penurunan drastis dalam pendanaan startup. Sepanjang kuartal I 2025, investasi yang masuk ke sektor ini hanya mencapai USD30 juta. Angka ini anjlok jauh jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang masih tembus USD1 miliar lebih.

"Pada kuartal I 2025 pendanaan startup hanya USD30 juta dolar, bandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencapai USD1 miliar dolar lebih," tegas Rudiantara dalam Seminar Nasional CORE Indonesia bertajuk 'Dampak Sosial-Ekonomi dan Keberlanjutan Industri Fintech P2P Lending di Indonesia' di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Menurut Rudiantara, penurunan tajam ini tak lain dipicu oleh banyaknya kasus fraud yang mendera perusahaan rintisan di Indonesia. Dua kasus yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan pemalsuan laporan keuangan eFishery dan kasus penggelapan serta penipuan yang melibatkan pendiri Investree.

"Pas kasus ini meledak, (pendanaan) ini terus turun, saya enggak tahu kuartal II berapa, tapi ini alert buat kita," imbuhnya, menyuarakan kekhawatiran akan dampak lanjutan.

Menyikapi kondisi ini, Rudiantara mendesak para pelaku startup, khususnya yang berada di tahap menengah hingga lanjut (middle-late stage), untuk segera merevisi model bisnis mereka dan memperbaiki tata kelola perusahaan secara menyeluruh.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan para investor untuk tidak sepenuhnya menyalahkan founder.

"Saya bilang Anda jangan 100 persen menyalahkan mereka (founder) karena Anda adalah bagian dari ekosistem startup. Contoh kadang-kadang Anda juga sembarang dalam menunjuk komisaris, yang penting ada secara formal tunjuk saja adiknya, temannya atau keluarganya tapi tidak menjalankan peran sebagai komisaris sebagai pengawas," kritik Rudiantara, menyoroti pentingnya peran pengawasan yang efektif dari jajaran komisaris.

Diketahui, rentetan kasus fraud yang melibatkan startup Indonesia, termasuk eFishery, TaniFund, dan Investree, memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan ekosistem startup di tanah air. Kasus ini tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga memengaruhi kepercayaan investor terhadap startup digital di Indonesia.

Sebagai contoh saja, eFishery sempat melaporkan pendapatan sebesar 752 juta dollar AS (Rp 12,18 triliun) dengan keuntungan 16 juta dollar AS (Rp 259 miliar) untuk sembilan bulan pertama tahun 2024. B

Namun, data tersebut ternyata tidak akurat. Pendapatan yang sebenarnya adalah 157 juta dollar AS (Rp 2,54 triliun) dengan kerugian sebesar 35,4 juta dollar AS (Rp 573,48 miliar).

Sementara kasus Investree karena memiliki tingkat kredit macet perusahaan yang tinggi dan dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan dan tidak sesuai dengan perjanjian hingga akhirnya dibubarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK telah lebih dulu mencabut izin usaha Investree setelah berkutat dengan kasus penggelapan dan penipuan oleh pendirinya, Adrian Gunadi.

Pembubaran Investree dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS PT. IRJ No. 44, tertanggal 27 Maret 2025, yang dibuat di hadapan Notaris Dita Okta Sesia, S.H. M.Kn, Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta tersebut menyatakan seluruh pemegang saham Investree telah menyetujui dan memutuskan untuk membubarkan dan melakukan likuidasi terhadap PT Investree Radhika Jaya (dalam likuidasi).

Para pemegang saham juga telah menunjuk tim likuidator yang telah disetujui oleh OJK yaitu Narendra A. Tarigan, Imanuel A.F. Rumondor, dan Syifa Salamah. Pihak yang berkepentingan atas Investree diminta untuk menghubungi tim likuidator untuk menuntut hak mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Bank yang Sering Fraud Izinnya Bakal Dicabut

Hati-hati, Bank yang Sering Fraud Izinnya Bakal Dicabut

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:26 WIB

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Rudiantara Sentil OJK Soal Aturan 'Saklek' Pinjol: Jangan Terlalu Kencang, Nanti Mati!

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:22 WIB

OJK Peringatkan Bank Swasta: Hati-hati Ikut Proyek Program 3 Juta Rumah

OJK Peringatkan Bank Swasta: Hati-hati Ikut Proyek Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 15:21 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Tembus USD 110, Diprediksi Bisa Capai 120 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 06:58 WIB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB