Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

Eviera Paramita Sandi

Sabtu, 05 Juli 2025 | 19:39 WIB
Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya
Basarnas dalam upaya pencarian korban kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sabtu (5/7/2025). [Istimewa]

Suara.com - Tim SAR Gabungan masih belum menemukan korban yang masih hilang pasca tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sabtu (5/7/2025).

Sebanyak 29 korban masih hilang dan belum ditemukan hingga sore ini.

Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya menjelaskan jika khusus pencarian di Bali, beberapa pihak turut terlibat dalam pencarian.

Sejumlah armada juga diturunkan untuk melakukan pencarian namun masih belum ditemukan korban yang hilang.

“Semua pelaksanaan sampai dengan sore hari ini, update operasi SAR terhadap kecelakaan di hari keempat ini dengan hasil nihil,” ujar Sidakarya dalam keterangannya di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Sabtu (5/7/2025).

Dia menyampaikan beberapa armada yang turun untuk mencari meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 yang bergerak di Jembrana dan RIB 04 yang menyisir di area Buleleng.

Selain itu ada juga speedboat KPLP Gilimanuk KN 49, RIB 104 Polda Bali, KP Tanjung Rening Polairud Polres Jembrana yang menyisir area di titik Pantai Pebuahan, Jembrana.

Ada juga boat Manik Mas yang disewa tim distrik navigasi Benoa dengan peralatan sonar.

Kapal tersebut akan melalui 10 jalur untuk mendeteksi dengan sonarnya, namun baru terlaksana 4 jalur.

baca juga

Selain jalur laut, tim SAR juga menurunkan pencarian via udara. Namun, belum ditemukan tanda adanya korban.

Sidakarya menjelaskan ada sekitar 60 personil yang terlibat dalam proses pencarian pada hari ketiga ini.

Sidakarya juga menyampaikan jika tim SAR gabungan bersiap untuk menurunkan tim penyelam untuk mencari keberadaan kapal.

Termasuk juga membuka kemungkinan untuk menemukan korban yang masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam.

Sidakarya menjelaskan jika proses deteksi lokasi kapal masih dilangsungkan oleh Distrik Navigasi (Disnav). Jika sudah dideteksi, maka proses penyelaman bisa dilakukan.

“Masih dalam proses ya, proses deteksi oleh kapalnya dari Disnav ya. Mudah-mudahan dideteksi posisi kapal tersebut dan tim dari underwater atau penyelam bisa langsung melakukan atau aksi yang dilakukan oleh tim penyelam tersebut,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hingga H+3 Penelusuran, 29 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Masih Belum Ditemukan

Hingga H+3 Penelusuran, 29 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Masih Belum Ditemukan

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 18:23 WIB

Angkut 65 Orang, Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Angkut 65 Orang, Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Video | Sabtu, 05 Juli 2025 | 14:00 WIB

Direktur RS Indonesia di Gaza Jadi Korban Israel, Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah

Direktur RS Indonesia di Gaza Jadi Korban Israel, Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah

Video | Jum'at, 04 Juli 2025 | 14:28 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×