'Juliana Dibiarkan Mati': Keluarga Tuntut Keadilan, Kuak Borok Sistem Penyelamatan Rinjani?

Bangun Santoso

Kamis, 26 Juni 2025 | 19:14 WIB
'Juliana Dibiarkan Mati': Keluarga Tuntut Keadilan, Kuak Borok Sistem Penyelamatan Rinjani?
Juliana Marins pendaki Brasil meninggal di Gunung Rinjani. (dokumen keluarga/via BBC)

Suara.com - Serbuan digital dari Brasil mengguncang akun-akun media sosial pemerintah Indonesia. Dari Instagram Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga Presiden Prabowo Subianto, ribuan komentar marah dan sedih membanjir, menuntut jawaban atas kematian Juliana Marins, pendaki yang tewas setelah terperosok di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/06).

Kritik mereka tajam dan menusuk: "Mengapa proses evakuasi Juliana berlangsung lambat?" dan "Kenapa helikopter lama dikerahkan?". Puncaknya adalah tudingan yang paling menyakitkan: "Juliana meninggal bukan karena jatuh, tapi karena dibiarkan terlalu lama".

Disitat dari laman BBC berjudul "Mengapa perlu waktu berhari-hari mengevakuasi WNA Brasil di Gunung Rinjani?", kemarahan ini diamini oleh pihak keluarga yang kini bersumpah akan mencari keadilan. Melalui sebuah akun Instagram yang didedikasikan untuk Juliana, mereka menyuarakan kepedihan mereka.

"Juliana mengalami kelalaian yang sangat besar dari tim penyelamat. Jika tim penyelamat berhasil menyelamatkannya dalam waktu yang diperkirakan tujuh jam, Juliana pasti masih hidup," tulis akun @resgatejulianamarins.

"Juliana pantas mendapatkan yang lebih! Sekarang kami akan mencari keadilan untuknya, karena memang itulah yang pantas ia dapatkan!"

Berangkat dari tudingan serius ini, terkuaklah sejumlah masalah fundamental dalam sistem keselamatan dan penyelamatan di salah satu gunung terpopuler di Indonesia.

Mengapa Berhari-hari? Jawaban Ahli vs Pemerintah

Juliana jatuh ke jurang di titik Cemara Nunggal sekitar pukul 06.30 WITA, Sabtu. Laporan awal dan sejumlah video yang beredar menunjukkan ia masih hidup setelah jatuh. Namun, ia baru dinyatakan meninggal pada Selasa (24/06) dan jasadnya baru berhasil dievakuasi keesokan harinya. Mengapa butuh waktu begitu lama?

Para pendaki senior dan pegiat alam menunjuk pada tiga masalah kronis:

baca juga
Ilustrasi Gunung Rinjani. (Foto: Wikipedia)
Ilustrasi Gunung Rinjani. (Foto: Wikipedia)

1. Peralatan Terbatas dan Jauh dari Lokasi:

"Kasusnya sama, jatuh ke jurang. Itu sudah berkali-kali. Artinya kita perlu alat-alat mountaineering yang lengkap, tersedia di titik rawan," kata pendaki senior, Ang Asep Sherp.

Ia menyoroti lambatnya respons karena tim harus mengambil peralatan dari bawah. Hal ini diamini oleh Mustaal, penyelenggara pendakian lokal. "Ternyata talinya kurang panjang, dan ambil alatnya dari bawah, bahkan ada yang dibawa dari Mataram," katanya.

2. Ketiadaan Tim Penyelamat Siaga:

Galih Donikara, pendaki senior lainnya, mengkritik tidak adanya tim penyelamat yang siaga di pos-pos rawan, terutama saat musim ramai.

"Penting adanya ketersediaan tim rescue yang sudah terkoordinasi dengan baik, yang juga mestinya berjaga di sekitar lokasi-lokasi yang berpotensi bahaya," kata Galih.

3. Cuaca Sebagai Alasan Klasik:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil

'Neraka' di Rinjani: Pakar Ungkap Kombinasi Maut Gas Beracun-Suhu Ekstrem Tewaskan Pendaki Brasil

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:41 WIB

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

Warganet Brasil Geram! Gunung Rinjani Dihujani Review Bintang 1 Imbas Tewasnya Juliana Marins

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 18:08 WIB

Siapa Juliana Marins, Warga Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani? Sosok Petualang dan Suka Menjelajah

Siapa Juliana Marins, Warga Brasil yang Tewas di Gunung Rinjani? Sosok Petualang dan Suka Menjelajah

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 17:45 WIB

Berlangsung Dramatis di Tebing, Tim Relawan Tidur Semalam Bersama Jasad Juliana Marins

Berlangsung Dramatis di Tebing, Tim Relawan Tidur Semalam Bersama Jasad Juliana Marins

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:42 WIB

Menginap di Jurang Demi Jasad Pendaki Brasil: Kisah Heroik Relawan Rinjani yang Menyentuh Hati

Menginap di Jurang Demi Jasad Pendaki Brasil: Kisah Heroik Relawan Rinjani yang Menyentuh Hati

Video | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:45 WIB

Siapa Alexandre Pato? Gagal Di AC Milan Kini Siap Bantu Pemulangan Juliana Marins

Siapa Alexandre Pato? Gagal Di AC Milan Kini Siap Bantu Pemulangan Juliana Marins

Bola | Kamis, 26 Juni 2025 | 16:05 WIB

Di Tengah Kritik Lambannya Evakuasi Juliana Marins, Fiersa Besari: Hormat untuk Basarnas

Di Tengah Kritik Lambannya Evakuasi Juliana Marins, Fiersa Besari: Hormat untuk Basarnas

Entertainment | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:31 WIB

Terkini

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan  dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Jogja | Sabtu, 26 September 2026 | 13:31 WIB

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 13:29 WIB

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 13:27 WIB

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 13:24 WIB

×