Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 09 Juni 2025 | 12:10 WIB
Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?
Ilustrasi lautan (Dimitris Vetsikas/Pixabay)

Suara.com - Pengasaman laut kini bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan. Fakta ini disampaikan dalam makalah ilmiah terbaru yang dirilis Senin oleh ilmuwan dari Plymouth Marine Laboratory (PML), Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), serta Universitas Negeri Oregon (CIMERS).

Sayangnya, masalah ini masih sulit dijangkau kesadarannya oleh publik luas. Tidak seperti sampah plastik atau tumpahan minyak, pengasaman laut tidak kasat mata.

Tidak bisa dilihat langsung dari pantai terdekat. Maka, tidak heran jika urgensinya terasa jauh dari nyata.

"Sulit untuk melihat dampak biologisnya karena butuh waktu lama untuk terjadi dan membedakan dampak pengasaman laut dari hal-hal seperti suhu, tekanan penangkapan ikan, dan polusi membuatnya sangat sulit untuk menghasilkan dorongan dan momentum bagi para pengambil keputusan dan pembuat kebijakan untuk benar-benar mengatasinya dengan keras," Prof Steve Widdicombe, Direktur Sains di PML dan salah satu tokoh global dalam isu ini.

Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)
Ilustrasi laut. (Pexels/Berend de Kort)

Sebagai ilustrasi dampaknya, NOAA merilis video dua pteropoda. Yang satu hidup di air dengan pH normal—bergerak aktif dan cangkangnya bening. Yang lain dipaparkan CO tinggi selama dua minggu—cangkangnya rusak dan ia sulit berenang. Gambar yang mencolok. Namun tetap belum cukup untuk mendorong aksi skala besar.

Data Jangka Panjang

Karena itu, para ilmuwan kini fokus membangun kumpulan data jangka panjang yang menunjukkan keterkaitan langsung antara naiknya keasaman laut dan dampak biologis terhadap ekosistem. Bukti ilmiah ini penting untuk memperkuat pemahaman dan membangun langkah kolaboratif lintas negara.

Contoh nyata pernah terjadi di wilayah barat laut AS pada 2010. Saat itu, industri budidaya tiram hampir runtuh. Produksi anjlok. Setelah diselidiki, ditemukan bahwa air dari laut dalam yang naik ke permukaan—dengan kandungan CO tinggi—memperparah keasaman air tangki pembesaran larva. Akibatnya, tiram gagal tumbuh.

“Tingkat keasaman dalam air telah mencapai titik yang berarti tiram terperangkap dalam keadaan larva dan tidak dapat menumbuhkan cangkang yang mereka butuhkan untuk berkembang,” jelas Prof Helen Findlay dari PML. Penetasan kemudian memasang sensor pH dan menetralisasi air dengan bahan kimia. Hasilnya positif. Ini menunjukkan bahwa langkah kecil, bila dilakukan tepat, bisa menyelamatkan ekosistem dan ekonomi.

baca juga

Sayangnya, tidak semua wilayah punya sumber daya serupa. Banyak negara belum tahu harus mulai dari mana. Padahal kewajiban mengatasi pengasaman laut tercantum dalam berbagai perjanjian internasional, termasuk Kerangka Keanekaragaman Hayati Global.

Ketika pemerintah masih lambat, sektor swasta mulai masuk. Industri geoengineering tumbuh pesat. Salah satu metode yang dikembangkan adalah peningkatan alkalinitas laut. Tapi banyak ilmuwan memperingatkan: jangan terburu-buru.

“Kita seharusnya tidak melanjutkan lebih jauh di jalan ini tanpa bukti,” kata Widdicombe. “Dapatkah Anda bayangkan pergi ke dokter dan mereka berkata ‘Saya punya obat di sini yang akan menyembuhkan Anda,’ tapi belum diuji?”

Sementara itu, Jessie Turner dari Ocean Acidification Alliance menegaskan hal mendasar: “Solusi buatan manusia nomor satu untuk pengasaman laut adalah mengurangi emisi CO2 kita.”

Selain itu, kita juga bisa memperkuat ketahanan pesisir, membatasi polusi organik, dan memulihkan habitat laut. Tindakan lokal bisa berdampak besar bila dilakukan secara luas.

Waktunya sempit. Tapi belum terlambat. “Pada akhirnya, kita tahu CO meningkat, pH menurun, dan itu adalah masalah mendesak yang tidak dibicarakan orang,” kata Turner. Kini saatnya bicara. Dan bertindak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanam Harapan di Tengah Krisis Iklim: Bagaimana Cara Libatkan Anak Muda dalam Hidup Berkelanjutan

Menanam Harapan di Tengah Krisis Iklim: Bagaimana Cara Libatkan Anak Muda dalam Hidup Berkelanjutan

Lifestyle | Sabtu, 07 Juni 2025 | 17:04 WIB

9 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

9 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Lifestyle | Kamis, 05 Juni 2025 | 15:23 WIB

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Sport | Jum'at, 18 September 2026 | 21:27 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 21:21 WIB

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

News | Jum'at, 18 September 2026 | 21:12 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

5 Zodiak Paling Beruntung di September 2026, Hoki Berlanjut hingga Akhir Bulan

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:05 WIB

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Mendadak Viral di Video Seskab Teddy saat Peresmian LRT, Ini Sosok Dirut Jakpro!

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 21:00 WIB

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

Cak Imin Digoda Zulhas di Depan Prabowo soal Nyapres, Langsung Angkat Tangan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:53 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah,  BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM

Kalbar | Jum'at, 18 September 2026 | 20:51 WIB

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

Zulhas Sebut 'Biar Prabowo Saja yang Jadi Presiden!' Bahlil Langsung Kasih 2 Jempol

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:47 WIB

×