Kekeringan Eropa Kian Parah, Dunia Perlu Waspada Dampaknya

M. Reza Sulaiman

Selasa, 17 Juni 2025 | 14:40 WIB
Kekeringan Eropa Kian Parah, Dunia Perlu Waspada Dampaknya
Ilustrasi pemanasan global (Pixabay.com/ geralt)

Suara.com - Suhu global terus mencetak rekor baru. Menurut laporan terbaru Copernicus Climate Change Service (C3S), Mei 2025 tercatat sebagai bulan Mei terpanas kedua dalam sejarah, dengan suhu rata-rata permukaan udara mencapai 15,79°C — meningkat 0,53°C dari rerata Mei periode 1991–2020 dan 1,4°C lebih tinggi dari suhu pra-industri (1850–1900).

Meningkatnya suhu ini memperkuat tren pemanasan global yang sudah mengkhawatirkan. Dalam 22 bulan terakhir, sebanyak 21 bulan tercatat berada di atas ambang batas 1,5°C.

Batas ini merupakan tolok ukur penting dari Kesepakatan Paris 2015, yang bertujuan mencegah dampak iklim paling buruk. Meski target 1,5°C dihitung sebagai rata-rata jangka panjang, frekuensi suhu tinggi menunjukkan bahwa krisis iklim kian mendesak.

Direktur C3S, Carlo Buontempo, menyatakan, “Mei 2025 memutus rangkaian panjang bulan-bulan dengan suhu lebih dari 1,5°C di atas tingkat pra-industri. Namun ini kemungkinan hanya jeda sementara, karena pemanasan sistem iklim terus berlanjut,” ujarnya melansir laman Guardian, Selasa (17/6/2025).

Salah satu dampak paling nyata dari tren ini adalah meluasnya kekeringan, terutama di Eropa. Kawasan barat laut dan tengah benua itu mengalami musim semi yang sangat kering, dengan tingkat curah hujan dan kelembaban tanah terendah sejak pencatatan dimulai pada 1979.

Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, hingga negara-negara Baltik kini menghadapi kekhawatiran serius terkait ketersediaan air dan ancaman gagal panen.

Bukan hanya Eropa, kondisi serupa juga terjadi di berbagai belahan dunia lain seperti Rusia selatan, Ukraina, Türkiye, Amerika Utara, Afrika bagian selatan, Amerika Selatan, dan sebagian besar Australia.

Dampak dari kekeringan yang meluas ini berpotensi mengganggu rantai pasok pangan global serta menekan produksi komoditas utama seperti gandum, jagung, dan kedelai.

Di tengah situasi ini, lautan dunia pun tak luput dari tekanan. Copernicus juga mencatat suhu permukaan laut di kawasan Atlantik bagian timur laut mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menambah beban terhadap ekosistem laut, terutama terumbu karang dan populasi ikan yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

baca juga

Laporan ini memperkuat peringatan dari Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen, yang dalam pidatonya awal Juni lalu menekankan pentingnya perlindungan laut dan kawasan pesisir melalui rencana aksi “30x30 Ocean Action Plan”. Target ini bertujuan melindungi 30% wilayah laut dunia pada 2030. Hingga saat ini, baru 8,4% wilayah laut global yang masuk dalam kawasan lindung, dan hanya 2,7% yang benar-benar bebas dari eksploitasi.

“Ini bukan sekadar soal angka. Perlindungan laut harus dilakukan dengan memperhatikan hak-hak masyarakat adat, konektivitas ekosistem, dan tata kelola yang inklusif,” ujar Andersen. Ia juga menyoroti minimnya investasi global untuk solusi berbasis alam laut — hanya 9% dari seluruh pendanaan yang tersedia.

Ancaman perubahan iklim saat ini bukan lagi bersifat lokal atau sektoral, melainkan global dan sistemik. Kekeringan yang terjadi di Eropa bukan hanya soal gangguan pasokan air atau kerugian bagi petani setempat, melainkan juga ancaman terhadap stabilitas pangan dan ekonomi dunia secara keseluruhan.

Para ilmuwan iklim mengingatkan bahwa jendela waktu untuk menekan laju pemanasan global semakin sempit. Tanpa aksi cepat dan terkoordinasi, dunia akan menghadapi musim panas yang makin panjang, kebakaran hutan lebih luas, bencana kekeringan kronis, dan penurunan produktivitas pangan yang bisa memicu konflik sosial.

Sebagaimana yang ditegaskan dalam laporan C3S dan seruan dari UNEP, perlindungan bumi tak lagi bisa ditunda. Upaya menekan emisi, melindungi kawasan esensial, serta berinvestasi dalam adaptasi iklim harus dipercepat demi masa depan yang layak huni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Selangkah Lagi Menuju Perdagangan Bebas Rp460 Triliun dengan Uni Eropa Lewat IEU-CEPA

Indonesia Selangkah Lagi Menuju Perdagangan Bebas Rp460 Triliun dengan Uni Eropa Lewat IEU-CEPA

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2025 | 12:45 WIB

Pemanasan Global Hambat Upaya Pengendalian Polusi Udara, Mengapa Demikian?

Pemanasan Global Hambat Upaya Pengendalian Polusi Udara, Mengapa Demikian?

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 11:19 WIB

Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis

Lima Tantangan Iklim Global, Saatnya Gerakan Lintas Iman Bersatu Lindungi Hutan Tropis

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 10:27 WIB

Terkini

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

×