Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Indonesia Selangkah Lagi Menuju Perdagangan Bebas Rp460 Triliun dengan Uni Eropa Lewat IEU-CEPA

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 14 Juni 2025 | 12:45 WIB
Indonesia Selangkah Lagi Menuju Perdagangan Bebas Rp460 Triliun dengan Uni Eropa Lewat IEU-CEPA
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan Indonesia tangguh dalam menghadapi resesi global dalam acara Nusantara Economic Outlook (NEO) 2025 yang digelar oleh Nusantara TV. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Indonesia tengah bersiap menyambut era baru dalam hubungan ekonominya dengan Uni Eropa (UE). Perjanjian ambisius Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) kini telah mencapai tahap akhir negosiasi, membuka gerbang bagi potensi lonjakan perdagangan hingga Rp 450 triliun dan transformasi signifikan bagi produk-produk unggulan Nusantara di pasar Eropa.

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan UE memang terus menunjukkan tren positif, dengan nilai perdagangan yang mengesankan mencapai USD 30,1 miliar pada tahun 2024. Yang lebih membanggakan, neraca perdagangan tetap berpihak pada Indonesia, melonjak tajam dari surplus USD 2,5 miliar di tahun 2023 menjadi USD 4,5 miliar pada tahun 2024. Angka ini menjadi modal kuat bagi Indonesia dalam menegosiasikan kesepakatan bersejarah ini.

Pada 6 Juni 2025 lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin Delegasi Indonesia, melakukan pertemuan krusial dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šefovi. Pertemuan ini menghasilkan kemajuan signifikan: IEU-CEPA sudah mencapai lebih dari 90% text drafting, dengan beberapa isu teknis minor yang kini ditangani di tingkat Chief Negotiators dan Working Groups.

"Proses perundingan substansi IEU-CEPA ini sudah masuk tahap terakhir, dan hampir seluruh substansi sudah disepakati. Itu dari hasil pertemuan kemarin di Eropa, di Brussels," ungkap Menko Airlangga dalam Diseminasi Perundingan IEU-CEPA di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

"Per hari ini juga saya sudah mendapatkan konfirmasi dari Komisioner Maroš terkait hasil resume rapat yang mereka juga sudah sepakati. Oleh karena itu, kita sedang menunggu semoga kedua pemimpin, Presiden Prabowo dan Presiden Uni Eropa, nanti pada waktunya akan mengumumkan bersama." tambahnya.

Menko Airlangga menambahkan, saat Komisioner Maroš datang ke Indonesia pada September 2025 mendatang, diharapkan sudah ada semacam notulen atau memorandum yang siap ditandatangani. Dari sana, proses hukum akan dilanjutkan, yang membutuhkan ratifikasi dari 27 Negara Anggota Uni Eropa dan juga di Indonesia.

Berita ini menjadi angin segar bagi para pelaku ekspor Indonesia. Beberapa komoditas utama yang mendominasi ekspor Indonesia ke UE meliputi minyak kelapa sawit dan turunannya, bijih tembaga, fatty acids (oleokimia), produk alas kaki, bungkil kelapa, besi baja, lemak cokelat dan kopra, serta produk berbasis karet dan mesin.

Pada tahun 2024, UE menyumbang 6,5% atau sekitar USD 17,35 miliar dari total ekspor Indonesia yang sebesar USD 264,70 miliar. Meskipun nilai ekspor ke UE sempat fluktuatif, dengan puncak tertinggi USD 21,53 miliar pada 2022, kini trennya kembali positif.

Uni Eropa sendiri menunjukkan kesiapan untuk mencapai kesepakatan terbaik demi kepentingan Indonesia di sektor-sektor vital seperti energi terbarukan, pengembangan kendaraan listrik, produk alas kaki dan pakaian, minyak sawit, dan perikanan. Terkait ekspor produk perikanan, Pemerintah Indonesia juga meminta UE memberikan preferensi yang setara dengan negara mitra lainnya. Respons positif datang dari UE, yang bersedia membuka lebih banyak akses pasar untuk produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, sepatu, tekstil, dan ikan kaleng (terutama tuna).

baca juga

Untuk memaksimalkan manfaat dari kesepakatan ini, Menko Airlangga menekankan pentingnya persiapan matang di dalam negeri. "Indonesia perlu memastikan kesiapan industri domestik, memperkuat ekosistem pendukung ekspor, serta melakukan harmonisasi kebijakan lintas sektor," jelasnya.

Optimisme terhadap manfaat ekonomi IEU-CEPA bagi Indonesia diperkuat oleh studi dari CSIS (2021) dan Sustainability Impact Assessment oleh Komisi Eropa (2020). Proyeksi menunjukkan bahwa PDB Indonesia akan tumbuh sebesar 0,19%, dengan tambahan pendapatan nasional mencapai USD 2,8 miliar. Yang paling mencengangkan, ekspor Indonesia berpotensi meningkat hingga 57,76% dalam tiga tahun ke depan!

"Jadi kalau ekspor kita naik 50 persen itu setara dengan Vietnam ataupun Malaysia tahun ini. Kalau ini yang kita dorong dengan adanya IEU-CEPA ini nanti tarif-tarif (ekspor komoditas) yang unggulan kita yang sekarang bisa 8-12 persen itu bisa turun ke 0 persen," tutur Menko Airlangga, menggambarkan dampak revolusioner dari penghapusan hambatan tarif.

Implementasi IEU-CEPA memang diharapkan akan membuka peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa, mengingat kedua pihak belum mempunyai mekanisme Free Trade Agreement (FTA) sebelumnya.

"Sebagai pembanding, pengalaman negara-negara Asia lain yang telah lebih dahulu menjalin perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa, seperti Vietnam dan Singapura, menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja ekspor mereka," pungkas Menko Airlangga, memantapkan keyakinan bahwa IEU-CEPA akan menjadi game changer bagi masa depan ekonomi Indonesia. Perjanjian ini tak hanya tentang angka, tapi juga tentang membuka peluang besar bagi produk dan tenaga kerja Indonesia di kancah global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teken MoU, Bahlil Mau Ekspor Listrik ke Singapura

Teken MoU, Bahlil Mau Ekspor Listrik ke Singapura

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 12:07 WIB

Bangga Tumbuh Bersama PNM, Ibu Nira Jadi Inspirasi Pemberdayaan Perempuan di Balikpapan

Bangga Tumbuh Bersama PNM, Ibu Nira Jadi Inspirasi Pemberdayaan Perempuan di Balikpapan

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 09:00 WIB

Terungkap! Inisial Tersangka Kasus CPO, Kejagung Sita Rp2 Miliar dari DJU

Terungkap! Inisial Tersangka Kasus CPO, Kejagung Sita Rp2 Miliar dari DJU

Video | Rabu, 11 Juni 2025 | 22:25 WIB

Terkini

Digelar Pagi Sebelum Jumatan, Ini Jadwal Lengkap dan Agenda Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026

Digelar Pagi Sebelum Jumatan, Ini Jadwal Lengkap dan Agenda Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus 2026

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih

Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa

Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?

Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral

Mama Saya Sudah Meninggal! Curhat Pilu Warga Lampung Diduga Ditolak RSUDAM Viral

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:43 WIB

MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga

MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala

Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya

Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:32 WIB

×