Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (5/7/2025), ditambah pasang maksimum air laut, memicu naiknya status sejumlah pintu air dan pos pantau.
Akibatnya, 100 Rukun Tetangga (RT) dan 3 ruas jalan di DKI Jakarta terendam banjir.
Bahkan, sebagian warga terpaksa mengungsi ke 17 titik pengungsian yang telah disiapkan.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan pasang laut akibat fase Perigee dan bulan baru, sebagaimana telah diperingatkan oleh BMKG dalam Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) yang berlaku sejak 4 hingga 13 Juli 2025.
"Genangan terjadi akibat curah hujan yang tinggi disertai naiknya permukaan air sungai dan laut. Sejumlah pintu air di Jakarta naik status hingga ke level Siaga 1," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, Minggu (6/7/2025).
Sebaran Wilayah Tergenang
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, wilayah terdampak paling luas berada di Jakarta Timur dengan 42 RT tergenang.
Kemudian disusul Jakarta Selatan, 27 RT, Jakarta Pusat 17 RT, dan Jakarta Barat 14 RT. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga 150 centimeter.
Jakarta Pusat
- Kelurahan Karet Tengsin: 17 RT, ketinggian air 30–40 centimeter (luapan Kali Krukut)
Jakarta Barat
- Kedaung Kali Angke: 3 RT, 40 centimeter
- Rawa Buaya: 5 RT, 70 centimeter
- Kedoya Selatan: 4 RT, 30–60 centimeter
- Kembangan Selatan: 1 RT, 60 centimeter
- Kembangan Utara: 1 RT, 30 centimeter
Jakarta Selatan
- Tanjung Barat: 1 RT, 40 centimeter
- Pela Mampang: 13 RT, 50–150 centimeter
- Pengadegan: 2 RT, 30 centimeter
- Rawajati: 7 RT, 80–100 centimeter
- Jatipadang: 1 RT, 80 centimeter
- Pejaten Timur: 4 RT, 50 centimeter
Jakarta Timur
- Bidara Cina: 14 RT, 75–130 centimeter
- Cipinang Muara: 2 RT, 40–50 centimeter
- Kampung Melayu: 4 RT, 80 centimeter
- Cawang: 7 RT, 80 centimeter
- Cipinang Melayu: 15 RT, 150 centimeter
Ruas Jalan Tergenang
- Jalan Adi Karya, Kedoya Selatan, Jakarta Barat – 60 centimeter
- Gang H Musanif, Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat – 40 centimeter
- Jalan Cipinang Indah (depan SMK Penabur), Pondok Bambu, Jakarta Timur – 60 centimeter
![Terowongan Cawang dari arah Halim menuju Tanjung Priuk terendam banjir hingga ketinggian 60 centimeter, Minggu (6/7/2025). Hingga jam 20.49 WIB, kendaraan yang akan menuju Tanjung Priuk dialihkan. [akun X TMCPoldaMetro]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/06/44426-terowongan-cawang-banjir.jpg)
Lokasi Pengungsian
BPBD DKI Jakarta melaporkan ribuan warga telah mengungsi ke 17 titik pengungsian yang tersebar di empat wilayah kota administratif.
Berikut beberapa di antaranya:
- Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina – 33 KK, 137 jiwa
- Masjid Jami Ittihadul Ikhwan, Kampung Melayu – 24 KK, 74 jiwa
- SDN 01/02 Kampung Melayu – 37 KK, 119 jiwa
- Masjid Al-Hawi, Cililitan – 3 KK, 11 jiwa
- Mushala Al-Ishlah, Kampus Binawan Cawang – 11 KK, 30 jiwa
- Masjid Al Ridwan & Musholla Sibili, Jatipadang – 23 KK, 75 jiwa
- Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke – 10 KK, 20 jiwa
- Musholla Kelurahan Kedoya Selatan – 12 KK, 37 jiwa
- RPTRA Segas, Masjid Nurul Huda, dan Masjid Al Muhajirin, Karet Tengsin – 44 KK, 156 jiwa
- Masjid Al Muqorobbin, Al Hidayah, dan Masjid Universitas Borobudur, Cipinang Melayu
- Posko Tenda BPBD dan RW 10, Cipinang Melayu – 95 KK, 337 jiwa
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan untuk memantau dan menangani titik genangan. Penyedotan air dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Damkar, sedangkan penguatan sistem drainase dibantu oleh Dinas Bina Marga.
"Koordinasi lintas dinas bersama lurah dan camat setempat terus kami lakukan untuk mempercepat surutnya air dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi," tambah Yohan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan pasang air laut masih terjadi hingga pertengahan Juli. Warga juga diminta untuk segera menghubungi layanan darurat 112, yang bebas pulsa dan siaga 24 jam, jika terjadi kondisi darurat.